Rabu, 2 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Jalan Kaki dan Bengong Perlu Untuk Kecerdasan Otak 

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
15 Februari 2026
in Kesehatan
A A
0
AKTIVITAS FISIK: Tiga perempuan melakukan jogging untuk menjaga kesehatan tubuh. (Foto Ilustrasi: netralnews.com)

AKTIVITAS FISIK: Tiga perempuan melakukan jogging untuk menjaga kesehatan tubuh. (Foto Ilustrasi: netralnews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, JAKARTA – Kebiasaan hidup sehat berkontribusi besar terhadap tingkat kecerdasan otak. Bukan sekadar skor IQ yang tinggi semata. Hal tersebut disampaikan ahli saraf (neuroscientist) Associate Professor Dr. Rizky Edmi Edison, PhD.

Menurut Dr. Rizky, musuh utama masyarakat modern saat ini adalah gaya hidup digital yang tidak terkendali dan kurang aktivitas fisik. Kebiasaan merasa rileks saat scroll media sosial sambil berbaring misalnya. ”Hal tersebut justru menguras energi otak secara drastis. Otak manusia membutuhkan waktu sekitar 5–6 detik untuk memproses satu informasi,” ungkap Dr. Rizky di Channel YouTube Rory Asyari, dilansir dari radartuban.

”Saat kita terus berpindah konten secara cepat (unmindful scrolling), otak dipaksa bekerja ekstra keras memproses stimulasi yang masuk. Inilah yang menyebabkan kita sering merasa lelah mental atau brain fog meski fisik tidak banyak bergerak,” katanya.

Selain bijak menggunakan gadget, bergerak adalah kunci menjaga fungsi kognitif. Dr. Edmi meluruskan mitos populer mengenai target 10.000 langkah sehari. Menurutnya, berjalan kaki sekitar 3.000 langkah atau selama 20 menit saja sudah cukup untuk memompa oksigen ke otak melalui aliran darah.

Artikel Terkait

Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker

Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta

Merdeka Stunting 2026, POGI dan Pegadaian Dorong Pencegahan Dimulai Sejak Kehamilan

Gerakan fisik sederhana seperti naik tangga atau berjalan kaki terbukti mampu mengaktifkan kembali otot betis yang bertindak sebagai “jantung kedua” untuk mendorong darah kembali ke otak, terutama bagi mereka yang sering duduk lama di depan laptop.

Hal menarik yang ditekankan oleh Dr. Edmi adalah pentingnya “merenung” atau bengong. Di era budaya sibuk yang menuntut semua orang terlihat produktif, merenung justru menjadi kemewahan (luxury) yang sangat bermanfaat. ”Justru di saat merenung itulah otak masuk ke Default Mode Network. Di fase ini, otak melakukan penyaringan informasi dan memunculkan ide-ide kreatif serta inovasi baru,” ujarnya. (rdt/mmr)

Topik: Kecerdasan OtakKesehatan

TerkaitBerita

Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker
Kesehatan

Menkes Buka Suara soal Sekolah di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tekankan Pentingnya Masker

oleh Editor : Affandy
1 September 2026
Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta
Kesehatan

Kemenkes Respons Usulan IDI soal Standar Pendapatan Minimum Dokter hingga Rp 110 Juta

oleh Editor : Affandy
31 Agustus 2026
Merdeka Stunting 2026, POGI dan Pegadaian Dorong Pencegahan Dimulai Sejak Kehamilan
Kesehatan

Merdeka Stunting 2026, POGI dan Pegadaian Dorong Pencegahan Dimulai Sejak Kehamilan

oleh Editor : Affandy
29 Agustus 2026
3,4 Juta Warga Terdampak Asap Karhutla, Kasus ISPA Melonjak di Sejumlah Wilayah
Kesehatan

3,4 Juta Warga Terdampak Asap Karhutla, Kasus ISPA Melonjak di Sejumlah Wilayah

oleh Editor : Affandy
26 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya