Minggu, 16 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home uncategorized

Jumlah Bank yang Tutup Sepanjang 2024 Menembus Angka 20

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
28 Desember 2024
in uncategorized
A A
0
bank
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Sepanjang tahun 2024, jumlah bank yang mengalami penutupan mencapai angka yang signifikan, menembus angka 20. Dari total tersebut, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan BPR Syariah menjadi yang paling banyak dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peristiwa ini sesuai dengan prediksi sebelumnya yang disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae.

Pada 14 Oktober 2024, Dian Ediana Rae mengungkapkan bahwa penutupan sejumlah bank ini sudah diperkirakan sebelumnya. “Sampai ke angka 20 (BPR tutup) itu mungkin,” ujar Dian dalam kesempatan tersebut yang diadakan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat.

Penutupan bank, terutama BPR dan BPR Syariah, terjadi dalam konteks upaya OJK untuk memperbaiki kualitas sistem perbankan di Indonesia. OJK menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas dan integritas sektor perbankan, serta melindungi kepentingan nasabah dan perekonomian secara keseluruhan.

Beberapa faktor menjadi penyebab utama banyaknya bank yang tutup pada 2024, terutama pada jenis bank mikro seperti BPR dan BPR Syariah. Di antaranya adalah masalah solvabilitas, kurangnya likuiditas, dan kegagalan dalam memenuhi ketentuan regulasi yang ditetapkan oleh OJK. Selain itu, banyak BPR yang tidak mampu bersaing dengan bank-bank besar, terutama terkait dengan kapasitas teknologi dan kemampuan inovasi layanan.

Artikel Terkait

Ketika Makam Sunan Ampel, Masjid Tua dan Kampung Arab Bertemu dalam Satu Kisah

 Vinicius Junior Masih Asyik Dengan Real Madrid

Eddy Soeparno Dorong Perluas Kemitraan Indonesia–China di Bidang Transisi Energi dan Ekonomi Hijau

BPR, yang sering kali melayani nasabah di daerah pedesaan dengan transaksi kecil dan menengah, terpaksa menghadapi tantangan besar akibat ketatnya persaingan dan perubahan preferensi nasabah terhadap digitalisasi layanan perbankan. Banyak dari bank ini yang kesulitan beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang semakin mengarah pada kemudahan akses layanan berbasis teknologi.

OJK telah melakukan berbagai langkah untuk memperbaiki situasi ini, termasuk pembekuan izin operasi bagi bank-bank yang tidak memenuhi standar kesehatan perbankan, serta memberikan pembinaan bagi bank-bank yang masih beroperasi untuk memperbaiki kinerja dan tata kelola mereka. OJK juga memastikan bahwa penutupan bank dilakukan dengan hati-hati, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap nasabah dan sistem keuangan secara keseluruhan.

Penutupan sejumlah BPR dan BPR Syariah ini tentu berimbas pada nasabah yang memiliki tabungan atau pinjaman di bank-bank yang tutup. OJK memastikan bahwa mekanisme untuk perlindungan nasabah tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga nasabah dapat memperoleh kembali dana mereka melalui program penjaminan yang disediakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Namun, dampak jangka panjang dari penutupan bank ini juga mempengaruhi sektor ekonomi yang lebih luas, terutama bagi masyarakat di daerah yang tergantung pada layanan perbankan mikro. Penutupan ini mendorong semakin terbukanya peluang bagi bank-bank besar dan fintech untuk mengambil alih pasar BPR yang ditinggalkan.(dhil)

Topik: bank

TerkaitBerita

Masjid Sunan Ampel
Seni dan Budaya

Ketika Makam Sunan Ampel, Masjid Tua dan Kampung Arab Bertemu dalam Satu Kisah

oleh Editor : Doe
6 Agustus 2026
JADI INCARAN: Winger Timnas Brasil,  Vinicius Junior, masih asyik dengan Real Madrid. Dia tak bicara banyak soal isu Arsenal dikabarkan tertarik merekrutnya. Kontrak Vinicius Junior di Real Madrid akan berakhir pada musim panas 2027. (Foto: REUTERS/ALBERT GEA)
uncategorized

 Vinicius Junior Masih Asyik Dengan Real Madrid

oleh Editor : Memoarto
6 Agustus 2026
Indonesia China
uncategorized

Eddy Soeparno Dorong Perluas Kemitraan Indonesia–China di Bidang Transisi Energi dan Ekonomi Hijau

oleh Editor : Hairul
2 Agustus 2026
LCC Empat Pilar MPR RI
uncategorized

Bukan Sekadar Lomba, LCC Empat Pilar MPR RI Jadi Booster Semangat Kebangsaan di Papua Tengah

oleh Editor : Hairul
2 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Dorong Ekonomi Pemuda Papua Lewat Wisata Hiu Paus, Kibar Merah Putih di Teluk Cenderawasih Jadi Pemicu

Dorong Ekonomi Pemuda Papua Lewat Wisata Hiu Paus, Kibar Merah Putih di Teluk Cenderawasih Jadi Pemicu

15 Agustus 2026
BURSA TRANSFER: Ferran Torres menggiring bola sebelum mencetak gol pembuka ke gawang Irak dalam laga uji coba internasional di Estadio Abanca-Riazor pada 5 Juni 2026. (Foto: (c) AP Photo/Manu Fernandez)

PSG Sukses Boyong Ferran Torres Dari Barcelona

16 Agustus 2026
TANTANGAN BERAT: Para pemain Arsenal berpose sebelum pertandingan final Liga Champions melawan PSG di Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) malam. (Foto: (c) AP Photo/Vadim Ghirda)

Arsenal Siap Jamu Coventry City Pertahankan Gelar Juara

16 Agustus 2026
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Positif Pegadaian Berhasil Catatkan Laba Rp6,59 Triliun

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Positif Pegadaian Berhasil Catatkan Laba Rp6,59 Triliun

15 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4364 shares
    Share 1746 Tweet 1091
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    711 shares
    Share 284 Tweet 178
  • Transfer Enzo Fernandez Dari Chelsea Ke Manchester City Batal

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Manchester United Bakal Lepas 4 Pemain di Bursa Transfer Musim Panas

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Kampung Legendaris Hadir di Mal Ciputra Jakarta, Bawa Lebih dari 40 Kuliner Nusantara

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya