
JAKARTA, koranindopos.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim langkah-langkah penanganan Covid-19 yang dilakukan dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan hasil yang cukup baik. Pada Kamis lalu (17/2), jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit ada di posisi 36 persen dari total tempat tidur perawatan dan isolasi Covid-19 yang disediakan. Angka ini masih sangat memadai untuk perawatan pasien Covid-19 dan tidak terlalu membebani pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang dimiliki saat ini.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi membeberkan data lain yang menunjukkan bahwa beberapa provinsi yang sebelumnya sudah melampaui kasus harian pada puncak Delta, kini mencatatkan penurunan jumlah kasus harian. Kasus konfirmasi harian di DKI Jakarta yang sempat melampaui kasus gelombang Delta 2021 lalu, kini berangsur-angsur turun. Pada Minggu (6/2), kasus harian DKI Jakarta sempat di posisi 15.825, namun berangsur turun menjadi 9.482 pada Selasa (15/2). “Tidak hanya di DKI, Bali dan Banten yang juga sempat mencatat kasus harian melebihi puncak Delta berangsur turun,” papar Nadia seperti dikutip dari laman resmi Kemenakes, Sabtu (19/2).
Pada Rabu lalu (9/2), lanjut Nadia, Provinsi Bali mencatat kasus harian di posisi 2.556 dan berangsur turun pada Selasa (15/2) menjadi 1.646. Kemudian Banten yang pada Sabtu (12/2) berada di posisi 7.283 tercatat menurun di Selasa (15/2) pada posisi 6.500. Pemerintah terus memantau data-data dan melakukan evaluasi kinerja di lapangan agar upaya mengendalikan Covid-19 sesuai dengan harapan. “Angka-angka di minggu ini memberikan optimisme, bahwa apa yang sudah dilakukan sejauh ini menunjukkan hasil baik, tapi tentu usaha dan hasil ini tetap perlu dipertahankan kedepannya,” jelas sia.
Nadia menjelaskan beberapa upaya pencegahan untuk mengendalikan Covid-19 adalah penguatan testing, tracing, dan treatment. Hingga Rabu (16/2) jumlah spesimen yang diuji secara nasional cukup tinggi, mencapai 566.050. Aktivitas testing dan tracing kontak erat ini sangat penting dalam mencegah penyebaran. Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak takut melakukan testing apalagi yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19. “Tidak perlu takut untuk karantina atau isolasi mandiri (isoman) karena Kemenkes menyediakan layanan telemedisin maupun konsultasi dengan nakes di puskesmas untuk memantau perkembangan kesehatan masyarakat,” jelas Nadia.
Selain mengendalikan angka bed occupancy ratio (BOR) secara nasional agar tidak sampai melebihi 60 persen, Nadia menyebut bahwa pemerintah juga berupaya untuk menjaga ketersediaan pelayanan kesehatan. Pemerintah terus menjalankan strategi hanya pasien bergejala sedang hingga kritis saja yang boleh dirawat di rumah sakit. Dengan begitu pasien OTG atau yang bergejala ringan diimbau untuk isolasi mandiri di rumah atau isolasi terpusat di tempat-tempat yang disediakan pemerintah. “Ini mengurangi beban pelayanan kesehatan maupun nakes yang bertugas di rumah sakit,” tutur Nadia.(hai)









