Jumat, 31 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Ketahanan Energi Sama Pentingnya dengan Ketahanan Nasional

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
31 Juli 2026
in Nasional
A A
0
Ketahanan Energi
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, YOGYAKARTA – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menegaskan ketahanan energi memiliki tingkat urgensi yang sejajar dengan ketahanan nasional. Ketersediaan energi yang aman, berkelanjutan, dan terjangkau dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, daya saing industri, stabilitas sosial, hingga kedaulatan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Eddy saat menggelar High Level Dialogue bersama para guru besar dan akademisi Pusat Studi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM). Pertemuan tersebut membahas berbagai masukan dan rekomendasi strategis terkait penguatan ketahanan energi nasional, percepatan transisi energi, serta proses dekarbonisasi di Indonesia.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno

Dalam dialog tersebut, Eddy menyampaikan bahwa agenda ketahanan energi, transisi menuju energi bersih, dan komitmen dekarbonisasi Indonesia harus berjalan beriringan dengan upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Artikel Terkait

Hadapi TPPO Era Digital, Indonesia Perlu Perkuat Regulasi dan Sistem Deteksi Dini

MK Putuskan Dana MBG Dipisah Dari Anggaran Pendidikan

Pemotor Tewas Setelah Terserempet Truk di Jalan Daan Mogot Cengkareng

“Forum ini memperkaya perspektif kita bahwa urgensi ketahanan energi adalah sama urgensinya dengan ketahanan nasional. Negara yang tidak mampu menjamin pasokan energinya akan menghadapi risiko terhadap stabilitas ekonomi, daya saing industri, bahkan kedaulatan nasional,” kata Eddy.

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM Prof. Danang Sri Hadmoko, Ketua Majelis Wali Amanat UGM Prof. Tumiran, Ketua Senat Akademik UGM Prof. Dr. Sulistiowati, Kepala Pusat Energi UGM Prof. Sarjiya, serta sejumlah guru besar dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu yang bergerak di bidang energi, kelistrikan, teknologi, dan kebijakan publik.

Dalam diskusi, Eddy menerima sejumlah masukan terkait pengembangan sektor energi nasional. Beberapa di antaranya menyangkut harmonisasi kebijakan energi, percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT), penguatan riset dan inovasi teknologi, serta pembangunan infrastruktur energi.

Selain itu, pembahasan juga mencakup reformasi regulasi, pengembangan ekonomi karbon, hingga penyediaan skema pembiayaan yang mampu meningkatkan daya tarik investasi hijau di Indonesia.

Menurut Eddy, keterlibatan akademisi penting untuk memastikan kebijakan energi nasional tidak hanya mampu menjawab persoalan saat ini, tetapi juga mengantisipasi kebutuhan energi Indonesia dalam jangka panjang.

Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia tersebut menilai percepatan transisi energi membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Perguruan tinggi, menurut dia, memiliki posisi strategis dalam menghasilkan riset sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy. Selain itu, perguruan tinggi berperan dalam pengembangan teknologi dan mempersiapkan sumber daya manusia untuk mendukung transformasi sektor energi.

“Indonesia membutuhkan kebijakan energi yang berbasis ilmu pengetahuan. Karena itu, saya sangat mengapresiasi berbagai masukan dari para guru besar dan akademisi UGM yang memberikan perspektif komprehensif mengenai penguatan ketahanan energi, strategi percepatan transisi energi, hingga langkah konkret menuju dekarbonisasi nasional,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum PAN tersebut juga mendorong Indonesia tidak sekadar mengikuti perkembangan kebijakan energi dunia, tetapi mampu menjadi policy-shaper dengan memanfaatkan berbagai keunggulan komparatif yang dimiliki.

Menurut Eddy, peluang tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan bioenergi berbasis kelapa sawit dan biomassa, percepatan elektrifikasi, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar, hingga pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).

Dalam jangka panjang, pemanfaatan teknologi nuklir sebagai pembangkit listrik baseload rendah karbon juga dinilai dapat menjadi bagian dari pilihan dalam memperkuat bauran energi nasional.

“Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi kekuatan energi bersih dunia. Yang kita perlukan sekarang adalah keberanian mengambil keputusan, konsistensi kebijakan, serta kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat,” tegas Eddy.

Anggota Komisi XII DPR RI tersebut menambahkan, energi harus ditempatkan sebagai salah satu unsur strategis dalam menjaga kedaulatan negara, sebagaimana ketahanan pangan dan pertahanan.

Karena itu, transformasi sektor energi membutuhkan kepastian dan konsistensi kebijakan, dukungan investasi, penguasaan teknologi, serta kesiapan sumber daya manusia.

“Ketahanan energi harus kita tempatkan sebagai bagian integral dari ketahanan nasional. Sama seperti pangan dan pertahanan, energi merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan kedaulatan bangsa. Karena itu, agenda transisi energi harus dipercepat melalui kebijakan yang konsisten, dukungan investasi, penguasaan teknologi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Eddy. (hai)

TerkaitBerita

TPPO Era Digital
Nasional

Hadapi TPPO Era Digital, Indonesia Perlu Perkuat Regulasi dan Sistem Deteksi Dini

oleh Editor : Hairul
31 Juli 2026
KONTROVERSIAL: Para pelajar SD menyantap menu program makan bergii gratis (MBG). (Foto Ilustrasi: Setneg.go.id)
Pendidikan

MK Putuskan Dana MBG Dipisah Dari Anggaran Pendidikan

oleh Editor : Memoarto
31 Juli 2026
Pemotor Tewas Setelah Terserempet Truk di Jalan Daan Mogot Cengkareng
Peristiwa

Pemotor Tewas Setelah Terserempet Truk di Jalan Daan Mogot Cengkareng

oleh Editor : Affandy
30 Juli 2026
Kemensos Dampingi Keluarga Satpam Waduk Jatiluhur yang Meninggal Dunia, Siapkan Bantuan dan Program Pemberdayaan
Nasional

Kemensos Dampingi Keluarga Satpam Waduk Jatiluhur yang Meninggal Dunia, Siapkan Bantuan dan Program Pemberdayaan

oleh Editor : Affandy
30 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Usai Tiga Kali Sesi Latihan, Marion Jola Resmi Kantongi Sertifikat Freediving 

Usai Tiga Kali Sesi Latihan, Marion Jola Resmi Kantongi Sertifikat Freediving 

31 Juli 2026
Agnez Mo Latihan Kerambit untuk Perankan Adegan Aksi di Reacher 4

Agnez Mo Latihan Kerambit untuk Perankan Adegan Aksi di Reacher 4

31 Juli 2026
TPPO Era Digital

Hadapi TPPO Era Digital, Indonesia Perlu Perkuat Regulasi dan Sistem Deteksi Dini

31 Juli 2026
Saksi Tak Hadir, Sidang Kasus Dokter Richard Lee Ditunda Pekan Depan

Saksi Tak Hadir, Sidang Kasus Dokter Richard Lee Ditunda Pekan Depan

31 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4131 shares
    Share 1652 Tweet 1033
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    623 shares
    Share 249 Tweet 156
  • Bocoran iPhone 18 Series Makin Lengkap, Ini Perbedaan iPhone 18, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Bocoran iPhone 18 Pro: Kamera Disebut Bakal Jadi yang Tercanggih Sepanjang Sejarah Apple

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Respons Tuntutan Konsumen, Marcom Modernland Siapkan Tim Legal

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya