Koranindopos.com, DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar sosialisasi mengenai bahaya narkotika bagi generasi muda di Masjid Jami’ Nurul Huda, Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut menyasar kalangan remaja, Ikatan Remaja Masjid (IRMAS), Karang Taruna, serta IPNU-IPPNU. Sosialisasi digelar sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda mengenai risiko penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh M. Khoirurroziqin. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai bahaya narkotika sekaligus pentingnya membangun kesadaran diri agar remaja mampu menghindari penyalahgunaan zat terlarang.
Penyampaian materi juga didukung dengan pemutaran video edukatif mengenai bahaya narkotika. Media audiovisual tersebut digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih nyata kepada peserta mengenai dampak dan risiko penyalahgunaan narkotika.
Setelah pemaparan materi dan pemutaran video, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi secara langsung dengan narasumber.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan materi sosialisasi. Hal tersebut menunjukkan antusiasme peserta dalam memahami isu penyalahgunaan narkotika dan langkah pencegahannya.
M. Khoirurroziqin selaku pemateri mengatakan edukasi mengenai bahaya narkotika perlu diberikan sejak usia remaja. Menurutnya, pengetahuan yang memadai dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk lebih waspada dalam memilih lingkungan pergaulan dan mengambil keputusan.
“Edukasi tentang bahaya narkotika perlu diberikan kepada remaja agar mereka memahami risikonya dan mampu menjaga diri dari penyalahgunaan narkotika,” ujar M. Khoirurroziqin.
Sementara itu, Ketua IRMAS Nauval menilai kegiatan tersebut memberikan tambahan wawasan bagi para remaja mengenai bahaya narkotika. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi remaja untuk lebih berhati-hati dalam pergaulan.
“Kegiatan ini memberikan wawasan kepada kami sebagai remaja tentang bahaya narkotika dan pentingnya untuk menghindarinya,” ujar Nauval.
Kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga memberikan ruang kepada peserta untuk berdiskusi dan meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga diri serta lingkungan pergaulan.
Keterlibatan IRMAS, Karang Taruna, dan IPNU-IPPNU juga dinilai penting dalam membangun lingkungan remaja yang lebih sadar terhadap risiko penyalahgunaan narkotika. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada teman sebaya dan masyarakat di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS turut mengambil peran dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi. Dengan pemahaman yang lebih baik, generasi muda di Desa Brumbung diharapkan mampu menjaga diri, bijak memilih lingkungan pergaulan, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman dan sehat. (ana)










