Koranindopos.com – JAKARTA — PT SANY Heavy Industry Indonesia memperkuat komitmennya dalam mengembangkan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Kerja sama ini diharapkan dapat membuka semakin banyak kesempatan bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, hingga lulusan ITB untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia industri dan terlibat dalam pengembangan teknologi masa depan.
Penandatanganan MoU berlangsung pada Senin (24/8/2026) di fasilitas PT SANY Industry Machinery, Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D. dan Presiden Direktur PT SANY Heavy Industry Indonesia Li Dao.
Melalui kerja sama ini, SANY dan ITB membuka peluang pengembangan talenta melalui berbagai program, mulai dari magang, work-integrated learning, kesempatan kerja bagi mahasiswa dan lulusan ITB, hingga program peningkatan kompetensi.
Di bidang riset dan inovasi, kedua pihak juga berpeluang mengembangkan penelitian bersama, melakukan pertukaran pengetahuan dan teknologi, serta memanfaatkan fasilitas penelitian yang dimiliki masing-masing pihak.
Rangkaian penandatanganan MoU turut diisi dengan kunjungan delegasi ITB ke fasilitas produksi SANY. Dalam kunjungan tersebut, delegasi melihat secara langsung proses manufaktur alat berat sekaligus mempelajari penerapan teknologi produksi dan arah pengembangan industri SANY di Indonesia.
Chairman of SANY Asia Pacific Zhang Song mengatakan, pengembangan talenta lokal menjadi bagian penting dari pertumbuhan perusahaan di Indonesia.
“Saat ini, sekitar 91% tenaga kerja SANY di Karawang merupakan tenaga kerja lokal. Ke depan, SANY ingin memberikan ruang yang lebih besar bagi talenta Indonesia untuk tidak hanya bekerja di fasilitas produksi, tetapi juga berkembang menjadi tenaga profesional dan pemimpin di berbagai fungsi perusahaan,” ujar Zhang.
Menurutnya, kerja sama dengan ITB menjadi langkah strategis untuk memperluas akses mahasiswa, akademisi, dan peneliti terhadap pengalaman industri serta perkembangan teknologi global.
Kolaborasi tersebut juga membuka peluang bagi talenta ITB untuk belajar dan berkolaborasi dengan pusat research and development (R&D) serta ekosistem SANY di Tiongkok.
“Indonesia merupakan salah satu negara penting dalam jaringan global SANY. Kami melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar strategis, tetapi juga sebagai bagian penting dari pengembangan bisnis, teknologi, dan investasi SANY ke depan,” katanya.
Zhang menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri semakin penting sejalan dengan fokus SANY terhadap globalisasi, digitalisasi, dan dekarbonisasi.
Dalam kerja sama dengan ITB, SANY berkomitmen mendorong penelitian dan pengembangan, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.
Deputy General Manager/Director Government Relations SANY Indonesia Saanjay Shamdasani mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi talenta Indonesia untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kolaborasi dengan ITB diharapkan memperluas kesempatan talenta Indonesia untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang mengisi posisi strategis di masa depan,” ujarnya.
Menurut Saanjay, kerja sama tersebut dirancang lintas disiplin dengan memanfaatkan kekuatan berbagai bidang keilmuan yang tersedia di ITB sesuai kebutuhan dan perkembangan industri.
SANY Group merupakan salah satu produsen alat berat dan mesin konstruksi asal Tiongkok yang memiliki jaringan global.
Perusahaan mengembangkan berbagai teknologi untuk mendukung sektor konstruksi, pertambangan, energi, hingga manufaktur cerdas.
Di Indonesia, SANY telah mengembangkan kegiatan manufaktur sejak 2021 melalui pembangunan fasilitas produksi di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat.
Sebelumnya, pada 2020, SANY juga mengembangkan Lighthouse Factory pertamanya di luar Tiongkok dengan menerapkan digitalisasi, otomatisasi, dan industrial internet dalam proses produksi.
Pengembangan fasilitas industri kemudian diperluas pada 2023 melalui pembangunan kawasan industri tahap II. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kapasitas produksi sekaligus mendukung kebutuhan sektor konstruksi dan pertambangan nasional.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal menyambut baik kerja sama tersebut.
Ia mengapresiasi kesempatan bagi ITB untuk mengenal lebih dekat fasilitas produksi sekaligus visi pengembangan SANY di Indonesia.
Menurut Lavi, kerja sama dengan SANY menjadi bagian dari upaya ITB memperluas jejaring kolaborasi dengan industri serta mitra akademik di Tiongkok yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir.
Kolaborasi tersebut antara lain bermula pada 2023 melalui kerja sama Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB dengan PT Green Eco-Manufacture (GEM).
Kerja sama itu kemudian berkembang dengan melibatkan Central South University (CSU), Tiongkok. Salah satu hasil konkretnya adalah pembangunan joint laboratory di ITB Kampus Jatinangor.
“Keberhasilan tersebut kemudian mendapat perhatian sebagai salah satu model kolaborasi internasional antara perguruan tinggi Indonesia, perguruan tinggi Tiongkok, dan industri. Kerja sama yang telah berjalan menjadi success story bagaimana universitas di Indonesia, universitas di Tiongkok, dan industri dapat bekerja bersama. Kami ingin model kolaborasi seperti ini dapat diperluas, termasuk dengan SANY,” ujar Lavi.
Melalui kolaborasi tersebut, SANY berharap hubungan antara dunia pendidikan dan industri semakin kuat.
Kerja sama ini juga diharapkan menciptakan lebih banyak ruang bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, serta talenta profesional Indonesia untuk berkembang bersama ekosistem teknologi SANY.
Selain memperkuat pendidikan dan riset, kolaborasi SANY dan ITB diharapkan dapat mendorong inovasi, transfer teknologi, serta pengembangan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.
Pada akhirnya, kerja sama ini diharapkan turut mempererat hubungan akademik dan industri antara Indonesia dan Tiongkok sekaligus mendukung penguatan ekosistem teknologi dan manufaktur di Indonesia.(dhil)










