
MASA KRITIS: Rombongan tenaga medis berjalan melintasi deretan jenazah pasien Covid-19 di salah satu rumah sakit Korea Selatan.
KOREA SELATAN, koranindopos.com–Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (Korsel) mencatat rekor 7.850 kasus Covid-19 dalam 24 jam belakangan pada Rabu (15/12).
Sebagaimana dilansir Reuters, pejabat Kementerian Kesehatan Korsel Park Hyang mengakui sejumlah rumah sakit di negaranya saat ini kewalahan menghadapi lonjakan Covid-19. Park mengatakan, setidaknya 17 pasien Covid-19 tidak dapat tertolong karena tidak mendapatkan kamar kosong untuk perawatan di rumah sakit.
Associated Press melaporkan, saat ini ketersediaan tempat tidur di unit perawatan intensif (ICU) di Seoul dan kawasan sekitarnya sudah mencapai 86 persen. Sementara itu, lebih dari 1.480 pasien Covid-19 masih menunggu agar bisa mendapatkan tempat tidur di rumah sakit.
Park mengungkap fakta ini ketika Korsel menghadapi salah satu hari “paling mematikan” akibat Covid-19. Itu terjadi pada Selasa (14/12). Korsel melaporkan 94 pasien Covid-19 meninggal dunia, sementara 906 orang lainnya dalam kondisi kritis.
Para pejabat pun terus mendesak rumah sakit agar menyediakan lebih banyak tempat tidur khusus untuk pasien Covid-19, terutama yang dalam kondisi parah. Sementara itu, pemerintah juga terus menggenjot program vaksinasi dengan mempersingkat jarak suntikan pertama dan kedua dari 4-5 bulan menjadi hanya 3 bulan.
Hingga saat ini, Korsel sudah memvaksinasi 81 persen dan 51 juta populasinya. Namun, baru 13 persen dari keseluruhan warga itu yang sudah mengikuti program booster vaksin. Park menyatakan bahwa pemerintah akan memutuskan memperketat aturan atau tidak di kemudian hari, tergantung dari jumlah kasus dan keterisian rumah sakit. Sejumlah pakar menganggap lonjakan kasus Covid-19 di Korsel ini menunjukkan betapa tinggi risiko mendahulukan ekonomi ketimbang kesehatan publik ketika varian Delta merebak. (cnni/brg)









