Koranindopos.com, JAKARTA – Perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pengidap HIV/AIDS dinilai minim. Tidak sedikit pengidap penyakit mematikan tersebut yang dibiarkan bersosialisasi tanpa perawatan. Misalnya di Jakarta Selatan (Jaksel). Menurut data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jakarta Selatan, tercatat ada 509 pengidap HIV/AIDS di Jakarta Selatan. Dari jumlah tersebut, hanya 495 orang yang mendapat perawatan. Sementara 14 pengidap lain tidak diketahui riwayat perawatan dan pelayanannya dari pemerintah.
”Tanpa kami tahu sisanya ke mana? Apakah rujukan di luar atau ke mana? Supaya tracking-nya gampang. Supaya dia tidak menularkan ke mana-mana. Yang menerima Antiretroviral (ARV) atau obat itu hanya 419 orang. Tambah ke bawah akhir-akhir ini. Kami mengkhawatirkan untuk penyebarannya semakin masif jika kita tidak bisa tracking,” kata Dian Salamena dari LSM Nurani Hati Peduli Bangsa saat rapat kerja wilayah (Rakerwil) di Ruang Rapat Gelatik 1, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, lantai 2, Blok A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (22/7/2025).

Sebagai salah satu solusi, Dian mengusulkan agar pemerintah kembali menjalankan program Aku Bangga Aku Tahu (ABAT) di sekolah. Upaya pencegahan paling efektif dan massif adalah ke sekolah-sekolah. ”Karena mungkin 20 tahun kemudian kita akan kehilangan separo generasi karena penyakit ini. Gak kelihatan memang, tetapi ada. Karena di Indonesia seks itu tabu dibicarakan, tetapi tidak tabu untuk dilakukan,” ujar Dian, tegas.
Raker tersebut bertujuan untuk menggalang dukungan secara penuh dari seluruh SKPD/UKPD di Jakarta Selatan sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Jakarta Selatan Nomor e-0005/SE/2025 tentang Dukungan Penyelenggaraan Kegiatan Sosialisasi HIV dan AIDS dan Pemeriksaan Kesehatan di Jakarta Selatan. Kemudian mengimplementasikan sinergitas dan kolaborasi sesuai dengan konsep pentahelix (pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media massa). Dan terakhir adalah untuk pembiayaan kegiatan penanggulangan HIV AIDS yang dilaksnakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Jakarta Selatan. (rls/sha/mmr)










