koranindopos.com – Jakarta. Pertanyaan mengenai mana yang lebih didahulukan antara umrah atau haji sering muncul di kalangan umat Muslim. Kedua ibadah tersebut memiliki keutamaan yang besar, namun terdapat perbedaan dalam hal kewajiban dan waktu pelaksanaannya. Lantas, mana yang sebaiknya didahulukan? Haji atau umrah?
Haji merupakan rukun Islam yang kelima dan wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu, baik secara finansial maupun fisik, sekali seumur hidup. Sebaliknya, umrah adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, tetapi tidak wajib. Meskipun demikian, umrah tetap memiliki keutamaan dan keberkahan yang besar dalam Islam.
Perbedaan utama antara keduanya adalah waktu pelaksanaannya. Haji hanya dapat dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, pada waktu yang sudah ditentukan, sedangkan umrah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun.
Dilansir dari situs Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Kementerian Agama (Kemenag), apabila seseorang sudah dianggap mampu untuk menunaikan haji, maka yang lebih utama adalah pergi haji terlebih dahulu. Ini karena ibadah haji merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sekali seumur hidup bagi yang mampu, sedangkan umrah, meskipun dianjurkan, sifatnya sunnah dan bisa dilakukan kapan saja.
Hal ini juga terkait dengan waktu pelaksanaan haji yang hanya terbatas pada bulan Dzulhijjah. Jika seseorang sudah memenuhi syarat dan mampu, maka sebaiknya ia melaksanakan haji terlebih dahulu, sebelum berangkat umrah.
Meski umrah bukan kewajiban, kedua ibadah ini tetap memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim: “Umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya.” (HR. Muslim). Hal ini menunjukkan betapa pentingnya umrah dalam membersihkan dosa-dosa kecil umat Islam.
Di sisi lain, haji memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Rasulullah SAW bersabda: “Haji yang mabrur itu tidak ada balasannya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim). Haji merupakan ibadah yang sangat mulia dan menjadi puncak dari pengabdian seorang Muslim kepada Allah SWT.
Sebelum melaksanakan ibadah haji atau umrah, umat Islam juga harus mempersiapkan kemampuan fisik dan finansial yang memadai. Haji, yang memerlukan waktu lebih lama dan melibatkan rangkaian kegiatan fisik yang berat, membutuhkan persiapan fisik yang optimal. Umrah, meskipun bisa dilakukan kapan saja, juga memerlukan biaya dan tenaga.(dhil)










