Selasa, 29 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

Limit Mulai dari Rp1, Honest Card Ubah Cara Kita Pakai Kartu Kredit

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
15 September 2025
in Bisnis
A A
0
Honest Card
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com, JAKARTA – Tingkat literasi keuangan nasional saat ini sudah mencapai 66,46% menurut OJK, angka yang terbilang tinggi bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Namun, tingkat literasi yang cukup baik tersebut tidak dibarengi dengan kualitas pengambilan keputusan yang baik. Hal ini salah satunya ditunjukkan dengan nilai pinjaman online per Maret 2025 sudah mencapai Rp75,44 triliun dengan kredit macet sebesar Rp1,65 triliun, dan sebagian besar didominasi oleh kelompok usia 19–34 tahun.

Di sisi lain, skema buy now pay later (BNPL) semakin populer karena kemudahan akses, approval cepat, limit besar, dan fleksibilitas pembayaran. Sayangnya, kemudahan akses tersebut justru sering membuat masyarakat lebih rentan mengambil keputusan finansial tanpa perencanaan matang, yang pada akhirnya berkontribusi pada tingginya angka kredit macet.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masalah utama bukan sekadar soal akses, tetapi bagaimana cara konsumen memanfaatkan produk keuangan. Di sinilah penting membedakan antara BNPL dan kartu kredit. BNPL dirancang untuk transaksi jangka pendek dengan cicilan cepat, sementara kartu kredit menawarkan perlindungan konsumen yang lebih menyeluruh, meskipun tingkat persetujuannya lebih ketat.

Alih-alih menawarkan limit besar dengan risiko gagal bayar yang tinggi, atau menutup pintu bagi konsumen yang belum memenuhi syarat ketat, Honest Card sebagai penyedia kartu kredit memperkenalkan pendekatan berbeda, yakni limit yang dimulai dari Rp1, lalu bertumbuh sehat seiring konsistensi kebiasaan baik penggunanya.

Artikel Terkait

Volume Transaksi Melonjak di JFX dan KBI, DIDIMAX Tekankan Pentingnya Edukasi Risiko bagi Investor

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

Dolar AS Tembus Rp18.000 Lagi pada Pembukaan Perdagangan Selasa

Memiliki Cara Kerja yang Unik
Dengan limit awal Rp1, Honest Card tetap berfungsi penuh untuk transaksi sehari-hari setelah pengguna melakukan pengisian kredit. Dipandu oleh misi dalam aplikasi seperti bertransaksi minimal tiga kali dalam sebulan, Honest akan mengevaluasi akun dan secara otomatis menambahkan limit bagi mereka yang menunjukkan kebiasaan finansial sehat. Pendekatan ini memungkinkan Honest melayani segmen masyarakat yang selama ini terkunci dari akses produk keuangan pembiayaan formal karena memiliki sedikit atau bahkan tanpa riwayat kredit, tetapi tetap meminimalkan risiko gagal bayar.

Sebagai satu-satunya fintech dengan lisensi kartu kredit dari Bank Indonesia, Honest memastikan inovasi limit Rp1 ini relevan untuk mendorong kebiasaan finansial yang lebih sehat. Hal ini terlihat dari penggunaan kartu kredit limit Rp1 pada transaksi sehari-hari seperti e-commerce, SPBU, minimarket, hingga aplikasi transportasi.

Amertya Ardya Oktoriano Putantri, Brand Marketing Lead Honest Card, menjelaskan, “Honest ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap kartu kredit. Bukan lagi soal gengsi limit besar, melainkan bagaimana kredit bisa menjadi sarana membangun kebiasaan finansial yang sehat dan terukur.”

Limit yang bertumbuh ini tidak hanya memenuhi kebutuhan rutin, seperti membeli kopi, mengisi bensin, hingga belanja kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat digunakan untuk membangun rekam jejak kredit. Hal ini membedakan kartu kredit dari metode pembayaran lain seperti debit atau e-wallet yang tidak tercatat dalam rekam jejak kredit. Selain itu, setiap transaksi dengan Honest Card juga memberikan 1% cashback unlimited, menghadirkan manfaat premium yang biasanya eksklusif, kini bisa diakses oleh lebih banyak orang. Dengan begitu, kredit tidak lagi dipandang sebagai beban finansial, melainkan sebagai alat yang membantu mengatur arus kas secara lebih realistis sesuai kebutuhan.

Melalui inovasi ini, Honest Card membuktikan bahwa langkah kecil dapat membawa dampak besar: membuka akses yang lebih luas sekaligus membangun kebiasaan finansial yang sehat bagi masyarakat Indonesia. “Di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan, banyak masyarakat menghadapi kecemasan keuangan dan mencari solusi yang relevan untuk jangka panjang. Honest hadir untuk membantu menjawab keresahan itu dengan cara sederhana. Lewat akses kredit yang aman, relevan, dan mendorong konsistensi dalam membangun fondasi finansial yang lebih sehat,” tutup Amertya.

Honest percaya bahwa inovasi sederhana bisa membawa perubahan besar. Melalui pendekatan limit bertahap, Honest ingin menunjukkan bahwa solusi finansial yang sehat dapat memberi dampak positif tidak hanya bagi pengguna, tetapi juga bagi ekosistem keuangan Indonesia secara keseluruhan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi web Honest.co.id  atau ikuti media sosial Honest di https://www.instagram.com/honestindo/ dan https://www.tiktok.com/@honestindo. (rls/sh)

Topik: Honest Card

TerkaitBerita

Volume Transaksi Melonjak di JFX dan KBI, DIDIMAX Tekankan Pentingnya Edukasi Risiko bagi Investor
Ekonomi

Volume Transaksi Melonjak di JFX dan KBI, DIDIMAX Tekankan Pentingnya Edukasi Risiko bagi Investor

oleh Editor : Akula
29 September 2026
Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026
Bisnis

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

oleh Editor : Anggoro
29 September 2026
Dolar AS Tembus Rp18.000 Lagi pada Pembukaan Perdagangan Selasa
Bisnis

Dolar AS Tembus Rp18.000 Lagi pada Pembukaan Perdagangan Selasa

oleh Editor : Affandy
29 September 2026
IFG dan Jamkrindo Sinergi Dorong UMKM Naik Kelas
Bisnis

IFG dan Jamkrindo Sinergi Dorong UMKM Naik Kelas

oleh Editor : Anggoro
28 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

29 September 2026
7 Motor Listrik Murah 2026, Harga Mulai Rp9 Jutaan hingga Pilihan Baterai Swap

7 Motor Listrik Murah 2026, Harga Mulai Rp9 Jutaan hingga Pilihan Baterai Swap

29 September 2026
Kemendikdasmen: PJJ Terbuka untuk Anak dengan Kondisi Kesehatan Khusus, Termasuk Pasien Kanker

Kemendikdasmen: PJJ Terbuka untuk Anak dengan Kondisi Kesehatan Khusus, Termasuk Pasien Kanker

29 September 2026
172 Peserta PPDS FK Unair Mengalami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan di RSUD Dr Soetomo

172 Peserta PPDS FK Unair Mengalami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan di RSUD Dr Soetomo

29 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4792 shares
    Share 1917 Tweet 1198
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    361 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    965 shares
    Share 386 Tweet 241
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya