Selasa, 29 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

Editor : Akula oleh Editor : Akula
29 September 2026
in Kesehatan
A A
0
LVAD Buka Pilihan Terapi Baru bagi Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut

Siloam Hospitals Kebon Jeruk tercatat sebagai rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang berhasil memasang HeartMate 3 LVAD. (Foto. AKULA/KORANINDOPOS.COM)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Pasien gagal jantung stadium lanjut kini memiliki pilihan terapi tambahan selain transplantasi jantung atau perawatan paliatif. Pilihan tersebut adalah Left Ventricular Assist Device (LVAD), teknologi yang membantu kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Teknologi tersebut mulai diterapkan Siloam Hospitals Kebon Jeruk. Rumah sakit ini tercatat sebagai rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang berhasil memasang HeartMate 3 LVAD.

Advanced Heart Failure Consultant, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, mengatakan LVAD dapat menjadi pilihan bagi pasien yang sudah berada pada kondisi gagal jantung lanjut dan membutuhkan penanganan lebih kompleks.

“LVAD memberikan pilihan terapi bagi pasien gagal jantung lanjut yang membutuhkan penanganan lebih kompleks. Sebelumnya, pasien dalam kondisi tersebut memiliki pilihan terbatas, termasuk transplantasi jantung atau perawatan paliatif,” ujarnya dalam acara Konferensi Pers Siloam Hospitals Kebon Jeruk: A Heartbeat of History di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Artikel Terkait

172 Peserta PPDS FK Unair Mengalami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan di RSUD Dr Soetomo

52 Juta Peserta Non Aktif, BPJS Kehilangan Rp 24 T Setahun

Kemenkes Uji Coba Sistem Rujukan Baru BPJS di Bandung, Tak Lagi Berjenjang

Menurut Leonardo, sekitar 10 persen pasien gagal jantung dapat berkembang menjadi stadium lanjut. Pada kondisi tersebut, penggunaan obat-obatan saja sering kali tidak lagi mencukupi.

“Sekitar 10 persen pasien gagal jantung dapat berkembang menjadi gagal jantung stadium lanjut. Pada tahap tersebut, obat-obatan sering kali tidak lagi mencukupi,” ujarnya.

Data internasional yang dipaparkan Leonardo menunjukkan adanya perbedaan tingkat kelangsungan hidup antara pasien gagal jantung lanjut yang menggunakan LVAD dan pasien yang tidak menggunakan perangkat tersebut.

“Data menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup pasien tanpa alat pada gagal jantung lanjut tidak mencapai 50 persen dalam satu tahun. Sementara itu, pasien pengguna LVAD memiliki tingkat kelangsungan hidup sekitar 64 persen dalam lima tahun,” katanya.

Untuk pasien berusia 50 tahun ke bawah, tingkat kelangsungan hidup lima tahun yang dilaporkan mencapai 76 persen. Leonardo menyebut angka tersebut mengacu pada data internasional mengenai penggunaan LVAD pada pasien gagal jantung lanjut.

Meski demikian, Leonardo menegaskan HeartMate 3 LVAD bukan teknologi baru. Perangkat tersebut telah digunakan di dunia selama lebih dari satu dekade. Penerapannya di Indonesia menjadi bagian dari pengembangan layanan untuk menangani pasien dengan gagal jantung stadium lanjut.

“Penerapan teknologi ini menghadapi beberapa tantangan di Indonesia. Salah satunya adalah biaya perangkat yang sangat mahal,” ujarnya.

Tantangan lainnya adalah kebutuhan terhadap tim medis dengan kompetensi khusus. Penggunaan LVAD membutuhkan kerja multidisiplin, mulai dari dokter, tim bedah hingga tenaga kesehatan yang menangani perawatan pasien.

Ketersediaan tenaga dengan keahlian khusus juga masih terbatas. Leonardo menyebut hanya enam dokter Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan subspesialis gagal jantung di luar negeri.

Di sisi lain, ia menilai persoalan gagal jantung tidak cukup ditangani ketika pasien sudah berada pada tahap lanjut. Pengobatan perlu dioptimalkan sejak awal agar kondisi pasien tidak berkembang menjadi lebih berat.

“Kesadaran masyarakat tentang gagal jantung masih sangat rendah. Banyak orang lebih mengenal penyakit jantung koroner dan pemasangan cincin daripada gagal jantung,” katanya.

Karena itu, edukasi dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam penanganan gagal jantung. Leonardo menyebut sebagian besar obat modern untuk penyakit tersebut sebenarnya sudah tersedia di Indonesia.

Pengembangan layanan LVAD di Siloam Hospitals Kebon Jeruk sendiri merupakan hasil dari persiapan tim medis. Managing Director Siloam Hospitals Group, dr. Grace Frelita, mengatakan pengembangan layanan tersebut diarahkan untuk membantu pasien yang membutuhkan penanganan gagal jantung stadium lanjut.

“Bukan ambisi untuk meraih jalan pertama yang kami harapkan. Keyakinan kami adalah bahwa di balik setiap langkah pertama, ada orang-orang yang bisa kita selamatkan,” katanya.

Grace menjelaskan rumah sakit membangun layanan gagal jantung melalui persiapan dan pengembangan kemampuan tim medis. LVAD kemudian menjadi salah satu pilihan bagi pasien gagal jantung stadium lanjut yang menghadapi keterbatasan akses terhadap transplantasi jantung. (RIS/Kul)

Topik: jantungLeft Ventricular Assist Devicerumah sakit Siloamsiloam

TerkaitBerita

172 Peserta PPDS FK Unair Mengalami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan di RSUD Dr Soetomo
Kesehatan

172 Peserta PPDS FK Unair Mengalami Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi Makanan di RSUD Dr Soetomo

oleh Editor : Affandy
29 September 2026
JAMINAN KESEHATAN: Pelayanan kepada masyarakat di Kantor BPJS Kesehatan Jambi pada Senin (20/1/2025). (Foto Ilustrasi: ANTARA/Tuyani)
Kesehatan

52 Juta Peserta Non Aktif, BPJS Kehilangan Rp 24 T Setahun

oleh Editor : Memoarto
29 September 2026
Kemenkes Uji Coba Sistem Rujukan Baru BPJS di Bandung, Tak Lagi Berjenjang
Kesehatan

Kemenkes Uji Coba Sistem Rujukan Baru BPJS di Bandung, Tak Lagi Berjenjang

oleh Editor : Affandy
28 September 2026
BGN Temukan Telur MBG di Batang Diolah Sejak Malam, Baru Dipanaskan Dini Hari
Kesehatan

BGN Temukan Telur MBG di Batang Diolah Sejak Malam, Baru Dipanaskan Dini Hari

oleh Editor : Affandy
25 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya