Koranindopos.com, Jakarta – Film Ahlan Singapore tidak hanya menjadi proyek drama romantis lintas negara, tetapi juga ajang pembuktian bagi Kiesha Alvaro sebagai aktor muda yang diuji lewat detail teknis akting. Dalam film produksi MD Pictures tersebut, Kiesha dituntut menampilkan karakter dengan latar budaya berbeda, salah satunya melalui penggunaan logat Singlish yang khas.
Tantangan tersebut datang di tengah jadwal persiapan yang terbatas. Kiesha mengaku hanya memiliki waktu singkat untuk beradaptasi dengan cara bicara masyarakat Singapura, sementara proses syuting terus berjalan. Kondisi ini menempatkan kemampuan belajar cepat dan kedisiplinan sebagai kunci utama keberhasilan perannya.
Alih-alih menjadikan keterbatasan waktu sebagai kendala, Kiesha memilih pendekatan intensif. Ia memanfaatkan interaksi di luar lokasi syuting untuk terus berlatih, termasuk berdiskusi dan bertukar rekaman suara dengan lawan mainnya. Upaya tersebut dilakukan agar aksen yang ia gunakan terdengar natural dan tidak dibuat-buat.
Dukungan datang dari Dwynna Win, rekan main yang memiliki pengalaman tinggal di Singapura. Dwynna menilai proses adaptasi logat bukan perkara sederhana, terlebih bagi aktor yang tidak terbiasa dengan lingkungan bahasa setempat. Menurutnya, konsistensi Kiesha dalam berlatih menjadi faktor penentu.
Pendekatan kerja yang detail ini berdampak langsung pada hasil akhir film. Beberapa penonton bahkan sempat mengira Kiesha memiliki latar Singapura karena pengucapan dan ritme bicaranya dinilai meyakinkan. Respons tersebut menjadi indikator bahwa kerja teknis di balik layar ikut berkontribusi pada kualitas akting di layar lebar.
Bagi Kiesha, pengalaman ini mempertegas bahwa akting tidak hanya soal menghafal dialog atau membangun emosi, tetapi juga memahami konteks sosial karakter yang dimainkan. Ia menyebut proses ini sebagai pelajaran penting dalam perjalanan kariernya sebagai aktor film.
Ahlan Singapore, garapan sutradara Indra Gunawan, mengisahkan Aisyah (Rebecca Klopper), mahasiswi asal Indonesia yang menempuh pendidikan di Singapura dan terlibat hubungan emosional dengan dua pria, Liam (Kiesha Alvaro) dan Ridwan (Ibrahim Risyad). Film ini menempatkan latar budaya sebagai bagian penting dari konflik cerita. Brg/Kul)










