Koranindopos.com, JAKARTA – Dalam rangka Inisiatif mewujudkan Lansia Berdaya, Mahasiswa dan Mahasiswi dari kelas PRDC 26-1 TP LSPR Institute of Communication and Business menggagas program sosial bertajuk SAPA LANSIA, penyelenggaraan diselengarakan di Balai Warga RW 11, Kelurahan Pondok Bambu, kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Senin (14/7).
Menurut Ketua pelaksana Surya Ananda Saputra mengatakan bahwa “program sapa lansia ini hadir untuk meningkatkan produktivitas dan semangat hidup para lansia melalui rangkaian kegiatan”. Program yang sudah berjalan sejak bulan Juni 2025 dengan berbagai aktivitas menarik dan bermanfaat. Di antaranya senam lansia yang bertujuan menjaga kebugaran tubuh dan mencegah penyakit degeneratif, kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), serta pembuatan prakarya sederhana yang mampu merangsang kreativitas dan ketangkasan motorik.
Ditambahkan oleh Latifa Ramonita M.Ikom. Selaku dosen pengampu dari mata kuliah community development, “Hari ini merupakan rangkaian dari Committee Development dari Mahasiswa kami di London School khususnya kelas Public Relations, jadi temanya adalah untuk memberdayakan para Lansia, bagaimana caranya untuk mengisi waktu di usia senja agar tetap produktif.
Dosen mata kuliah “Projects – PR Programs & evaluation”, Sophia Bernadette S.E., M.I.kom, mengatakan “TOGA sendiri merupakan pemanfaatan lahan rumah tangga untuk menanam tanaman herbal seperti jahe, kunyit, sereh, dan temulawak yang memiliki khasiat pengobatan alami dan mudah diakses,”ujarnya.
Indro Anugroho selaku Ketua RW 011 Pondok Bambu berharap bahwa “Program ini diharapkan membuka ruang dialog yang jujur dan terbuka mengenai berbagai tantangan yang kerap tidak dibicarakan secara terbuka oleh para lansia”.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan gratis akan dilakukan bekerja sama dengan posyandu Lansia setempat sebagai bentuk perhatian terhadap aspek kesehatan fisik peserta. Sebanyak 100 lansia dijadwalkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini.
“Program ini bukan sekadar penutupan, melainkan perayaan hidup yang sarat makna. Momen ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan bagi para lansia untuk tetap merasa berarti, dihargai, dan terhubung dengan lingkungannya,”pungkas Sophia Bernadette. (why)










