Koranindopos.com – JAKARTA – Di saat banyak anak muda berlomba mencari pekerjaan di perusahaan besar atau mengejar karier kantoran, seorang pemuda asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, justru memilih jalan hidup yang berbeda. Hanan (21) memutuskan menjadi peternak kambing sambil menjalani kuliah semester empat jurusan sejarah di Universitas Islam Negeri Jakarta.
Pilihan tersebut bukan hadir tanpa alasan. Perjalanan Hanan menjadi peternak bermula dari kondisi ekonomi keluarganya yang terdampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020.
Saat pandemi melanda Indonesia, kondisi ekonomi keluarga Hanan mengalami penurunan drastis. Untuk bertahan hidup, kedua orangtuanya memanfaatkan lahan kosong yang berada di belakang kontrakan mereka di kawasan Taman Tridaya Indah, Kabupaten Bekasi, untuk bercocok tanam.
Di lahan tersebut, keluarga Hanan menanam berbagai jenis sayur-mayur seperti cabai dan terong. Tidak berhenti di situ, ayah Hanan juga mencoba membuka usaha peternakan ayam.
“Ayah dan ibu saya menanam cabai, terong, dan sayur-mayur lainnya. Kemudian, ayah saya mencoba beternak ayam,” ujar Hanan saat diwawancarai, Jumat (22/5/2026).
Ketika itu, sang ayah mendatangkan sekitar 300 ekor ayam dari Jawa Timur untuk diternakkan di area perumahan. Namun setelah berjalan selama enam bulan, usaha tersebut dinilai kurang cocok untuk diteruskan.
Meski usaha ternak ayam tidak berjalan sesuai harapan, keluarga Hanan tidak menyerah. Mereka terus mencari peluang usaha lain demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Kesempatan itu datang menjelang Hari Raya Iduladha tahun 2020 ketika ayah Hanan mendapat tawaran menjadi reseller kambing dari rekannya.
“Pertama kali pada tahun 2020, ayah saya menjadi reseller sekitar 30 ekor dan langsung habis,” kata Hanan.
Menariknya, saat itu ayah Hanan sama sekali belum memiliki pengalaman di dunia peternakan kambing. Namun berbekal keberanian dan relasi pertemanan, puluhan kambing berhasil terjual.
Melihat potensi usaha yang cukup menjanjikan, pada tahun berikutnya keluarga Hanan kembali menjalankan usaha reseller kambing menjelang Iduladha.
Perjalanan usaha keluarga tersebut terus berkembang. Pada tahun 2022, Hanan bersama ayahnya memutuskan membangun kandang kambing permanen di lahan bekas peternakan ayam dan kebun sayur milik keluarga.
Meski sudah memiliki kandang sendiri, saat itu mereka masih fokus menjadi reseller dan belum sepenuhnya beternak kambing secara mandiri.
Barulah pada tahun 2024, setelah lulus sekolah dan sekitar tiga bulan menjelang Hari Raya Iduladha, Hanan mulai serius menekuni dunia peternakan kambing.
Keputusan Hanan untuk serius menjalankan usaha peternakan ternyata juga dipengaruhi kegagalannya masuk ke kampus impian di Yogyakarta.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, ia justru memilih fokus membantu mengembangkan usaha keluarga sambil tetap melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Negeri Jakarta.
Kini, Hanan menjadi contoh bahwa anak muda atau generasi Z tidak harus selalu mengikuti jalur karier konvensional. Dengan ketekunan dan keberanian melihat peluang, usaha peternakan kambing yang dirintis bersama keluarga justru menjadi sumber penghasilan sekaligus pengalaman berharga bagi masa depannya.
Kisah Hanan menunjukkan bahwa sektor peternakan masih memiliki peluang besar bagi generasi muda. Di tengah sulitnya lapangan kerja dan tingginya persaingan dunia kerja, usaha berbasis peternakan dan pertanian dapat menjadi alternatif yang menjanjikan jika dikelola dengan serius.
Perjalanan Hanan juga menjadi bukti bahwa kegagalan masuk kampus impian bukan akhir dari segalanya. Dengan semangat beradaptasi dan keberanian mengambil peluang, anak muda tetap bisa membangun masa depan melalui jalan yang mungkin berbeda dari kebanyakan orang.(dhil)










