Koranindopos.com – JAKARTA – Sebuah pabrik yang memproduksi bukhur, dupa, dan menyan di Kampung Bayur, Kota Tangerang, dilanda kebakaran pada Senin (20/7/2026) sore. Besarnya kobaran api membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengerahkan puluhan personel dan belasan unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.10 WIB. Tak lama setelah menerima informasi tersebut, tim pemadam langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
“Kejadian sekitar pukul 17.10 WIB. Kami mengerahkan 14 unit dan 50 personel untuk melakukan pemadaman,” ujar Andia.
Objek yang terbakar diketahui merupakan pabrik yang memproduksi berbagai kebutuhan ritual dan wewangian, seperti bukhur, dupa, dan menyan. Material yang mudah terbakar di dalam pabrik diduga membuat kobaran api cepat membesar sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra.
Hingga Senin malam, petugas masih terus berupaya memadamkan titik-titik api yang tersisa agar kebakaran tidak kembali membesar.
Insiden kebakaran ini juga mengakibatkan tiga orang mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap tebal yang menyelimuti area sekitar pabrik.
Meski demikian, ketiganya telah mendapatkan penanganan medis dari petugas Palang Merah Indonesia (PMI) yang berada di lokasi.
“Tapi sudah aman ditangani rekan-rekan PMI,” kata Andia.
Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kondisi para korban sesak napas dilaporkan telah tertangani.
Andia menjelaskan, proses pemadaman sempat mengalami kendala karena kondisi angin yang cukup kencang. Tiupan angin membuat kobaran api dengan cepat menjalar hingga menyeberang ke sisi jalan, sehingga memperbesar area yang harus diamankan petugas.
Selain itu, waktu kejadian yang bertepatan dengan jam pulang kerja menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sangat padat. Kondisi tersebut sempat memperlambat mobilisasi armada pemadam menuju lokasi kebakaran.
“Di awal angin cukup kencang sehingga api menyeberang jalan. Ditambah padatnya orang saat jam pulang kerja. Kondisi mulai kondusif setelah akses jalan ditutup dan disterilkan,” jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, petugas gabungan masih melakukan proses pendinginan dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas juga akan melakukan pendataan terkait besarnya kerugian akibat insiden tersebut setelah proses pemadaman dan olah tempat kejadian perkara selesai dilakukan.
BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kebakaran demi menjaga keselamatan dan memberikan ruang bagi petugas yang masih bekerja di lapangan.(dhil/kmps)










