JAKARTA, koranindopos.com – Menko Polhukam Mahfud MD menilai, langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit membentuk tim investigasi kasus kematian ajudan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo, sudah tepat. Tim tersebut sudah cukup mewakili sikap dan langkah pemerintah karena di dalamnya ada personel-personel Polri yang kredibel.
”Tim investigasi terdiri orang-orang kredibel yang dipimpin oleh Komjen Gatot Eddy. Itu sudah mewakili sikap dan langkah pemerintah, sehingga Kemenko Polhukam akan mengawalnya,” kata Mahfud yang masih melaksanakan rangkaian ibadah di Madinah.
Menurut Mahfud, kasus tersebut memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak kejanggalan yang muncul. Termasuk, penjelasan Polri sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya.
Menurut Mahfud, kredibilitas Polri dan pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini. Sebab, dalam lebih dari setahun terakhir, Polri selalu mendapat penilaian atau persepsi positif yang tinggi dari publik, sesuai hasil berbagai lembagai survei. ”Kinerja positif pemerintah dikontribusi secara signifikan oleh bidang politik dan keamanan, serta penegakan hukum. Hasil survei terakhir Indikator Politik yang baru diumumkan kemarin misalnya mengatakan begitu,” terangnya.
Sebagai Ketua Kompolnas, Mahfud juga sudah berpesan kepada Sekretaris Kompolnas Benny J. Mamoto untuk aktif menelisik kasus ini guna membantu Polri membuat perkara menjadi terang. ”Perkembangannya bagus juga karena selain membentuk Tim, Kapolri juga sudah mengumumkan untuk menggandeng Kompolnas dan Komnas HAM guna mengungkap secara terang kasus ini,” ujarnya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya memastikan bahwa proses pengusutan kasus baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, akan berjalan objektif dan transparan. ”Kami yakinkan bahwa kami institusi Polri akan lakukan semua proses ini (pengusutan) secara objektif, transparan, dan akuntabel, ini semua akan kita sampaikan pada saat semua hasil proses penyelidikan, penyidikan, dan temuan yang bisa didapat oleh tim gabungan internal eksternal ini menjadi satu kesatuan yang kemudian menjadi kesimpulan untuk melengkapi apa yang selama ini sudah dilaksanakan oleh penyidik,” terang Sigit di Mabes Polri, Jakarta pada Selasa (12/7/2022).
Sigit menekankan, proses pengusutan tersebut akan diawasi secara serius baik dari proses penyelidikan, penyidikan, dan mencari temuan-temuan lainnya. Pasalnya, dalam pengusutan ini, Kapolri telah membentuk tim gabungan khusus terdiri dari internal dan eksternal. ”Yang pasti, penanganan kita akan laksanakan secara serius dengan diawasi tim yang ada. Baik awasi proses penyelidikan, penyidikan maupun hal-hal lain yang mungkin akan bisa didapat ini tentunya akan dipertanggung jawabkan kepada publik,” ujar Sigit.
Sebagaimana telah diberitakan, publik dihebohkan dengan tragedi baku tembak di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022). Aksi saling tembak tersebut terjadi antara dua pengawal Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo. Mereka adalah Bharada E dan Brigadir J. Bharada E merupakan penembak kelas satu di kesatuan Pelopor. Peristiwa tersebut menyebabkan Brigadir J tewas dengan luka tembak dan sayatan. Publik menilai kematian tersebut sarat akan kejanggalan. (wyu/mmr)









