Koranindopos.com, JAKARTA – Debit air Waduk Gajah Mungkur (WGM) berkurang akibat kemarau panjang membuat kompleks makam kuno bermunculan. Salah satu yang terkenal adalah makam dusun Sentono, Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng). “Sudah mulai nampak sejak awal bulan lalu. Ini airnya semakin surut, sehingga ini sudah keseluruhan makamnya terlihat,” kata warga di sekitar lokasi makam, Mardi, dilansir detikJateng pada Sabtu (10/10/2026).
Ratusan batu nisan nampak di makam dusun Sentono, yang dulunya berada di Desa Ngungkingsari. Terlihat makam itu dulunya memiliki tembok pembatas, karena masih ada sisa-sisa seperti pondasi di ujung barat makam.
Mardi mengatakan, warga Desa Ngungkingsari sudah bedol desa ke Sumatera, namun saat WGM surut seperti ini, ada warga yang kembali untuk melihat kampung halaman mereka dulunya. “Beberapa waktu lalu ada rombongan gitu ke sini. Kalau nggak salah dulunya mereka warga Dusun Pondok (salah satu dusun yang ditenggelamkan). Istilahnya ke sini napak tilas, kampung halaman mereka dulu,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Wuryantoro, Suparso, 77, mengatakan makam dusun Sentono dulunya cukup besar. “Itu makam dukuh, namanya kampung Sentono di wilayah Desa Ngungkingsari. Makamnya cukup besar, mungkin separuhnya lapangan sepakbola. Kalau nisannya memang dari batu keras putih, sederhana, hanya berbentuk batu panjang,” kata Suparso. (dtk/mmr)








