Minggu, 11 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Kepala BGN Tegaskan Anak Panti Asuhan yang Bersekolah Mendapat MBG Lewat Sekolah

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
11 Oktober 2026
in Nasional
A A
0
Kepala BGN Tegaskan Anak Panti Asuhan yang Bersekolah Mendapat MBG Lewat Sekolah

Foto: dok. kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa anak-anak panti asuhan yang bersekolah tetap menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sekolah masing-masing. Penjelasan ini disampaikan untuk merespons polemik mengenai anak-anak panti asuhan yang disebut belum mendapatkan manfaat program tersebut.

Sudaryono menjelaskan, penyaluran MBG bagi anak panti asuhan yang bersekolah dilakukan melalui mekanisme dan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Diberikan MBG di tempat mereka bersekolah abang. Ada mekanisme dan regulasinya. Mohon dukungan selalu,” tulis Sudaryono dalam kolom komentar akun Instagram @syamsulaco, sebagaimana dikutip dari siaran pers BGN, Sabtu (10/10/2026).

Melalui mekanisme tersebut, anak-anak panti asuhan yang menempuh pendidikan dapat menerima MBG melalui sekolah tempat mereka belajar. Penyaluran dilakukan dengan mengikuti ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan program pemerintah tersebut.

Artikel Terkait

123,2 Hektare Lahan di Raja Ampat Terbakar akibat Karhutla, Api Berhasil Dipadamkan

Viral Video Penganiayaan Siswa SMP di Sepatan, Tiga Remaja Dilaporkan ke Polisi

Kemenhaj Tegaskan Kesehatan Jadi Syarat Mutlak Berangkat Haji, Bukan Sekadar Kemampuan Finansial

Pernyataan Sudaryono sekaligus memberikan penjelasan mengenai jalur distribusi MBG bagi anak panti asuhan yang masih berstatus sebagai peserta didik.

Meski demikian, penjelasan tersebut belum merinci mekanisme penyaluran bagi anak-anak panti asuhan yang tidak bersekolah atau belum terjangkau layanan MBG.

Karena itu, persoalan akses bagi kelompok anak tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut agar cakupan penerima manfaat program dapat dipahami secara menyeluruh.

Selain menjelaskan penyaluran bagi anak panti asuhan yang bersekolah, Sudaryono juga menerangkan bahwa distribusi MBG untuk balita dilakukan melalui pos pelayanan terpadu (posyandu).

Menurut dia, posyandu menjadi salah satu saluran distribusi program untuk menjangkau kelompok sasaran balita.

“Untuk balita juga disalurkan melalui channel-channel MBG yaitu posyandu, yang juga merupakan salah satu saluran distribusi program,” ungkap Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar.

Penggunaan posyandu sebagai jalur distribusi tersebut menjadi bagian dari mekanisme penyaluran MBG kepada kelompok sasaran di luar lingkungan sekolah.

BGN menyatakan, tanggapan Sudaryono melalui media sosial merupakan bentuk komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Melalui ruang interaksi digital, masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan sekaligus memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan program pemerintah.

“Melalui ruang interaksi digital, masyarakat dapat memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan program pemerintah, termasuk mekanisme penyalurannya kepada kelompok sasaran,” tulis BGN dalam siaran persnya.

BGN berharap komunikasi tersebut dapat membantu masyarakat memahami mekanisme distribusi MBG. Di sisi lain, kejelasan mengenai penyaluran bagi anak panti asuhan yang belum bersekolah atau belum terjangkau program tetap menjadi hal penting untuk diperhatikan dalam pelaksanaan MBG.(dhil/kmps)

Topik: anak panti asuhankepala bgnMBG

TerkaitBerita

123,2 Hektare Lahan di Raja Ampat Terbakar akibat Karhutla, Api Berhasil Dipadamkan
Nasional

123,2 Hektare Lahan di Raja Ampat Terbakar akibat Karhutla, Api Berhasil Dipadamkan

oleh Editor : Affandy
11 Oktober 2026
Viral Video Penganiayaan Siswa SMP di Sepatan, Tiga Remaja Dilaporkan ke Polisi
Peristiwa

Viral Video Penganiayaan Siswa SMP di Sepatan, Tiga Remaja Dilaporkan ke Polisi

oleh Editor : Affandy
10 Oktober 2026
Kemenhaj Tegaskan Kesehatan Jadi Syarat Mutlak Berangkat Haji, Bukan Sekadar Kemampuan Finansial
Nasional

Kemenhaj Tegaskan Kesehatan Jadi Syarat Mutlak Berangkat Haji, Bukan Sekadar Kemampuan Finansial

oleh Editor : Affandy
10 Oktober 2026
Keppres Biaya Haji 2027 Diperkirakan Terbit Pekan Depan, Jemaah Bisa Segera Lunasi
Nasional

Keppres Biaya Haji 2027 Diperkirakan Terbit Pekan Depan, Jemaah Bisa Segera Lunasi

oleh Editor : Affandy
10 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

JADI WALI KOTA: Hitler Mussolini Simeon Flores meraih 229 dari 663 suara dalam pemilihan wali kota Queropalca, Peru, dan akan menjabat mulai 1 Januari. (Foto: AFP/ERNESTO BENAVIDES)

Pria Bernama Hitler Menang Pemilihan Wali Kota di Peru

11 Oktober 2026
PELUAG KECIL: Reaksi Vinicius Junior dalam laga Bayern Munchen vs Real Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 pada Kamis (16/4/2026). (Foto: (c) AP Photo/Matthias Schrader)

Real Madrid Menang Tipis, Vinicius Junior Diganjar Kartu Merah

11 Oktober 2026
CFD Sudirman-Thamrin Jakarta Minggu 11 Oktober Berakhir Lebih Cepat, Ini Alasannya

CFD Sudirman-Thamrin Jakarta Minggu 11 Oktober Berakhir Lebih Cepat, Ini Alasannya

11 Oktober 2026
123,2 Hektare Lahan di Raja Ampat Terbakar akibat Karhutla, Api Berhasil Dipadamkan

123,2 Hektare Lahan di Raja Ampat Terbakar akibat Karhutla, Api Berhasil Dipadamkan

11 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4970 shares
    Share 1988 Tweet 1243
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1028 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jorge Jesus Enggan Menambah Besar Polemik Dengan Cristiano Ronaldo

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya