Jenazah Prof Ichlasul akan dibawa ke Yogyakarta untuk dimakamkan di Pemakaman Sawitsari, Sleman. Sebelum dimakamkan, jenazah akan disemayamkan di Balairung Gedung Pusat UGM untuk penghormatan terakhir oleh keluarga besar UGM.
Rektor UGM saat ini, Prof Ova Emilia, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Prof Ichlasul. Menurut Prof Ova, selama masa kepemimpinannya, Prof Ichlasul memberikan kontribusi besar bagi perkembangan UGM, termasuk dalam peningkatan mutu pendidikan dan penguatan jejaring internasional universitas.
“Keluarga Besar Universitas Gadjah Mada mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas kepergian beliau. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan,” ujar Prof Ova.
Prof Ichlasul lahir di Jember, Jawa Timur, pada 1 Agustus 1942. Ia merupakan lulusan S1 Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM pada 1967. Selanjutnya, ia meraih gelar magister di Ilmu Politik dari Northern Illinois University, Amerika Serikat pada 1974, dan melanjutkan program doktoral di Monash University, Australia, pada 1984. Pada 1994, Prof Ichlasul diangkat sebagai guru besar Ilmu Hubungan Internasional UGM.
Di luar dunia akademis, Prof Ichlasul juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pers dari tahun 2003 hingga 2010 dan terlibat dalam berbagai kajian strategis di Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) sebagai anggotanya sejak 2008. Ia dikenal sebagai pakar dalam bidang partai politik, demokrasi, dan keamanan manusia, serta aktif berkontribusi dalam berbagai isu nasional.
Prof Ichlasul juga menjadi salah satu tokoh penting yang mendukung gerakan reformasi 1998. Pada masa itu, gerakan mahasiswa berkembang luas dan mendapat dukungan dari para pengajar serta pimpinan perguruan tinggi. Bersama beberapa akademisi terkemuka lainnya, Prof Ichlasul ikut menandatangani pernyataan bersama yang mendukung reformasi yang diperjuangkan oleh mahasiswa. Pernyataan tersebut mengajak perguruan tinggi, cendekiawan, profesional, dan organisasi masyarakat untuk mendukung perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.
Kepergian Prof Ichlasul meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar UGM, rekan-rekan sejawat, dan dunia pendidikan Indonesia. Sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar dalam akademik dan demokrasi, namanya akan terus dikenang dalam sejarah pendidikan dan gerakan reformasi di Indonesia.(dhil)










