Koranindoposcom, JAKARTA – Aksi unjuk rasa gabungan ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Front Mahasiswa Nasional (FMN) berlangsung di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Selasa (18/8/2026) siang. Demonstrasi bertajuk #MerebutKemerdekaan tersebut menyuarakan delapan tuntutan, di antaranya stop program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dalam aksi tersebut, Tim Preventive Strike dan Preemptive Education Polda Metro Jaya menangkap 21 orang yang membawa bom molotov dan flare.
“Hari ini, sehari setelah seremoni kenegaraan itu digelar, kami turun ke jalan bukan untuk merayakan, tapi untuk bertanya dengan lantang: kemerdekaan macam apa yang sedang kita rayakan?” kata Ketua BEM UI Yatalatof Imawan di lokasi aksi pada Selasa (18/8/2026).
Yatalatof mengatakan, ada delapan tuntutan yang digaungkan dalam aksi unjuk rasa hari ini. Mereka menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM hingga menetapkan status bencana di sejumlah wilayah. “Ini hanya awalan. Mahasiswa, buruh, petani, guru, pedagang, dan seluruh rakyat yang merasa republik ini sedang dikhianati cita-citanya sendiri, mari kita rebut kembali kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan tidak akan diberikan oleh negara setiap tahun lewat upacara. Ia harus dijemput paksa oleh kekuatan rakyat yang Bersatu,” kata dia, membeberkan dengan suara lantang.
Delapan tuntutan yang dimaksud adalah: 1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri, 2. Hentikan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), 3. Wujudkan reforma agraria sejati, 4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, 5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP, 6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan transfer ke daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah, 7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatera dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana, dan 8. Hentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.
Demonstran bergerak menuju Bundaran HI sekitar 12.00. Aparat kepolisian yang bertugas di lokasi menghalau mereka. Pengadangan dilakukan oleh aparat di dekat Gedung Plaza UOB. Mahasiswa yang ingin tetap menggelar aksi di Bundaran HI terlibat adu mulut dengan aparat kepolisian. Namun pihak kepolisian tetap tidak memberikan akses demo di lokasi tersebut. Imbas dari aksi ini, Jalan M.H. Thamrin yang mengarah dari Dukuh Atas ke Bundaran HI diblokade sementara. Kendaraan yang ingin melintas terpaksa berhenti menunggu akses kembali dibuka.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, terdapat total 31 aksi termasuk aksi BEM UI dan 16 kegiatan masyarakat yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. “Personel yang sudah dipersiapkan 9.242 personel untuk seluruh kegiatan penyampaian aspirasi di depan publik, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya. Ini terdiri dari Polda Metro Jaya 5.670 personel, Polres jajaran 222 personel, TNI 1.500 personel, dan BKO Mabes Polri 1.850 personel,” kata Budi di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (18/8/2026).
Polda Metro Jaya Tangkap 21 Orang
Terkait penangkapan 21 orang, Budi mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan awal, puluhan orang yang diamankan tersebut dipastikan bukan merupakan bagian dari kelompok mahasiswa peserta aksi. “Tim Preventive Strike dan Preemptive Education Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang dan saat ini diminta keterangan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait tentang membawa barang-barang yang dapat membahayakan peserta aksi dan petugas pengamanan serta masyarakat di sekitar,” kata Budi.
Budi menjelaskan, barang membahayakan tersebut di antaranya petasan dan flare. “Adapun barang-barang tersebut berupa petasan ataupun flare, botol yang dipersiapkan sebagai pemicu ataupun pemantik sebagai bom molotov,” kata Budi. (IDN/dtk/jp.com/KIP-hrs/mmr)










