Senin, 12 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Masyarakat Diminta Waspada Beraktivitas di Sekitar Gunung Merapi

Admin oleh Admin
27 Januari 2022
in Nasional, tidak kategori
A A
0
Gunung Merapi
Share on FacebookShare on Twitter

Gunung Merapi

JAKARTA, koranindopos.com – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat waspada, tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya, dan mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar gunung merapi. Informasi tersebut setelah Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM menyampaikan perkembangan aktivitas vulkanik gunung merapi di Provinsi Jawa Tengah.

Aktivitas vulkanik gunung merapi dinilai masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif, dengan sifat erupsi efusif berupa pertumbuhan kubah lava dan pembentukan guguran lava dan awan panas.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono menyatakan, status aktivitas gunung merapi berada pada tingkat siaga (level III) sejak 5 November 2020. Mulai 4 Januari 2021, terjadi erupsi yang bersifat efusif berupa pertumbuhan kubah lava yang diikuti dengan pembentukan guguran lava/rockfalls (RF) dan awanpanas guguran (APG).

Artikel Terkait

Ketika Pupuk Lebih Cepat Sampai ke Petani, Harapan Swasembada Pangan Menguat

Pembunuhan Pelajar Wanita di Kos Jaktim Diduga Direncanakan, Pelaku Incar Ponsel dan Uang Korban

Pemkot Sibolga Percepat Pemulihan Pascabencana, Infrastruktur Prioritas Ditargetkan Rampung Desember 2026

Saat ini terdapat dua pusat erupsi, yaitu di kubah lava tengah kawah dan di tebing puncak sektor barat daya (kubah lava barat daya). Kedua kubah lava terus tumbuh dengan laju rata-rata masing-masing sebesar 5.000 m3/hari dan 10.000 m3/hari.

“Pada tanggal 20 Januari 2022 volume kubah tengah kawah terhitung sebesar 3.007.000 m3 dan kubah lava barat daya sebesar 1.670.000 m3,” ujar Eko dalam siaran pers Kementerian ESDM, Kamis (27/1).

Menurut Eko, hasil analisis data drone dan kamera DSLR menunjukkan kondisi kedua kubah lava dan tebing-tebing puncak sekitarnya masih stabil. Aktivitas RF dan APG dominan bersumber dari kubah lava barat daya terutama ke arah Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 3 km. Aktivitas RF dan APG yang intensif dari kubah tengah kawah terjadi di akhir Juni 2021 ke arah Sungai Gendol (tenggara) dengan jarak luncur maksimal 3 km.

Intensitas data pemantauan seismik internal (VT dan MP) dan deformasi dalam fase erupsi ini cukup signifikan, namun tidak meningkat secara menerus. “Ekstrusi magma diperkirakan masih akan berlangsung dengan tipe erupsi cenderung bersifat efusif,” jelas dia.

Eko menjelaskan, perubahan topografi lereng akibat aktivitas erupsi berpengaruh kepada potensi bahaya guguran dan awan panas berikutnya. Untuk itu perlu dilakukan pemutakhiran penilaian bahaya guguran dan awan panas menggunakan data topografi terbaru.

Karena masih tingginya aktivitas erupsi saat ini, Badan Geologi menetapkan status aktivitas gunung merapi masih pada tingkat siaga (level III), dengan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan – barat daya. Meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

“Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” papar Eko.

Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya tersebut di atas dan mewaspadai bahaya lahar di sungai-sungai yang berhulu di gunung merapi. Terutama saat terjadi hujan.(hai)

Topik: Gunung Merapi

TerkaitBerita

Ketika Pupuk Lebih Cepat Sampai ke Petani, Harapan Swasembada Pangan Menguat
Nasional

Ketika Pupuk Lebih Cepat Sampai ke Petani, Harapan Swasembada Pangan Menguat

oleh Editor : Doe
12 Oktober 2026
Pembunuhan Pelajar Wanita di Kos Jaktim Diduga Direncanakan, Pelaku Incar Ponsel dan Uang Korban
Peristiwa

Pembunuhan Pelajar Wanita di Kos Jaktim Diduga Direncanakan, Pelaku Incar Ponsel dan Uang Korban

oleh Editor : Affandy
12 Oktober 2026
Pemkot Sibolga Percepat Pemulihan Pascabencana, Infrastruktur Prioritas Ditargetkan Rampung Desember 2026
Nasional

Pemkot Sibolga Percepat Pemulihan Pascabencana, Infrastruktur Prioritas Ditargetkan Rampung Desember 2026

oleh Editor : Affandy
12 Oktober 2026
Akses Sulit dan Kekurangan Air Hambat Pemadaman Karhutla di Kalimantan, Hotspot Meningkat
Nasional

Akses Sulit dan Kekurangan Air Hambat Pemadaman Karhutla di Kalimantan, Hotspot Meningkat

oleh Editor : Affandy
12 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

IISE 2026 Hadirkan 200 Inovasi BRIN dan Beragam Program Sains Interaktif

IISE 2026 Hadirkan 200 Inovasi BRIN dan Beragam Program Sains Interaktif

12 Oktober 2026
Ketika Pupuk Lebih Cepat Sampai ke Petani, Harapan Swasembada Pangan Menguat

Ketika Pupuk Lebih Cepat Sampai ke Petani, Harapan Swasembada Pangan Menguat

12 Oktober 2026
TKA SMA 2026 Pakai Sistem Penilaian IRT 2PL, Jumlah Jawaban Benar Sama Bisa Beda Skor

TKA SMA 2026 Pakai Sistem Penilaian IRT 2PL, Jumlah Jawaban Benar Sama Bisa Beda Skor

12 Oktober 2026

Whales: Giants of the Ocean

12 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4991 shares
    Share 1996 Tweet 1248
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1034 shares
    Share 414 Tweet 259
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Jorge Jesus Enggan Menambah Besar Polemik Dengan Cristiano Ronaldo

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Real Madrid Buang Antonio Rudiger di Musim 2027/2028

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya