Koranindopos.com, Jakarta – Industri hiburan tanah air kembali mencatatkan sejarah baru. MDTV bersama Netflix resmi meluncurkan “Ipar Adalah Maut The Series”, sebuah drama panjang yang diadaptasi dari film layar lebar fenomenal berjudul sama. Acara peluncuran digelar meriah di MD Place, Jakarta, pada Rabu (1/10/2025) dan menandai langkah strategis pertama kalinya Netflix menggandeng televisi free to air di Indonesia dalam menghadirkan serial drama.
Kehadiran serial ini bukan sekadar kelanjutan dari kesuksesan filmnya yang menembus lebih dari 4,7 juta penonton di bioskop, tetapi juga memperlihatkan upaya besar MD Entertainment untuk menggabungkan kekuatan produksi televisi dengan standar kualitas internasional. Serial ini tetap berpusat pada kisah rumah tangga Aris dan Nisa yang hancur karena hadirnya sosok adik ipar, Rani, namun cerita akan dikembangkan lebih luas dengan alur yang lebih kompleks.
CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, menyebut kolaborasi ini sebagai tonggak baru.
“Sejak hadir, MDTV konsisten menjadi rumah bagi drama-drama berkualitas di layar kaca Indonesia. Dengan semangat menghadirkan cerita terbaik, MDTV kini bahkan menjalin kolaborasi dengan Netflix lewat Ipar Adalah Maut The Series, membuktikan komitmennya sebagai TV paling drama dengan standar internasional,” ujar Manoj.
Manoj menambahkan, kerja sama ini lahir dari keyakinan bahwa drama Indonesia bisa naik kelas ke level yang lebih tinggi. “Enggak sekadar, oke, free to air artinya sinetron. No, kita mau naikin level sinetron jadi series. Bukan series yang 6, 8, 10, tapi 30, 40, 50, 70. Jadi lebih terkontrol series-nya selesai,” ucapnya.
Dari sisi Netflix, langkah menggandeng MDTV dianggap sejalan dengan misi memperluas ragam konten lokal di platform global mereka.
“Dengan semakin beragamnya penonton Netflix, fokus kami adalah terus memperkaya katalog film dan serial berlisensi dari Indonesia. Ipar Adalah Maut bukan hanya sukses di bioskop, tetapi juga menjadi salah satu film yang paling banyak ditonton di Netflix. Kami sangat menantikan kehadiran Ipar Adalah Maut The Series dan berharap serial ini akan diterima lebih luas lagi, baik oleh penggemar di Indonesia maupun di negara lainnya,” jelas perwakilan Netflix Indonesia.

Secara pemain, MD Entertainment tak main-main. Deva Mahenra kembali dipercaya memerankan tokoh Aris yang disebut “tidak tergantikan” oleh Manoj. Sementara peran Nisa kini dimainkan Tatjana Saphira, dan sosok Rani dipercayakan kepada Nicole Parham. Deretan bintang lain juga ikut memperkuat cerita, di antaranya Alesha Fadilah Kurniawan, Ayu Dyah Pasha, Shayn Ryan, Sonia Alyssa, Lian Firman, hingga Josephine Firmstone.
Sutradara Hanung Bramantyo, yang sebelumnya mengarahkan versi layar lebarnya, kembali dipercaya untuk membawa nuansa serupa dalam format serial. Ia bekerja sama dengan Sanjeev Ram Kishan, kreator di balik sejumlah sinetron populer. Menurut Hanung, tantangan terbesar adalah menjaga dinamika drama tanpa kehilangan nuansa realis yang ia usung di film.
“Series harus ada konflik yang episode 1, 2, 3 ngikut. Ini saya lihatnya kayak slow burn, tapi roller coaster-nya baru akan terasa setelah masuk ke 20-an episode. Jadi konfliknya enggak sekadar dibuat-buat dengan tamparan, tapi benar-benar terasa dekat dengan problem sehari-hari,” kata Hanung.
Bagi Hanung, pengalaman kembali ke dunia televisi membawa tantangan tersendiri.
“Terus terang, saya memang pernah mengerjakan sinetron dulu, tapi bukan yang stripping. Jadi ketika ditawari ini, saya sempat bertanya ke diri sendiri, bisa enggak ya saya mengerjakannya? Karena yang paling saya concern adalah bagaimana membangun dramatik yang enggak boleh kendor. Tapi, apa pun itu, saya punya standar. Jadi meskipun tayang di TV free to air, akting, tata kamera, tata cahaya, semua tetap dengan standar sinema,” tegasnya.
Tatjana Saphira sendiri mengakui peran Nisa membawa beban tersendiri, mengingat karakter ini sudah begitu melekat pada publik.
“Kalau bilang enggak ada beban sih itu berarti kayak bohong ya, pasti adalah bebannya sedikit. Tapi karena karakternya juga disesuaikan sama kita, jadi proses kreatif ini cukup menarik dan menantang. Aku banyak banget belajar selama mengerjakan project Ipar Adalah Maut The Series ini,” kata Tatjana.
Sementara Nicole Parham menuturkan tantangan besar memerankan sosok Rani, yang dalam film sebelumnya dimainkan Davina Karamoy.
“Awal-awal terima peran Rani deg-degan banget ya, apalagi peran Rani pasti banyak banget di-hate sama satu Indonesia. Semoga versi aku bisa diterima. Rani itu kompleks, bisa dibilang baik, bisa dibilang jahat, jadi harus subtle. Penonton harus merasa ada sesuatu yang enggak beres, tapi tetap believable,” ujarnya.
Dengan perpaduan kekuatan cerita, bintang papan atas, serta kerja sama besar antara MDTV dan Netflix, serial ini diharapkan menjadi standar baru bagi produksi drama Indonesia. Seperti disampaikan Manoj Punjabi,
“Ini launching, ini bisa dibilang grand launching-nya MDTV. TV paling drama. Jadi bagi saya ini sesuatu yang beda, MD akan terus berinovasi.” (Brg/Kul)










