Minggu, 9 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Opini

Memperkuat Ekonomi dan Sosial melalui Sektor Pariwisata

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
24 Agustus 2025
in Opini
A A
0
Pariwisata

Ilustrasi wisatawan mancanegara menyaksikan Tari Kecak di Pura Uluwatu. (SHUTTERSTOCK/MAZUR TRAVEL)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Oktavio Nugrayasa*

koranindopos.com – Dunia pariwisata membuka lembaran baru dalam menghadapi tahun 2025. Berdasarkan survei serta pendapat para ahli, minat wisatawan diyakini dan diprediksikan akan meningkat hingga sebesar 58,97 % (persen) terhadap cultural immersion atau pengalaman budaya yang mendalam. Mencuatnya trend tersebut pada tahun ini mencerminkan hasrat wisatawan memperoleh pengalaman lebih mendalam dan autentik dengan budaya lokal ketika berwisata.

Negara Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa dan sudah diakui dunia, terutama karena kekayaan dan bentang alamnya yang beragam. Di Indonesia hampir punya semuanya, seperti keindahan pantai, gunung, danau, serta keanekaragaman hayati yang kaya. Selain itu, Indonesia juga memiliki kekayaan budaya yang kaya, seperti tradisi, seni, dan kuliner yang unik.

Potensi pariwisata di Indonesia juga semakin besar dan beragam berkat kearifan lokal warga dan kreativitasnya. Namun demikian, besarnya potensi pariwisata Indonesia masih belum dimanfaatkan secara maksimal, meskipun memiliki kekayaan alam, budaya, dan kreativitas masyarakat yang luar biasa dan sangat besar.

Artikel Terkait

Membebaskan sektor Riil dari Tekanan Merawat Independensi Bank Central

Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

Studio Guru dan Masa Depan Pendidikan Digital

Daya Saing Parawisata Indonesia Lemah

Sebuah Destinasi Parawisata (DP) yang memiliki daya saing tinggi tidak lahir secara tiba-tiba. Diperlukan lingkungan yang kondusif (yang direncanakan dengan baik) untuk mewujudkannya, dan kebijakan di bidang parawisata menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan dimaksud. Menurut pengamat Goelder dan Ritchie juga memberikan argumentasi yang serupa bahwa Kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) sangat berpengaruh terhadap kemampuan sebuah Destinasi Parawisata (DP) untuk menjaga daya saingnya hingga di tingkat Internasional dan terhadap kemampuan sektor swasta untuk mendapatkan keuntungan yang optimal dalam kegiatan usahanya.

Beberapa faktor yang menjadi kendala ataupun masalah yang dihadapi, antara lain daya saing pariwisata Indonesia yang masih lemah terkait:

  1. Aksesibilitas yaitu, kemudahan dalam memperoleh dan menggunakan sesuatu, baik itu sarana, prasarana, fasilitas, atau informasi.
  2. Infrastruktur yaitu, fasilitas fisik, sistem, dan perangkat keras yang dibutuhkan untuk mendukung
  3. Fasilitas wisatawan yaitu, sarana yang disediakan untuk mendukung kenyamanan, keamanan, dan kemudahan wisatawan saat berkunjung ke suatu destinasi wisata. Fasilitas ini dapat berupa akomodasi, tempat makan, tempat parkir, dan lain-lain.
  4. Pengeloaan atraksi yaitu, upaya untuk mengendalikan dan menyelenggarakan daya tarik wisata, seperti objek dan sumber daya wisata. Pengelolaan ini dilakukan untuk mencapai sasaran yang diinginkan, seperti melestarikan objek wisata dan meningkatkan kualitas layanan wisata.
  5. Sumber Daya Manusia atau SDM yang memadai.

Sebagai tambahan, masih kurangnya kualitas SDM, kurangnya publikasi, belum baiknya infrastruktur, masih kurangnya investasi, kurang diperhatikannya aspek lingkungan hidup, dan kurangnya perhatian pada objek wisata religi juga menjadi masalah.

Yang juga penting dalam hal menunjang ekosistem pariwisata di Indonesia adalah fasilitas penginapan, perhotelan dan layanan hospitality yang mudah diakses bagi para turis.

Perhotelan merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi pariwisata dan menjadi fokus utama jika ingin mengembangkan potensi pariwisata di Indonesia. Industri perhotelan merupakan bagian integral dari ekosistem pariwisata, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional dengan menyediakan tempat penginapan bagi wisatawan dan memberikan lapangan kerja.

Pemerintah terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui sektor ini, Indonesia tidak hanya mendorong penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan, tetapi juga meningkatkan ketahanan sosial di tengah dinamika global.

Khusus berkaitan dengan sikap pemerintah melalui Kementerian terkait juga aktif dalam mendorong peningkatan kualitas dan standar perhotelan, termasuk melalui sertifikasi CHSE yaitu, sertifikat yang diberikan kepada usaha pariwisata, destinasi pariwisata, dan produk pariwisata. CHSE merupakan singkatan dari Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability. Sertifikat ini menjamin bahwa usaha tersebut telah menerapkan protokol kesehatan dan ramah lingkungan. dan peluncuran pedoman pariwisata berkelanjutan.

Model Pembangunan Keparawisatan Indonesia

Satu hal yang perlu dipahami dalam memandang keparawisataan sebagai pemberi nilai tambah dalam perekonomian adalah bahwa tidak perlu terjadi kekeliruan dalam  pemikiran bahwa seakan-akan keparawisataan adalah sektor pembangunan yang di nomorduakan. Salah pengertian dimaksud masih sering kali terjadi di dalam pemikiran banyak birokrat dan pemangku kepentingan lainnya yang terkait.

Penulis menduga bahwa pola pikir ini didasarkan pada kebiasaan birokrasi dan masyarakat Indonesia yang berfikir instan sehingga sesuatu dianggap penting hanya jika memiliki peran paling utama atau paling jelas terlihat.

Ibarat dalam permainan sepak bola, pemain yang dianggap hebat hanyalah penyerang (striker) itulah sebabnya di Indonesia sangat sulit untuk membangun kerjasama tim. Padahal sebagaimana kita pahami, seorang penyerang juga tidak akan dapat memenangkan pertandingan jika tidak dibantu oleh sepuluh pemain lainnya. Oleh karena itu, sudah saatnya birokrasi dan pemangku kepentingan lainnya di bidang keparawisatan sebagai bagian yang sangat penting dalam kegiatan pembangunan walaupun bukan sebagai yang terdepan.

Dalam konsep kerjasama tim, semua fihak yang terlibat dianggap memiliki peran yang penting untuk mencapai sebuah tujuan. Dengan demikain, birokrasi dan pemangku kepentingan lainnya di bidang keparawistaan tidak perlu lagi merasa bahwa dirinya adalah warga kelas dua.

*Analis Ahli Madya Bidang Parawisata pada Asisten Deputi Energi, Sumber Daya Mineral, dan Parawista.

Topik: Pariwisata

TerkaitBerita

Bamsoet
Opini

Membebaskan sektor Riil dari Tekanan Merawat Independensi Bank Central

oleh Editor : Hairul
3 Agustus 2026
Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?
Opini

Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

oleh Editor : Anggoro
2 Agustus 2026
Studio Guru dan Masa Depan Pendidikan Digital
Opini

Studio Guru dan Masa Depan Pendidikan Digital

oleh Editor : Anggoro
28 Juli 2026
Mutu Dimulai dari Risiko
Opini

Mutu Dimulai dari Risiko

oleh Editor : Anggoro
28 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

BARANG BUKTI: Sebanyak 995 senjata api (senpi) ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). (Foto: Detik.com/Istimewa)

Ketua Yayasan SIHI Buka Suara Soal Tudingan Ekstrakurikuler Menembak Dibuktikan

9 Agustus 2026
MILKLAB Ramaikan Coffee Culture Jakarta Lewat Coffee Rave dan Program Café Hopping

MILKLAB Ramaikan Coffee Culture Jakarta Lewat Coffee Rave dan Program Café Hopping

4 Agustus 2026
Bank Jakarta Perluas Layanan Digital untuk Persija dan The Jakmania

Bank Jakarta Perluas Layanan Digital untuk Persija dan The Jakmania

9 Agustus 2026
Bank Jakarta Gandeng Persija, Siapkan Program untuk Jakmania

Bank Jakarta Gandeng Persija, Siapkan Program untuk Jakmania

9 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4270 shares
    Share 1708 Tweet 1068
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Manchester United Siapkan Skuad Baru Jelang Musim Depan

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya