Kamis, 16 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Opini

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

Editor : Anggoro oleh Editor : Anggoro
3 Juni 2026
in Opini
A A
0
Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

Prof. Suyanto, Ph.D. (Ketua Dewan Pendidikan Nasional, dan Ketua MWA Universitas Negeri Yogyakarta)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Dalam dunia pendidikan, yang paling berbahaya bukan capaian nilai siswa rendah, melainkan ketidaktahuan mengapa nilai itu rendah. Mengapa begitu? Nilai rendah masih bisa menjadi pintu masuk perbaikan kualitas. Akan tetapi, bila sekolah tidak memiliki cermin kualitas yang jujur, berakibat guru merasa sudah mengajar baik, kepala sekolah merasa semua program berjalan, orang tua merasa anaknya aman-aman saja, sementara murid sesungguhnya belum memahami konsep dasar. Di sinilah Tes Kemampuan Akademik (TKA) menemukan relevansinya bagi implementasi Pembelajaran Mendalam.

Pembelajaran Mendalam tidak cukup berhenti pada slogan. Ia menuntut murid memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan pengetahuan dengan baik dan benar. Prinsipnya juga jelas: belajar harus berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Namun, bagaimana kita tahu bahwa proses itu benar-benar terjadi? Guru tentu memiliki penilaian kelas. Sekolah memiliki rapor tahunan. Akan tetapi, penilaian internal sering kali dipengaruhi subjektivitas budaya sekolah, relativitas standar guru, dan konteks lokal yang berbeda-beda. Karena itu, pendidikan membutuhkan evaluasi eksternal yang terstandar sebagai pembanding dan kompas kualitas, bukan sebagai hakim tunggal semata.

Data capaian TKA 2026 memberikan pesan yang perlu dibaca secara dingin dan rasional. Rerata Matematika SD berada pada angka 43,41, sedangkan SMP 40,34. Bahasa Indonesia relatif lebih baik, sekitar 60. Angka-angka nilai ini dapat mengejutkan dan menimbulkan kecemasan. Namun, tugas pendidikan bukan sekadar meratapi angka. Yang lebih penting adalah bertanya dan merefleksikannya secara pedagogis: mengapa capaian matematika rendah? Apakah konsep bilangan belum kuat? Apakah murid lemah membaca konteks soal? Apakah guru terlalu cepat berpindah materi? Apakah pembelajaran lebih banyak memberi rumus daripada membangun nalar?

Pertanyaan semacam itulah salah satu inti Pembelajaran Mendalam. TKA penting bukan karena menghasilkan skor, tetapi karena memaksa semua pihak berefleksi. Guru perlu melihat indikator kompetensi mana yang belum dikuasai murid. Kepala sekolah perlu menelaah apakah dukungan akademik, supervisi, dan budaya belajar sudah berjalan. Pengawas dan dinas perlu bertanya apakah pelatihan guru tepat sasaran. Orang tua pun perlu menyadari bahwa mendampingi anak belajar bukan hanya menyuruh les, melainkan membangun kebiasaan bertanya, mencoba, dan tidak takut salah.

Artikel Terkait

Perluasan Objek Pajak dan Kesediaan Memahami Fakta Sosial Ekonomi Rakyat

“Growth Mindset” Gerbang Transformasi Pembelajaran Mendalam

Menakar Wacana Legislasi Nasional dan Urgensi Hukum: Analisis Kritis terhadap Rencana RUU Pidana LGBT di Indonesia

TKA juga penting karena dapat membantu sekolah keluar dari ilusi mutu. Selama ini, nilai rapor yang tinggi sering dianggap bukti bahwa pembelajaran berhasil. Padahal, nilai internal antarsekolah belum tentu memiliki standar yang sama. TKA, sebagai evaluasi eksternal, memberi cermin yang objektif tentang capaian akademik tertentu. Cermin itu mungkin tidak selalu menyenangkan, tetapi justru karena jujur ia bermanfaat. Sekolah yang berani bercermin akan lebih mudah memperbaiki diri daripada sekolah yang hanya menjaga citra.

Memang ada yang tidak setuju terhadap TKA. Kekhawatirannya dapat dipahami. Jangan sampai TKA menghidupkan kembali demam ujian, menekan murid, mempersempit kurikulum, atau mendorong guru mengajar hanya untuk menjawab soal. Karena itu, posisi TKA harus diletakkan secara proporsional. TKA bukan pengganti penilaian guru. TKA bukan penentu tunggal mutu anak. TKA juga tidak boleh menjadi alat labelisasi yang mengabaikan dimensi karakter, kreativitas, kolaborasi, kesehatan, dan komunikasi.

Namun, menolak TKA sama sekali juga kurang bijak, dan bahkan naif. Dalam konteks peningkatan kualitas, sekolah memerlukan data eksternal yang dapat dipercaya. Tanpa data, perbaikan mudah berubah menjadi sekadar narasi dan pidato. Tanpa diagnosis, intervensi guru bisa salah sasaran. Tanpa pembanding, sekolah dapat merasa maju hanya karena membandingkan dirinya dengan dirinya sendiri. Pendidikan bermutu membutuhkan keberanian melihat fakta, termasuk fakta yang tidak nyaman.

Justru dalam kerangka Pembelajaran Mendalam, hasil TKA harus dibaca sebagai bahan dialog pedagogis. Setelah hasil keluar, sekolah perlu mengadakan refleksi akademik: indikator mana yang lemah, mengapa lemah, strategi apa yang harus diubah, bahan ajar apa yang perlu diperkaya, dan praktik baik guru mana yang dapat dibagikan. Forum KKG dan MGMP perlu dihidupkan sebagai ruang belajar guru, bukan sekadar forum administrasi dan silaturahmi sosial semata.

Bagi murid, TKA seharusnya tidak menjadi hantu. Ia perlu dipahami sebagai umpan balik tentang posisi belajar. Anak yang nilainya rendah tidak boleh diberi label gagal. Ia justru perlu dibantu menemukan jalan belajar yang lebih tepat. Dalam Pembelajaran Mendalam, kegagalan memahami konsep bukan akhir kehidupan, melainkan awal untuk belajar bagaimana belajar. Maka, perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam? Perlu, sepanjang TKA ditempatkan sebagai cermin pembelajaran, bukan labelisasi. Cermin membantu kita melihat wajah pembelajaran secara lebih jernih. Setelah itu, tugas guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemerintah adalah membenahi wajah itu dengan kesabaran dan inovasi pedagogis. Pendidikan tidak maju karena angka, tetapi angka yang dibaca dengan benar dapat menjadi jalan menuju mutu. Semoga begitu.

 

Penulis:  Prof. Suyanto, Ph.D.

(Ketua Dewan Pendidikan Nasional, dan Ketua MWA Universitas Negeri Yogyakarta)

Topik: Ketua Dewan Pendidikan NasionalKetua MWA Universitas Negeri YogyakartaProf. SuyantoTKA

TerkaitBerita

Pajak
Opini

Perluasan Objek Pajak dan Kesediaan Memahami Fakta Sosial Ekonomi Rakyat

oleh Editor : Hairul
6 Juli 2026
“Echo Chamber”, Pengganggu Pembelajaran Mendalam?
Opini

“Growth Mindset” Gerbang Transformasi Pembelajaran Mendalam

oleh Editor : Anggoro
6 Juli 2026
Menakar Wacana Legislasi Nasional dan Urgensi Hukum: Analisis Kritis terhadap Rencana RUU Pidana LGBT di Indonesia
Opini

Menakar Wacana Legislasi Nasional dan Urgensi Hukum: Analisis Kritis terhadap Rencana RUU Pidana LGBT di Indonesia

oleh Editor : Anggoro
3 Juli 2026
Memodernisasi Pertanian
Opini

Peran Generasi Muda dalam Memodernisasi Pertanian di Era Digital

oleh Editor : Anggoro
18 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

TUNGGU FINAL: Pemain Spanyol Pedro Porro bereaksi setelah mencetak gol dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas pada Senin (14/7/2026). (Foto: (c) AP Photo/Ashley Landis)

Hajar Prancis 2-0, Spanyol Tak Sabar Ke Laga Final

16 Juli 2026
Brand Lencir

Brand Lencir Klarifikasi Isu Produk Detox, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Keamanan Konsumen

15 Juli 2026
MG Perkenalkan MG ZS Hybrid+, SUV Hybrid Terbaru Siap Ramaikan Pasar Indonesia

MG Perkenalkan MG ZS Hybrid+, SUV Hybrid Terbaru Siap Ramaikan Pasar Indonesia

15 Juli 2026
Kemenkop, Kementan, dan LPDB Koperasi Satukan Langkah Perkuat Ekosistem Gula Nasional dari Koperasi

Kemenkop, Kementan, dan LPDB Koperasi Satukan Langkah Perkuat Ekosistem Gula Nasional dari Koperasi

15 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3883 shares
    Share 1553 Tweet 971
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    537 shares
    Share 215 Tweet 134
  • Samsung Siapkan Dua Galaxy Z Series Terbaru, Z Flip 8 dan Z Fold 8 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Tawarkan Performa Responsif dan Desain Premium

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • AFA Perketat Aturan Kontrak, Lionel Messi Beruntung Tak Terdampak

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya