Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

Menangkap Peluang di Tengah Tantangan Industri Asuransi Jiwa Syariah Tanah Air

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
20 Mei 2025
in Bisnis
A A
0
Prudential Syariah
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, baik secara global maupun di Tanah Air, peran proteksi kesehatan dan jiwa menjadi semakin penting untuk menjadi jaring pengaman (safety net) bagi setiap individu, guna melindungi diri dan keluarga dari berbagai risiko kesehatan, jiwa dan finansial.

Sayangnya, jumlah masyarakat Indonesia yang memiliki proteksi masih sedikit apabila dibandingkan dengan berbagai negara lain. Menurut data dari OJK, per September 2024, tingkat penetrasi asuransi di Indonesia mencapai 2,8%. Angka ini masih relatif lebih kecil dibandingkan beberapa negara lainnya pada 2023, seperti Malaysia (4,8%), Jepang (7,1%), dan Singapura (11,4%). Hal ini tentunya memberikan peluang besar bagi industri asuransi jiwa Tanah Air untuk terus memperluas akses dan mendorong penetrasi asuransi, termasuk pelaku industri asuransi jiwa berbasis syariah.

Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, yakni 245 juta atau 87% dari total populasi Indonesia. Didukung dengan bonus demografi atau jumlah usia produktif yang mendominasi hampir 70% dari total penduduk Indonesia1, hal ini menghadirkan potensi besar untuk pasar asuransi jiwa dan kesehatan berbasis syariah, apalagi jika disertai edukasi literasi keuangan yang mumpuni.

Sebagai pemimpin di industri asuransi jiwa syariah di Indonesia, Prudential Syariah melihat adanya tren positif terhadap minat dan permintaan untuk asuransi jiwa dan kesehatan berbasis syariah. Hal ini disampaikan saat talkshow bertema ‘Strategi Asuransi Syariah Pacu Pangsa Pasar dan Menghadapi Persaingan Bisnis di 2025’ pada Senin, 19 Mei 2025 di Jakarta.

Artikel Terkait

Pasar Modal Terguncang: IHSG Anjlok 10%, Saham Perbankan Raksasa Rebah Akibat Sinyal Downgrade MSCI

Ancaman Downgrade Pasar Modal Indonesia: MSCI Buka Konsultasi Penurunan Status ke Standalone Market

Gerakkan Ekonomi Melalui Belanja Negara, LKPP Gelar Business Matching 2026

Berdasarkan Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa 2024 oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total pendapatan kontribusi industri asuransi jiwa syariah naik 11% menjadi Rp22,1 triliun pada 2024. Total aset asuransi jiwa syariah juga meningkat menjadi Rp32,3 triliun pada 2024, dari Rp31,7 triliun pada 2023.

Menurut Herwin Bustaman, Direktur Prudential Syariah, tren positif ini disebabkan oleh beberapa faktor pendukung, seperti peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Data SNLIK 2025 oleh OJK menemukan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia semakin meningkat. Indeks literasi keuangan syariah pada 2025 mencapai 43,4% (meningkat dari 39% pada tahun 2024), dan tingkat inklusi keuangan syariah pada 2025 mencapai 13,41% (meningkat dari 9% tahun 2024).

Herwin mengatakan, “Prudential Syariah optimis melihat tren positif minat produk asuransi berbasis syariah di Indonesia. Hal ini menunjukkan semakin tingginya pemahaman dan kesadaran masyarakat akan layanan keuangan berbasis syariah. Kami akan terus mendorong edukasi literasi keuangan dan asuransi syariah, serta menghadirkan berbagai inovasi produk yang relevan bagi kebutuhan berbagai segmen.”

“Salah satu segmen yang sangat potensial adalah segmen anak muda, di mana kami melihat semakin banyak anak muda yang menyadari pentingnya memiliki proteksi sejak dini

– terbukti dari semakin banyak Peserta kami yang berasal dari kelompok anak muda (milenial dan gen Z). Selain bisa memperoleh biaya kontribusi yang lebih terjangkau, anak muda Indonesia dapat melindungi diri dari berbagai risiko kehidupan di masa depan, mendapatkan ketenangan pikiran, dan mengelola keuangan dengan lebih baik dan terencana,” tambah Herwin.

Hal ini sejalan dengan survei Populix 2024 menemukan bahwa minat anak muda terhadap asuransi semakin bertumbuh, di mana 73% dari 1.000 responden anak muda menganggap asuransi kesehatan sebagai hal yang penting.

Menjawab tantangan industri

Di sisi lain, industri asuransi jiwa Tanah Air masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk asuransi jiwa syariah. Pada tahun 2025, tingkat inflasi medis di Indonesia diprediksi akan mencapai 19% tahun 20254, jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi umum yang diproyeksikan sebesar 2,6%.

Inflasi medis ini terjadi tidak hanya di Indonesia, namun di berbagai negara di dunia. Misalnya, di Eropa, inflasi medis diperkirakan mencapai 10%, Amerika Serikat mencapai 5%, dan rata-rata di Asia mencapai 13%. Meskipun demikian, inflasi medis Indonesia masih lebih tinggi, sehingga dapat berdampak pada meningkatnya beban finansial masyarakat kedepannya. Selain itu, jumlah kelas menengah Indonesia juga mengalami penurunan sebesar 17% selama 5 tahun terakhir5, yang berdampak pada kemampuan finansial dan daya beli masyarakat yang semakin menurun.

Guna menjawab berbagai tantangan di industri asuransi, tahun ini Prudential Syariah secara aktif menggunakan dua strategi utama, yakni inovasi dan kolaborasi.

Melihat dinamika perubahan kebutuhan para Peserta saat ini, Prudential Syariah berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi layanan dan produk yang relevan, simple, dan mudah dipahami, serta terjangkau dan kuat secara manfaat perlindungan, sesuai dengan kebutuhan para Peserta.

Misalnya, untuk menjawab tantangan inflasi medis, Prudential Syariah menghadirkan produk asuransi kesehatan PRUWell Medical Syariah, yang menawarkan konsep baru dan pertama di Indonesia yaitu fair pricing.

Selain itu, Prudential Syariah juga baru meluncurkan PRUSehat Syariah, layanan asuransi kesehatan syariah yang ditujukan untuk anak muda (baik yang masih lajang maupun sudah berkeluarga). Dengan manfaat perlindungan yang #BeneranPas dan kontribusi yang terjangkau, PRUSehat Syariah dapat menjadi pelengkap manfaat apabila Peserta sudah memiliki asuransi kesehatan lain seperti BPJS Kesehatan ataupun asuransi kesehatan dari kantor.

Guna mendorong penetrasi asuransi berbasis syariah dan memperkecil gap literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia, Prudential Syariah terus memaksimalkan kanal distribusi, mulai dari tenaga pemasar dan mitra bancassurance  guna memastikan produk-produk Prudential Syariah dapat diakses dengan lebih mudah oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Prudential Syariah terus menambah memperluas jaringan Mitra Business Agency di seluruh Indonesia, termasuk dari kalangan anak muda. Saat ini, terdapat lebih dari 80.000 mitra pemasar Prudential Syariah yang dibekali dengan pelatihan Sharia Way of Selling – yaitu pemahaman dan pendekatan yang sesuai dengan prinsip Syariah. Mitra Business Agency menjadi garda terdepan untuk mendorong literasi keuangan syariah dan dan meningkatkan akses perlindungan berbasis syariah bagi masyarakat.

Prudential Syariah juga menjalin kemitraan strategis dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), selaku bank syariah terbesar di Indonesia dengan akses kepada lebih dari 20 juta nasabah BSI, guna menjangkau lebih banyak Nasabah untuk produk proteksi berbasis syariah.

Untuk meningkatkan literasi keuangan dan asuransi syariah di Indonesia, Prudential Syariah berkolaborasi dengan komunitas, universitas, serta organisasi Islam yang telah menjangkau sekitar 300 ribu penerima manfaat. Tidak hanya itu, untuk memaksimalkan jangkauan dan dampak positif, Prudential Syariah mengoptimalkan platform digital untuk berbagai program edukasi seperti Sharia Knowledge Center (SKC), Instagram, dan TikTok, serta podcast SoulTalk.

Sementara dari sisi layanan digital, Prudential Syariah mengajak Peserta untuk menggunakan PRUServices, layanan digital terkait polis asuransi berbasis web dari Prudential Syariah dengan berbagai fitur yang disempurnakan untuk memudahkan Peserta melihat informasi polis dan melakukan e-transaction kapan saja, di mana saja melalui semua perangkat digital.

“Kami percaya bahwa di era saat ini, digitalisasi berperan sangat penting untuk membuka akses seluas-luasnya tentang informasi, pemahaman, dan produk perlindungan berbasis syariah. Hal ini juga akan membuka peluang untuk meningkatkan inklusi keuangan syariah, sekaligus penetrasi asuransi syariah di Indonesia.,” tutup Herwin. (sh)

Instant win games deliver a result immediately with no spinning reels or dealt cards. Scratch cards, crash games and quick draw titles all share that structure, appealing to players who want short sessions rather than extended play at a single game.

Games That Resolve Immediately

Return percentages on instant titles often sit below those of mainstream slots, though the format makes stakes and outcomes unusually transparent. Players comparing what is available across operators can Slotlair casino and review return figures by category. Crash games in particular reward a predetermined exit point, since the decision to cash out belongs entirely to the player.

Game TypeSession Length
Scratch cardSeconds
CrashUnder a minute
Quick draw1 to 2 minutes
  • Check published return percentages before playing
  • Decide a cash out point in advance on crash titles

Because each round takes seconds, the number of rounds in a session climbs faster than most players notice. Counting rounds is therefore more useful than watching a balance. Keep the session short, which is what the format is actually designed for.

Topik: Prudential Syariah

TerkaitBerita

Pasar Modal Terguncang: IHSG Anjlok 10%, Saham Perbankan Raksasa Rebah Akibat Sinyal Downgrade MSCI
Bisnis

Pasar Modal Terguncang: IHSG Anjlok 10%, Saham Perbankan Raksasa Rebah Akibat Sinyal Downgrade MSCI

oleh Editor : Affandy
16 Oktober 2026
Ancaman Downgrade Pasar Modal Indonesia: MSCI Buka Konsultasi Penurunan Status ke Standalone Market
Bisnis

Ancaman Downgrade Pasar Modal Indonesia: MSCI Buka Konsultasi Penurunan Status ke Standalone Market

oleh Editor : Affandy
16 Oktober 2026
Gerakkan Ekonomi Melalui Belanja Negara, LKPP Gelar Business Matching 2026
Ekonomi

Gerakkan Ekonomi Melalui Belanja Negara, LKPP Gelar Business Matching 2026

oleh Editor : Akula
15 Oktober 2026
BISNIS LAUNDRY: Direktur Expo Laundry Teddy Halim, AI Expert Specialist Anjas Maradita, dan Founder Apique Group Apik Primadya dalam acara Press Conference Laundry Innovation Summit di Jakarta pada Kamis (15/10/26). (Foto: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)
Bisnis

Laundry Innovation Summit 2026 Bakal Diikuti 100 Merek Lokal

oleh Editor : Memoarto
15 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Jakarta Kulminasi Satu Hari Tanpa Bayangan

Jakarta Kulminasi Satu Hari Tanpa Bayangan

16 Oktober 2026
Percepat Adopsi EV di Indonesia, Utomo Charge+ dan BYD Hadirkan Teknologi Flash Charging 1.500 kW

Percepat Adopsi EV di Indonesia, Utomo Charge+ dan BYD Hadirkan Teknologi Flash Charging 1.500 kW

16 Oktober 2026
Kejanggalan Berkas Perkara dr. Richard Lee, Mantan Hakim Agung Pasang Badan Jadi Penjamin

Kejanggalan Berkas Perkara dr. Richard Lee, Mantan Hakim Agung Pasang Badan Jadi Penjamin

16 Oktober 2026
Singapura Dikepung Kabut Asap: Kualitas Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, Warga Berburu Masker N95

Singapura Dikepung Kabut Asap: Kualitas Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, Warga Berburu Masker N95

16 Oktober 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1056 shares
    Share 422 Tweet 264
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4992 shares
    Share 1997 Tweet 1248
  • Liverpool, Real Madrid, dan PSG Tampil Menyala di Matchday Kedua

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Rekrutmen CPNS Guru Dibuka 2027–2029, Pemerintah Siapkan 464.856 Formasi

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Emiten Haji Isam PGUN Buka Suara soal Gadai 5,3 Miliar Saham ke Bank Mandiri

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya