Sabtu, 15 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Edukatif & Inspiratif

Menjalani Ramadan di Swedia: Tantangan dan Pengalaman Mahasiswa Indonesia

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
13 Maret 2025
in Edukatif & Inspiratif
A A
0
mahasiswa
Share on FacebookShare on Twitter

   – Jakarta. Menjalani puasa Ramadan di negara dengan mayoritas nonmuslim tentu memberikan pengalaman yang unik dan penuh tantangan. Hal ini tengah dirasakan oleh Danny Fadel Prasetya, seorang mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh studi di Swedia.

Danny merupakan mahasiswa tahun pertama di program Master in Sustainable Production Development di KTH Royal Institute of Technology, Stockholm. Sebagai pendatang di negara yang tidak memiliki budaya Ramadan yang kuat, ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan dengan menjalankan ibadah puasa di Indonesia.

Swedia, yang terletak di bagian utara Eropa, memiliki durasi puasa yang lebih panjang dibandingkan dengan negara-negara di sekitar garis khatulistiwa, seperti Indonesia. Pada bulan Ramadan, waktu siang hari di Swedia bisa berlangsung lebih lama, sehingga umat Muslim di sana harus berpuasa sekitar 15 jam sehari.

“Tahun ini adalah tahun pertama saya di kota Stockholm. Tidak ada acara ataupun agenda khusus untuk menyambut bulan suci Ramadan mengingat bahwa negara Swedia adalah negara yang mayoritas penduduknya nonmuslim,” ujar Danny.

Artikel Terkait

Dampak Letusan Gunung Toba di Afrika Ternyata Tak Sampai 2 Tahun, Peneliti Ungkap Fakta Baru

10 Provinsi Asal SMA yang Dominasi Mahasiswa Baru ITB 2026, Jawa Barat Terbanyak

Peneliti IPB Prediksi Fenomena Kuantum Baru, Geometri Celah Ganda Bisa Kendalikan Ketidakpastian

Meskipun demikian, komunitas Muslim di Swedia tetap bisa menjalankan ibadah dengan baik. Banyak masjid dan pusat komunitas Islam yang mengadakan kegiatan keagamaan, seperti buka puasa bersama dan tarawih.

Menjalani puasa di negara yang tidak menjadikannya sebagai bagian dari budaya masyarakat umum tentu menghadirkan berbagai tantangan, di antaranya:

  1. Durasi puasa yang panjang – Seperti disebutkan sebelumnya, waktu puasa di Swedia bisa mencapai 15 jam atau lebih, tergantung pada waktu matahari terbit dan terbenam.
  2. Minimnya suasana Ramadan – Tidak seperti di Indonesia, di mana Ramadan dirayakan dengan berbagai kegiatan dan dekorasi khas, di Swedia suasana Ramadan hampir tidak terasa di ruang publik.
  3. Tantangan akademik dan pekerjaan – Dengan tidak adanya kebijakan khusus untuk Ramadan, mahasiswa dan pekerja Muslim harus menyesuaikan diri dengan jadwal kuliah dan pekerjaan mereka tanpa perubahan signifikan.
  4. Cuaca yang dingin – Berpuasa di tengah cuaca yang dingin bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan iklim tropis seperti di Indonesia.

Meskipun menghadapi banyak tantangan, Danny dan mahasiswa Muslim lainnya tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan berbagai cara adaptasi, seperti:

  • Menjaga pola makan sehat saat sahur dan berbuka agar tubuh tetap kuat menjalani aktivitas harian.
  • Bergabung dengan komunitas Muslim lokal untuk mendapatkan dukungan dan suasana kebersamaan dalam menjalani Ramadan.
  • Menyesuaikan jadwal istirahat dan ibadah agar tetap bisa menjalani kegiatan akademik dan spiritual dengan seimbang.

Bagi Danny dan banyak Muslim lainnya di Swedia, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang ketahanan, adaptasi, dan memperkuat keimanan dalam kondisi yang berbeda. Pengalaman ini menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang semakin memperkaya makna Ramadan bagi mereka yang menjalankannya di perantauan.(dhil)

Topik: mahasiswa indonesiaswedia

TerkaitBerita

Dampak Letusan Gunung Toba di Afrika Ternyata Tak Sampai 2 Tahun, Peneliti Ungkap Fakta Baru
Edukatif & Inspiratif

Dampak Letusan Gunung Toba di Afrika Ternyata Tak Sampai 2 Tahun, Peneliti Ungkap Fakta Baru

oleh Editor : Affandy
13 Agustus 2026
10 Provinsi Asal SMA yang Dominasi Mahasiswa Baru ITB 2026, Jawa Barat Terbanyak
Edukatif & Inspiratif

10 Provinsi Asal SMA yang Dominasi Mahasiswa Baru ITB 2026, Jawa Barat Terbanyak

oleh Editor : Affandy
11 Agustus 2026
Peneliti IPB Prediksi Fenomena Kuantum Baru, Geometri Celah Ganda Bisa Kendalikan Ketidakpastian
Edukatif & Inspiratif

Peneliti IPB Prediksi Fenomena Kuantum Baru, Geometri Celah Ganda Bisa Kendalikan Ketidakpastian

oleh Editor : Affandy
10 Agustus 2026
Beasiswa DAAD Permudah Persyaratan Bahasa, Sertifikat IELTS dan TOEFL Kini Berlaku hingga 3 Tahun
Edukatif & Inspiratif

Beasiswa DAAD Permudah Persyaratan Bahasa, Sertifikat IELTS dan TOEFL Kini Berlaku hingga 3 Tahun

oleh Editor : Affandy
6 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Vonis 2 Tahun Penjara Kasus Black Campaign Heny Sagara, PN Bandung Buka Jalan Usut Dalang Utama

Vonis 2 Tahun Penjara Kasus Black Campaign Heny Sagara, PN Bandung Buka Jalan Usut Dalang Utama

15 Agustus 2026
Review Film Ayah, Aku Mau Cerita: Ketika Seorang Ayah Harus Berjuang Melindungi Keluarganya

Review Film Ayah, Aku Mau Cerita: Ketika Seorang Ayah Harus Berjuang Melindungi Keluarganya

15 Agustus 2026
Anggaran MBG 2027 Capai Rp240 Triliun, Masuk dalam Pos Pendidikan Rp820,9 Triliun

Anggaran MBG 2027 Capai Rp240 Triliun, Masuk dalam Pos Pendidikan Rp820,9 Triliun

15 Agustus 2026
Empat Anak Michael Bambang Hartono Dikabarkan Terima Warisan Rp52 Triliun per Orang

Empat Anak Michael Bambang Hartono Dikabarkan Terima Warisan Rp52 Triliun per Orang

15 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4353 shares
    Share 1741 Tweet 1088
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    707 shares
    Share 283 Tweet 177
  • Transfer Enzo Fernandez Dari Chelsea Ke Manchester City Batal

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Manchester United Bakal Lepas 4 Pemain di Bursa Transfer Musim Panas

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Kampung Legendaris Hadir di Mal Ciputra Jakarta, Bawa Lebih dari 40 Kuliner Nusantara

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya