Koranindopos.com, Jakarta – Suasana akhir tahun mulai terasa di berbagai kota. Di sejumlah pusat perbelanjaan, dekorasi Natal sudah terpajang sejak awal Desember. Bersamaan dengan itu, industri hampers kembali menemukan momentumnya. Salah satu yang merasakan lonjakan tersebut adalah Love Semprong, produsen camilan berbasis semprong yang berbasis di Tangerang Selatan.
Peningkatan permintaan mulai terlihat sejak awal bulan. Pesanan datang dari reseller yang sudah menjadi langganan tahunan, namun tahun ini ada tambahan dari ratusan perusahaan yang ingin mengirimkan paket akhir tahun kepada karyawan. Menurut manajemen Love Semprong, jumlahnya jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu.
Victor Tawarik, pendiri brand tersebut, mengatakan bahwa pola serupa selalu berulang menjelang perayaan besar. “Setiap kali masuk musim hari raya, ritmenya berubah total. Bukan hanya Natal, tapi berlanjut ke Imlek sampai Lebaran. Dalam satu tahun, ada beberapa fase di mana permintaan naik signifikan,” ujar Victor.

Di luar aktivitas bisnis yang meningkat, Love Semprong juga tetap menjalankan kegiatan sosial yang sudah mereka lakukan sejak awal berdiri. Tahun ini, jelang perayaan Natal, tim mereka kembali mengunjungi Panti Asuhan Abimata di Bintaro. Selain berinteraksi dengan anak-anak panti, mereka membawa ratusan toples semprong untuk dibagikan.
“Kami ingin usaha ini punya fungsi sosial. Bukan cuma produksi dan jualan, tapi juga hadir untuk komunitas di sekitar kami,” kata Victor.
Program berbagi itu tidak hanya menyasar panti asuhan. Love Semprong juga pernah mengajak sekelompok anak panti menonton film di bioskop di kawasan Balai Kota Tangerang dengan menyewa satu unit kendaraan khusus. Selain itu, mereka rutin melakukan kunjungan ke komunitas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) untuk memberikan makanan sambil mengajak bernyanyi.
Victor menuturkan bahwa pendekatan tersebut merupakan bagian dari identitas merek. Bagi mereka, keberlanjutan tidak hanya diukur dari omzet, tetapi juga dari kontribusi terhadap masyarakat. “Ini bagian dari DNA brand kami,” ucapnya.
Beberapa waktu lalu, Love Semprong juga sempat menjadi perbincangan di media sosial karena memberikan hadiah spontan kepada masyarakat yang melakukan kebaikan di ruang publik. Bentuknya sederhana: dua toples semprong dan uang tunai Rp100.000. Program tersebut kini masih berjalan, namun dijalankan dengan mekanisme yang lebih terstruktur.
Memasuki penghujung tahun, tim Love Semprong memproyeksikan peningkatan konsumsi hampers masih akan berlangsung hingga minggu ketiga Desember. Setelah itu, mereka mulai bersiap menyambut gelombang baru permintaan untuk perayaan Imlek. (Brg/kul)










