UKRAINA, koranindopos.com – Wilayah timur Ukraina menjadi fokus serangan militer Rusia. Tepatnya di Kota Severodonetsk. Bahkan, militer Rusia disebut telah menguasai kota tersebut pada Selasa (14/6/2022) waktu setempat.
Kepala Administrasi Militer Regional Luhansk, Serhiy Hayday, mengatakan, pasukan Rusia menguasai sebagian besar kota, diperkirakan sekitar 70 hingga 80 persen wilayah Severodonetsk. Sebelumnya, kelompok separatis Republik Rakyat Luhansk (LPR) menyatakan, keseluruhan Severodonetsk telah dikuasai pasukan Rusia. Namun, Hayday membantahnya.
”Itu tidak benar. Sebagian dari kota masih dikendalikan pasukan Ukraina. Jika mereka punya kendali penuh atas kota, tentara Rusia tak akan mati di sana,” tegas Hayday seperti dikutip dari CNN pada Senin (13/6/2022).
Severodonetsk menjadi medan yang sengit antara pasukan Ukraina dan pasukan Rusia serta tentara bantuannya. Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU) bahkan mengakui pasukan mereka harus mundur menjauhi pusat Severodonetsk.
Meski pasukan mundur, pejabat Ukraina menegaskan mereka tetap mempertahankan kendali atas soza industri Serverodonestk. Sebelumnya, tiga jembatan yang menghubungkan kota Severodonetsk dengan Lysychank hancur, sehingga kendaraan tak bisa melintas dan evakuasi terhambat.
Hayday mengatakan jembatan itu menjadi salah satu rute mereka untuk memasok logistik. ”Jembatan memungkinkan untuk membawa setidaknya beberapa kargo kemanusiaan, sesuatu yang berhubungan dengan cadangan. Saat ini tak mungkin menggunakan jembatan,” kata Hayday.
Jembatan kedua dari tiga jembatan tersebut hancur selama akhir pekan. Kini, jembatan ketiga tak bisa dilalui kendaraan. Penghancuran jembatan memberi militer Rusia keuntungan lain, sebab jalur pasokan terputus. Sehingga Ukraina kesulitan menyuplai logistik ke Severodonetsk. (cnni/mmr)










