Senin, 5 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi Bisnis

Minat Investor Indonesia terhadap Tokenized US Stocks Meningkat, Saham AI Jadi Primadona

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
10 Juli 2026
in Bisnis
A A
0
Minat Investor Indonesia terhadap Tokenized US Stocks Meningkat, Saham AI Jadi Primadona

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Minat investor Indonesia terhadap instrumen investasi global berbasis aset digital terus menunjukkan tren positif. Data awal dari platform perdagangan aset keuangan digital Bittime mengungkapkan bahwa mayoritas dana investor pada layanan Tokenized US Stocks kini mengalir ke saham-saham perusahaan teknologi yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), seperti NVIDIA, Meta, dan Microsoft.

Tren tersebut muncul di tengah pergerakan pasar kripto global yang masih cenderung stagnan, sekaligus sejalan dengan langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat ekosistem inovasi teknologi sektor keuangan melalui pengembangan tokenisasi aset.

Dalam Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder Pengembangan dan Penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) yang digelar pada 2 Juli 2026, OJK menegaskan bahwa perkembangan teknologi seperti AI dan tokenisasi aset membuka peluang besar bagi transformasi industri keuangan Indonesia.

Saat ini OJK juga tengah menyusun Roadmap IAKD 2026–2031, yang mencakup pengembangan tokenisasi aset, stablecoin, keamanan siber, transaksi Over-the-Counter (OTC), hingga penerapan Single Investor Identifier (SID).

Artikel Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp6.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Waringin Hospitality Tawarkan Peluang Trip Ke Tokyo

Menabung Jadi Lebih Menyenangkan, Danamon Hadirkan Kesempatan Menang Berkali-kali

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai penguatan regulasi tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia.

“Komitmen OJK dalam penguatan IAKD memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. Kami melihat langkah ini akan mempercepat adopsi aset digital sekaligus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap peluang investasi global melalui platform yang teregulasi,” ujar Ryan.

Bittime mencatat lonjakan signifikan setelah meluncurkan fitur flexible staking untuk Tokenized US Stocks. Dalam waktu 48 jam sejak peluncuran, kepemilikan tokenized saham Amerika Serikat meningkat hingga 106 persen.

Menariknya, sekitar 96 persen dana baru terkonsentrasi pada tokenized saham perusahaan yang menjadi pemimpin di sektor AI, yakni NVIDIA, Meta, dan Microsoft.

Sementara itu, minat terhadap tokenized saham perusahaan teknologi lain seperti Apple, Google, Tesla, dan Amazon tercatat relatif lebih stabil.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa investor Indonesia mulai mengadopsi pendekatan investasi berbasis tema (thematic investing), dengan memilih sektor yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Selain mengejar potensi kenaikan nilai saham global, investor juga memanfaatkan fitur Earn yang tersedia pada platform Bittime.

Data perusahaan menunjukkan hampir 50 persen kepemilikan Tokenized US Stocks langsung ditempatkan ke dalam fitur tersebut untuk memperoleh imbal hasil (reward) hingga 7 persen.

Melihat tingginya antusiasme pengguna, Bittime kembali menghadirkan kampanye Tokenized US Stocks dengan menghadirkan SpaceX Token (SPCXX) sebagai insentif utama, sembari tetap mempertahankan fitur Earn sebagai nilai tambah bagi investor.

Ryan menilai tren tersebut mencerminkan perubahan pola investasi masyarakat Indonesia.

“Minat yang tinggi terhadap saham-saham bertema AI menunjukkan investor Indonesia mulai berinvestasi berdasarkan tema pertumbuhan global. Tokenisasi aset membuat akses terhadap peluang investasi global menjadi lebih mudah, efisien, dan inklusif,” katanya.

Di sisi lain, kondisi pasar aset kripto global masih menunjukkan pergerakan yang relatif terbatas.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu (8/7), harga Bitcoin berada di kisaran US$62.900, turun sekitar 0,59 persen dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, aset kripto terbesar tersebut masih membukukan kenaikan sekitar 6,61 persen dalam sepekan.

Sementara itu, indeks Fear and Greed CoinMarketCap berada di level 27 (Fear), membaik dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada pada kategori Extreme Fear.

Situasi tersebut dinilai mendorong sebagian investor mencari alternatif diversifikasi investasi yang tetap memiliki potensi pertumbuhan, salah satunya melalui tokenisasi saham perusahaan global.

Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah berizin dan diawasi OJK, Bittime terus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap instrumen investasi global berbasis aset digital.

Sejalan dengan data OJK yang mencatat jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto telah mencapai 22,4 juta, perkembangan Tokenized US Stocks menunjukkan bahwa inovasi tokenisasi mulai mendapat respons positif, khususnya dari investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap perusahaan-perusahaan teknologi terdepan di dunia.

Meski demikian, Bittime mengingatkan bahwa investasi aset kripto maupun tokenisasi aset tetap memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, risiko likuiditas, perubahan regulasi, hingga potensi kehilangan modal. Oleh karena itu, investor diimbau untuk melakukan analisis secara mandiri serta menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.(dhil/vritimes)

Topik: Investortokenized us

TerkaitBerita

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp6.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp6.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
5 Oktober 2026
PROGRAM MENARIK: Waringin Hospitality Hotel Group (WHHG) menghadirkan program Stay More Win More – Win a Trip To Tokyo bagi para tamu yang menginap di jaringan hotel mereka. Program tersebut berlaku mulai 1 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2027. (Foto: Dok./WHHG)
Bisnis

Waringin Hospitality Tawarkan Peluang Trip Ke Tokyo

oleh Editor : Memoarto
5 Oktober 2026
Menabung Jadi Lebih Menyenangkan, Danamon Hadirkan Kesempatan Menang Berkali-kali
Bisnis

Menabung Jadi Lebih Menyenangkan, Danamon Hadirkan Kesempatan Menang Berkali-kali

oleh Editor : Affandy
4 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.000 Jadi Rp2,574 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp2.000 Jadi Rp2,574 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
3 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Privat: Jadi Pemeran Utama Serial ‘Suara Hati’, Dewi Perssik Buka-Bukan Soal Karakter Melodi dan Kehidupan Nyata

Setelah 20 Tahun Vakum, Dewi Perssik Kembali Akting Lewat Serial Suara Hati

5 Oktober 2026
Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

5 Oktober 2026
Jakarta Futura Connectiva 2026: Membuka Ruang Baru bagi Kolaborasi Industri Kreatif Indonesia

Jakarta Futura Connectiva 2026: Membuka Ruang Baru bagi Kolaborasi Industri Kreatif Indonesia

3 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp6.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp6.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram

5 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4885 shares
    Share 1954 Tweet 1221
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1001 shares
    Share 400 Tweet 250
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    338 shares
    Share 135 Tweet 85
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya