Jumat, 10 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi Bisnis

Minat Investor Indonesia terhadap Tokenized US Stocks Meningkat, Saham AI Jadi Primadona

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
10 Juli 2026
in Bisnis
A A
0
Minat Investor Indonesia terhadap Tokenized US Stocks Meningkat, Saham AI Jadi Primadona

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Minat investor Indonesia terhadap instrumen investasi global berbasis aset digital terus menunjukkan tren positif. Data awal dari platform perdagangan aset keuangan digital Bittime mengungkapkan bahwa mayoritas dana investor pada layanan Tokenized US Stocks kini mengalir ke saham-saham perusahaan teknologi yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), seperti NVIDIA, Meta, dan Microsoft.

Tren tersebut muncul di tengah pergerakan pasar kripto global yang masih cenderung stagnan, sekaligus sejalan dengan langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat ekosistem inovasi teknologi sektor keuangan melalui pengembangan tokenisasi aset.

Dalam Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder Pengembangan dan Penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) yang digelar pada 2 Juli 2026, OJK menegaskan bahwa perkembangan teknologi seperti AI dan tokenisasi aset membuka peluang besar bagi transformasi industri keuangan Indonesia.

Saat ini OJK juga tengah menyusun Roadmap IAKD 2026–2031, yang mencakup pengembangan tokenisasi aset, stablecoin, keamanan siber, transaksi Over-the-Counter (OTC), hingga penerapan Single Investor Identifier (SID).

Artikel Terkait

BIKE Siap Akuisisi 99% Saham FBM dan FDP, Perkuat Bisnis Pasir Laut dan Investasi

POJ dan TOP Jalin kerjasama Buka Peluang Kerja Baru bagi Mitra Driver

Ekspansi ke Jalur Offline, Brand Bedding Ini Cetak Penjualan Fantastis di Mommy & Me 2026

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai penguatan regulasi tersebut menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia.

“Komitmen OJK dalam penguatan IAKD memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. Kami melihat langkah ini akan mempercepat adopsi aset digital sekaligus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap peluang investasi global melalui platform yang teregulasi,” ujar Ryan.

Bittime mencatat lonjakan signifikan setelah meluncurkan fitur flexible staking untuk Tokenized US Stocks. Dalam waktu 48 jam sejak peluncuran, kepemilikan tokenized saham Amerika Serikat meningkat hingga 106 persen.

Menariknya, sekitar 96 persen dana baru terkonsentrasi pada tokenized saham perusahaan yang menjadi pemimpin di sektor AI, yakni NVIDIA, Meta, dan Microsoft.

Sementara itu, minat terhadap tokenized saham perusahaan teknologi lain seperti Apple, Google, Tesla, dan Amazon tercatat relatif lebih stabil.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa investor Indonesia mulai mengadopsi pendekatan investasi berbasis tema (thematic investing), dengan memilih sektor yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.

Selain mengejar potensi kenaikan nilai saham global, investor juga memanfaatkan fitur Earn yang tersedia pada platform Bittime.

Data perusahaan menunjukkan hampir 50 persen kepemilikan Tokenized US Stocks langsung ditempatkan ke dalam fitur tersebut untuk memperoleh imbal hasil (reward) hingga 7 persen.

Melihat tingginya antusiasme pengguna, Bittime kembali menghadirkan kampanye Tokenized US Stocks dengan menghadirkan SpaceX Token (SPCXX) sebagai insentif utama, sembari tetap mempertahankan fitur Earn sebagai nilai tambah bagi investor.

Ryan menilai tren tersebut mencerminkan perubahan pola investasi masyarakat Indonesia.

“Minat yang tinggi terhadap saham-saham bertema AI menunjukkan investor Indonesia mulai berinvestasi berdasarkan tema pertumbuhan global. Tokenisasi aset membuat akses terhadap peluang investasi global menjadi lebih mudah, efisien, dan inklusif,” katanya.

Di sisi lain, kondisi pasar aset kripto global masih menunjukkan pergerakan yang relatif terbatas.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu (8/7), harga Bitcoin berada di kisaran US$62.900, turun sekitar 0,59 persen dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, aset kripto terbesar tersebut masih membukukan kenaikan sekitar 6,61 persen dalam sepekan.

Sementara itu, indeks Fear and Greed CoinMarketCap berada di level 27 (Fear), membaik dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada pada kategori Extreme Fear.

Situasi tersebut dinilai mendorong sebagian investor mencari alternatif diversifikasi investasi yang tetap memiliki potensi pertumbuhan, salah satunya melalui tokenisasi saham perusahaan global.

Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah berizin dan diawasi OJK, Bittime terus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap instrumen investasi global berbasis aset digital.

Sejalan dengan data OJK yang mencatat jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto telah mencapai 22,4 juta, perkembangan Tokenized US Stocks menunjukkan bahwa inovasi tokenisasi mulai mendapat respons positif, khususnya dari investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap perusahaan-perusahaan teknologi terdepan di dunia.

Meski demikian, Bittime mengingatkan bahwa investasi aset kripto maupun tokenisasi aset tetap memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, risiko likuiditas, perubahan regulasi, hingga potensi kehilangan modal. Oleh karena itu, investor diimbau untuk melakukan analisis secara mandiri serta menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.(dhil/vritimes)

Topik: Investortokenized us

TerkaitBerita

BIKE Siap Akuisisi 99% Saham FBM dan FDP, Perkuat Bisnis Pasir Laut dan Investasi
Bisnis

BIKE Siap Akuisisi 99% Saham FBM dan FDP, Perkuat Bisnis Pasir Laut dan Investasi

oleh Editor : Affandy
10 Juli 2026
POJ dan TOP Jalin kerjasama Buka Peluang Kerja Baru bagi Mitra Driver
Bisnis

POJ dan TOP Jalin kerjasama Buka Peluang Kerja Baru bagi Mitra Driver

oleh Editor : Anggoro
10 Juli 2026
Ekspansi ke Jalur Offline, Brand Bedding Ini Cetak Penjualan Fantastis di Mommy & Me 2026
Ekonomi

Ekspansi ke Jalur Offline, Brand Bedding Ini Cetak Penjualan Fantastis di Mommy & Me 2026

oleh Editor : Akula
9 Juli 2026
Kementerian UMKM Targetkan Diskon 50 Persen Biaya Layanan Seller E-Commerce Berlaku Mulai 1 Agustus
Bisnis

Kementerian UMKM Targetkan Diskon 50 Persen Biaya Layanan Seller E-Commerce Berlaku Mulai 1 Agustus

oleh Editor : Affandy
9 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Marinus Gea: Harmonisasi Regulasi Daerah Jadi Kunci Reformasi Hukum Nasional

Marinus Gea: Harmonisasi Regulasi Daerah Jadi Kunci Reformasi Hukum Nasional

10 Juli 2026
BIKE Siap Akuisisi 99% Saham FBM dan FDP, Perkuat Bisnis Pasir Laut dan Investasi

BIKE Siap Akuisisi 99% Saham FBM dan FDP, Perkuat Bisnis Pasir Laut dan Investasi

10 Juli 2026

Andovi da Lopez Perankan Calon Gubernur yang Tak Bisa Berbohong di Film Komedi “BAPAK PALING JUJUR”

10 Juli 2026
Richa Novisha Hadiri Screening Film Lastri, Kenang Peran Terakhir Gary Iskak di Layar Lebar

Richa Novisha Hadiri Screening Film Lastri, Kenang Peran Terakhir Gary Iskak di Layar Lebar

10 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3797 shares
    Share 1519 Tweet 949
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    511 shares
    Share 204 Tweet 128
  • Daihatsu Ayla, City Car LCGC Favorit yang Irit BBM dan Ramah di Kantong

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Belum Dibuka, BKN Minta Calon Peserta Tunggu Pengumuman Resmi

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya