Koranindopos.com – JAKARTA – Monash University Indonesia bersama Sinar Mas Land sukses menyelenggarakan NextGen Digital Impact Competition 2026, sebuah kompetisi nasional yang dirancang untuk mendorong generasi muda mengembangkan kemampuan analitis, berpikir kritis, dan berbasis riset dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang bisnis digital dan teknologi informasi.
Kompetisi ini menjadi bagian dari komitmen Monash University Indonesia dalam mempersiapkan talenta digital yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga mampu memahami persoalan sosial dan bisnis yang muncul di tengah pesatnya transformasi digital.
Melalui kompetisi tersebut, peserta diajak untuk mengidentifikasi berbagai tantangan nyata yang dihadapi masyarakat maupun dunia usaha, kemudian menganalisis akar permasalahan, mengukur dampaknya terhadap berbagai pemangku kepentingan, serta merumuskan solusi berdasarkan penelitian yang mendalam.
Vice President of Education Monash University Indonesia, Yessy Arnold Perangin Angin, mengatakan bahwa kompetisi ini bertujuan membentuk pola pikir kritis generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara lebih bermakna.
“NextGen Digital Impact Competition merupakan upaya Monash untuk mendorong generasi muda melihat teknologi tidak hanya sebagai alat, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami dan menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Melalui pendekatan berbasis riset dan analisis, kami ingin membekali peserta dengan kemampuan berpikir kritis yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional maupun perkembangan industri di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan analisis yang kuat akan menjadi salah satu kompetensi utama yang dibutuhkan di era digital, di mana perubahan teknologi berlangsung sangat cepat dan kompleks.
NextGen Digital Impact Competition diselenggarakan melalui beberapa tahapan seleksi yang menuntut peserta menunjukkan kualitas pemikiran dan kemampuan analitis mereka.
Kompetisi diawali dengan pengumpulan Problem Statement Essay, kemudian dilanjutkan proses seleksi oleh dewan juri hingga sesi presentasi final yang mempertemukan para peserta terbaik dari seluruh Indonesia.
Pada setiap tahap, peserta diminta menyusun kajian komprehensif terhadap isu yang mereka pilih, mulai dari identifikasi akar masalah, analisis dampak terhadap masyarakat dan industri, hingga penyampaian rekomendasi yang didukung data dan hasil riset.
Puncak kompetisi berlangsung melalui sesi presentasi final di hadapan panel juri yang terdiri dari kalangan akademisi dan praktisi industri. Penilaian difokuskan pada kedalaman analisis, relevansi isu yang diangkat, kualitas argumentasi, serta kemampuan peserta dalam menyampaikan hasil penelitian secara sistematis.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas penelitian yang ditampilkan peserta, Monash University Indonesia dan Sinar Mas Land menetapkan dua pemenang utama pada kategori yang diperlombakan.
Pada kategori Digital Business, penghargaan diraih oleh Clara Sutanto melalui riset berjudul “Caring for the Forgotten Generation”.
Sementara itu, kategori Information Technology dimenangkan oleh Darlene Jovela Rachmat dengan penelitian berjudul “The Digital Divide in Healthcare: How Accessible is AI in Rural Indonesia?”.
Kedua karya tersebut dinilai berhasil mengangkat isu sosial dan teknologi yang relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, sekaligus menawarkan perspektif analitis mengenai potensi solusi berbasis inovasi digital.
CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, menegaskan bahwa investasi pada generasi muda merupakan langkah strategis untuk mendukung pembangunan bangsa di masa depan.
Menurutnya, dukungan terhadap Program Beasiswa NextGen Undergraduate di Monash University Indonesia menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bertaraf internasional sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif secara global.
“Sebagai Township of World-Class Education, BSD City terus memperkuat posisinya sebagai pusat pendidikan, inovasi, dan teknologi terdepan dengan menghadirkan institusi pendidikan bertaraf internasional, mitra industri, serta ekosistem pembelajaran yang dinamis,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri diharapkan mampu melahirkan pemimpin masa depan yang dapat memberikan dampak nyata bagi Indonesia sekaligus mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.
Penyelenggaraan NextGen Digital Impact Competition berlangsung di tengah meningkatnya kebutuhan Indonesia terhadap talenta digital yang tidak hanya mahir dalam teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan pemahaman terhadap konteks bisnis serta sosial.
Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan dan dunia industri dalam menciptakan ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Melalui inisiatif tersebut, Monash University Indonesia dan Sinar Mas Land menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan mampu menghasilkan pemikiran yang berdampak bagi kemajuan ekosistem digital nasional.
Dengan semakin berkembangnya ekonomi digital Indonesia, kehadiran program seperti NextGen Digital Impact Competition diharapkan dapat menjadi wadah bagi lahirnya talenta-talenta baru yang siap berkontribusi dalam menghadapi tantangan dan peluang di era transformasi digital.(dhil)










