Koranindopos.com – Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) memastikan seluruh sepeda motor Honda terbaru yang dipasarkan di Indonesia telah kompatibel dengan penggunaan bahan bakar bensin campuran etanol 10 persen (E10). Kepastian tersebut menjadi dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah yang tengah mempercepat transisi energi melalui pemanfaatan bahan bakar ramah lingkungan berbasis bioetanol.
AHM menjelaskan bahwa seluruh motor Honda yang telah menggunakan teknologi sistem injeksi (PGM-FI) dirancang untuk dapat menggunakan bahan bakar E10 tanpa mengurangi performa maupun keandalan mesin. Dengan demikian, konsumen tidak perlu khawatir saat pemerintah mulai menerapkan penggunaan bensin berbioetanol secara bertahap.
Salah satu model terbaru yang telah mendukung penggunaan E10 adalah Honda Vario Evo 160, skuter matik premium yang baru diluncurkan pada pertengahan 2026. Selain menawarkan mesin generasi terbaru yang lebih efisien, model tersebut juga telah dipersiapkan menghadapi perubahan standar bahan bakar nasional.
AHM menegaskan bahwa sejak beralih dari sistem karburator ke teknologi injeksi, seluruh pengembangan mesin Honda telah mempertimbangkan kompatibilitas terhadap bahan bakar dengan kandungan etanol hingga 10 persen.
Artikel Terkait
Penggunaan E10 disebut tidak akan memengaruhi tenaga mesin, efisiensi bahan bakar, maupun usia komponen kendaraan apabila digunakan sesuai rekomendasi pabrikan. Informasi mengenai kompatibilitas tersebut juga telah dicantumkan dalam buku manual setiap motor Honda.
Sementara itu, untuk sepeda motor generasi lama yang masih menggunakan sistem karburator, diperlukan pengujian lebih lanjut guna memastikan tingkat kompatibilitasnya terhadap kandungan etanol yang lebih tinggi.
Kebijakan kompatibilitas E10 sejalan dengan roadmap pemerintah dalam mengembangkan biofuel sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan tahapan implementasi penggunaan bioetanol, yakni:
- E5 (5 persen etanol) diterapkan sebelum akhir 2026.
- E10 (10 persen etanol) mulai diberlakukan pada awal 2027.
- E20 (20 persen etanol) ditargetkan mulai Januari 2028.
Program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.
Sebagai bagian dari transisi tersebut, Pertamina sebelumnya telah meluncurkan Pertamax Green 95 yang mengandung lima persen bioetanol sejak 2023.
Bahan bakar tersebut telah digunakan oleh berbagai kendaraan, termasuk motor Honda berteknologi injeksi, dan dinilai aman tanpa memerlukan perubahan atau modifikasi pada mesin.
Keberhasilan implementasi E5 menjadi landasan penting menuju penggunaan E10 secara lebih luas dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan kesiapan teknologi yang dimiliki Honda, konsumen dapat menghadapi perubahan kebijakan bahan bakar dengan lebih tenang. Motor tetap mampu memberikan performa optimal, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta daya tahan mesin yang terjaga.
Di sisi lain, kesiapan produk Honda juga menunjukkan komitmen industri otomotif nasional dalam mendukung program pemerintah menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Melalui pengembangan teknologi mesin yang kompatibel dengan bioetanol, AHM berharap dapat berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekaligus mendukung terciptanya sistem transportasi berkelanjutan di Indonesia.(dhil/suaraflores)










