Sabtu, 12 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Otomotif

Nissan Bakal Tutup Dua Pabrik di Jepang, Pangkas Operasi Global demi Efisiensi Biaya

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
19 Mei 2025
in Otomotif
A A
0
nissan
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Raksasa otomotif asal Jepang, Nissan Motor Co, dikabarkan tengah mempertimbangkan penutupan dua pabrik utama di Jepang dan sejumlah fasilitas lainnya di luar negeri sebagai bagian dari langkah besar restrukturisasi demi mengatasi tekanan finansial yang terus membayangi perusahaan.

Menurut laporan Reuters, Nissan berencana menutup pabriknya di Oppama, Prefektur Kanagawa, Jepang – pabrik yang bersejarah karena menjadi lokasi produksi mobil pertama Nissan sejak tahun 1961. Di pabrik ini pula mobil listrik ikonik Nissan Leaf pertama kali diproduksi. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 240.000 unit per tahun dan mempekerjakan sekitar 3.900 karyawan.

Tak hanya Oppama, pabrik Shonan yang dikelola oleh Nissan Shatai – perusahaan afiliasi di mana Nissan memiliki sekitar 50% saham – juga disebut akan ditutup. Pabrik tersebut khusus memproduksi kendaraan komersial ringan dengan kapasitas tahunan mencapai 150.000 unit, serta mempekerjakan sekitar 1.200 orang.

Jika rencana ini terealisasi, maka Nissan hanya akan mengoperasikan tiga pabrik perakitan di Jepang. Sementara itu, pemangkasan operasi juga direncanakan di berbagai negara lain, termasuk penghentian produksi di Afrika Selatan, India, dan Argentina, serta pengurangan jumlah pabrik di Meksiko.

Artikel Terkait

Kena Abu Vulkanik Anak Krakatau, Isuzu Ingatkan Pemilik Kendaraan Cek Filter Udara

AION UT Raih Rating 5-Bintang Euro NCAP 2026, Buktikan Standar Keselamatan Global

Scomadi Bawa 4 Skuter Premium ke GIIAS Bandung 2026, Ada Edisi Khusus Racing

Rencana ini merupakan bagian dari strategi pemangkasan biaya besar-besaran yang telah diumumkan Nissan sejak beberapa tahun terakhir. Di bawah kepemimpinan CEO baru Ivan Espinosa, Nissan menargetkan pengurangan tenaga kerja global sebanyak 15%, serta mengurangi jumlah pabrik dari 17 menjadi 10 secara global.

Langkah ini diambil setelah perusahaan mengalami penurunan penjualan sebesar 42% sejak tahun fiskal 2017. Nissan juga sempat mencatatkan kerugian besar hingga ¥820 miliar (sekitar Rp 82 triliun) dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, dalam pernyataan resminya, Nissan menyebut bahwa laporan mengenai rencana penutupan pabrik masih bersifat spekulatif dan belum dikonfirmasi secara resmi.

“Saat ini kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai hal ini. Kami berkomitmen untuk menjaga transparansi dengan para pemangku kepentingan dan akan mengkomunikasikan setiap informasi terbaru yang relevan jika diperlukan,” demikian pernyataan perusahaan.

Sebelumnya, Nissan telah mengumumkan rencana konsolidasi produksi untuk beberapa model andalannya. Salah satu langkah yang sudah dikonfirmasi adalah penggabungan lini produksi pikap Frontier dan Navara ke satu lokasi produksi utama di sekitar pabrik Civac, Meksiko.

Langkah-langkah efisiensi ini diyakini menjadi upaya penyelamatan jangka panjang perusahaan untuk kembali ke jalur profitabilitas, setelah bertahun-tahun terdampak oleh persaingan ketat industri otomotif global, perubahan pasar kendaraan listrik, dan manajemen yang sempat goyah pasca krisis kepemimpinan beberapa tahun lalu.

Meskipun ada kekhawatiran dari serikat pekerja dan masyarakat lokal atas kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, Nissan sejauh ini belum mengeluarkan keterangan lebih lanjut mengenai dampak sosial dan ekonomi dari rencana tersebut.(dhil)

Topik: MobilNissan

TerkaitBerita

Kena Abu Vulkanik Anak Krakatau, Isuzu Ingatkan Pemilik Kendaraan Cek Filter Udara
Otomotif

Kena Abu Vulkanik Anak Krakatau, Isuzu Ingatkan Pemilik Kendaraan Cek Filter Udara

oleh Editor : Affandy
11 September 2026
AION UT Raih Rating 5-Bintang Euro NCAP 2026, Buktikan Standar Keselamatan Global
Otomotif

AION UT Raih Rating 5-Bintang Euro NCAP 2026, Buktikan Standar Keselamatan Global

oleh Editor : Affandy
10 September 2026
Scomadi Bawa 4 Skuter Premium ke GIIAS Bandung 2026, Ada Edisi Khusus Racing
Otomotif

Scomadi Bawa 4 Skuter Premium ke GIIAS Bandung 2026, Ada Edisi Khusus Racing

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
Geely Jadi Official Partner Jakarta Vertical Run 2026, Bawa Mobil Listrik untuk Dukung Atlet Dunia
Otomotif

Geely Jadi Official Partner Jakarta Vertical Run 2026, Bawa Mobil Listrik untuk Dukung Atlet Dunia

oleh Editor : Affandy
8 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Program RATU dari Tim Bismillah Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jadi Juara 1 Kompetisi ACTION! Asuransi Astra

Program RATU dari Tim Bismillah Institut Teknologi Sepuluh Nopember Jadi Juara 1 Kompetisi ACTION! Asuransi Astra

11 September 2026
87 Siswa di Taiwan Diare Usai Makan Siang Gratis, Dapur Penyedia Langgar 5 Aturan Higiene

87 Siswa di Taiwan Diare Usai Makan Siang Gratis, Dapur Penyedia Langgar 5 Aturan Higiene

11 September 2026
Pertamina: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter akibat Konflik Timur Tengah

Pertamina: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20.000 per Liter akibat Konflik Timur Tengah

11 September 2026
Harga Emas Diprediksi Naik Lagi ke Rp3 Juta per Gram, Konflik Geopolitik Jadi Pemicu

Harga Emas Diprediksi Naik Lagi ke Rp3 Juta per Gram, Konflik Geopolitik Jadi Pemicu

11 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4483 shares
    Share 1793 Tweet 1121
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    861 shares
    Share 344 Tweet 215
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya