Koranindopos.com, Jakarta – Karier komika Oki Rengga dan Lolox terus berkembang dari panggung stand up comedy ke dunia seni peran.Keduanya kini dipertemukan dalam proyek sinetron terbaru produksi MDTV bertajuk Dunia Tanpa Tuhan, yang dijadwalkan tayang mulai 18 Februari 2026 pukul 18.00 WIB serta tersedia di platform streaming Netflix.
Bagi Oki Rengga, keterlibatannya dalam sinetron ini menjadi momen spesial karena merupakan debutnya di dunia sinetron. Ia mengaku sejak lama memiliki target untuk bisa tampil satu proyek bersama Lolox.
“Memang ada target pengin satu frame film atau sinetron bareng dia. Alhamdulillah akhirnya kejadian,” ujar Oki saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Lolox pun mengungkapkan hal serupa. Sejak awal merintis karier di industri hiburan, ia memang berharap suatu saat bisa berada dalam satu produksi akting bersama sahabatnya tersebut.
Masuk ke dunia sinetron menjadi tantangan tersendiri bagi Oki. Ia mengaku cukup terkejut dengan ritme kerja yang jauh lebih cepat dibandingkan film layar lebar.
“Kalau film sehari paling enam scene, ini bisa sampai 20 scene. Kaget banget,” katanya sambil tertawa.

Meski demikian, Oki mengapresiasi sistem kerja produksi yang dinilai lebih teratur karena jadwal syuting dibatasi hingga maksimal pukul 12 malam, sehingga para pemain tetap memiliki waktu istirahat yang cukup.
Selain soal durasi dan jumlah adegan, pendekatan akting di sinetron juga berbeda. Menurut Oki, ekspresi dalam sinetron harus lebih tegas agar pesan cerita cepat diterima penonton, berbeda dengan film yang cenderung lebih subtil.
Secara cerita, Dunia Tanpa Tuhan mengangkat latar kehidupan kampung di pinggiran Jakarta. Oki dan Lolox memerankan dua perantau asal Medan yang kerap terjebak dalam konflik absurd. Kekacauan dipicu oleh sosok Jahal, orang kaya baru yang arogan dan gemar meremehkan warga.
Rangkaian peristiwa konyol pun terjadi, mulai dari tuduhan pencurian, kesalahpahaman soal kematian, hingga aksi tipu-tipu berkedok kesaktian yang memanfaatkan keputusasaan warga. Dengan balutan komedi satir, sinetron ini memadukan humor khas kedua komika dengan dinamika kehidupan masyarakat urban. (BRG/Kul)










