Koranindopos.com, JAKARTA – Kerja Sama swastanisasi air antara Perumda Air Minum (PAM) Jaya dengan dua mitra swasta, yakni Palyja dan Aetra, akan berakhir pada 31 Januari 2023. Menjelang berakhirnya swastanisasi tersebut, PAM Jaya menggandeng swasta untuk optimalisasi aset eksisting dan penyediaan aset baru dengan skema pembiayaan bundling di Ruang Pola Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (14/10/2022).
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menuturkan, kerja sama dengan PT Moya Indonesia tersebut berbeda dengan yang dilakukan dua mitra, Palyja dan Aetra. ”Dari perjanjian sebelumnya, mitra melakukan pengelolaan dari hulu ke hilir. Mulai dari produksi, distribusi, hingga pelayanan. Sementara perjanjian kerja sama ini hanya dilakukan pada bagian produksi dan ini umum dilakukan oleh perusahaan air minum di Indonesia,” katanya.
Meski bekerja sama dengan swasta, dia menyebutkan yang melakukan pelayanan langsung ke masyarakat tetap oleh PAM Jaya. Demikian juga Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dikerja samakan dimiliki serta dikuasai oleh PAM Jaya. ”Jadi, secara sederhana, kami hanya membeli air yang diproduksi oleh mitra,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Arif juga menjelaskan, kerja sama tersebut juga solusi dari upaya peningkatan 100 persen cakupan pelayanan air minum perpipaan di Jakarta oleh pemerintah pusat, DKI Jakarta, dan PAM JAya. ”Saat ini, cakupan pelayanan PAM Jaya membutuhkan suplai air bersih 34.671 liter per detik serta pipa sepanjang 4.000 kilometer. Dengan kerja sama ini, kami berharap menjadi salah satu solusi efektif untuk percepatan menuju 100 persen cakupan pelayanan air minum perpipaan untuk warga Jakarta,” terangnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Anies Baswedan menuturkan, jika tidak ada air, tidak jadi kampung, maka tidak jadi kota. ”Di Jakarta ini, kita merasakan betul betapa tantangan untuk menyediakan air minum. Itu tantangan yang sudah lintas generasi. Karena itu, kami percaya penandatanganan pagi hari ini (Jumat, Red) adalah babak bersejarah yang nantinya akan menjadikan setiap keluarga di Jakarta mendapatkan air minum dengan mudah dan murah,” ujarnya. (wyu/mmr)










