Koranindopos.com, JAKARTA-Pasukan elite Amerika Serikat US Navy SEAL (Sea, Air, and Land Teams) menjadi sorotan usai disebut berhasil menyelamatkan pilot jet tempur F-15E yang terjebak di Iran usia jetnya ditembak jatuh Teheran pekan lalu.
Presiden Donald Trump memamerkan bahwa operasi penyelamatan paling berani dalam sejarah itu berhasil mengelabui Iran sampai-sampai tim US Navy Seal bisa menyusup ke Iran tanpa terlacak radar dan peralatan anti-pesawat Teheran.
Di sisi lain, Iran mengeklaim berhasil menembak jatuh dua helikopter Black Hawk AS dan satu pesawat militer yang terlibat operasi penyelamatan tersebut. Trump mengatakan 170 pesawat dan sekitar 200 pasukan terlibat dalam operasi militer yang juga dibantu agen-agen Badan Pusat Intelijen AS (CIA) itu.
Sebelum misi itu sukses, salah satu sumber di pemerintahan AS membeberkan detik-detik kengerian operasi penyelamatan sang pilot. Media yang berbasis di AS, The New York Times, melaporkan misi penyelamatan itu melibatkan Pasukan Komando Navy SEAL team 6 yang ditugaskan mengevakuasi awak pesawat tempur F-15.
Dia mengatakan operasi ini juga melibatkan beberapa pesawat angkut dan pasukan khusus AS. Pasukan Navy Seal juga disebut berhasil masuk ke wilayah pegunungan Iran tanpa terdeteksi. Mereka mendaki bukit setinggi 7.000 kaki dan menyeret pilot itu untuk dibawa ke tempat yang lebih aman.
Namun, dua pesawat pengangkut MC-130 yang mengangkut 100 pasukan elit mengalami kerusakan mekanis dan tak bisa lepas landas. Mereka terancam terjebak di wilayah Iran. Para komandan pasukan khusus lalu mengambil langkah berisiko tinggi. Mereka memerintahkan pesawat tambahan ke Iran guna mengevakuasi kelompok tersebut secara bertahap.
Di saat bersamaan, pesawat tempur AS menjatuhkan bom dan menembaki konvoi Iran guna menjauhkan mereka dari lokasi,bunyi laporan The New York Times mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya.
Sebelum diselamatkan, pilot F-15 berhasil menghindari penangkapan pasukan Iran selama lebih dari satu hari terjebak di hutan dalam keadaan terluka. Awak yang tidak diungkap identitasnya itu dilengkapi pistol, alat pelacak (beacon), dan perangkat komunikasi aman untuk berkoordinasi dengan tim penyelamat.
Pasukan komando AS yang bergerak menuju lokasi perwira tersebut menembakkan senjata mereka untuk menjauhkan pasukan Iran dari area penyelamatan. Presiden AS Donald Trump memuji kehebatan militer AS yang kembali tanpa luka berat. “Penyelamatan itu adalah mukjizat Paskah. Musuh besar dan ganas. Tapi, penyelamatnya brilian, kuat, tegas, dan tenang,” ungkap Trump pada Minggu. (cnn/mmr)










