Koranindopos.com, Jakarta – Rasa nyeri ringan pada persendian sering kali dianggap sebagai kelelahan fisik biasa akibat menumpuknya rutinitas harian. Padahal, sinyal berupa rasa ngilu saat menekuk kaki bisa menjadi penanda awal adanya gangguan pada struktur tulang dan engsel sendi.
Hal inilah yang dialami oleh public figure Aldi Taher. Unggahan foto bagian kakinya di akun Instagram pribadi sempat memicu perhatian netizen sebelum akhirnya ia membeberkan kondisi kesehatan sebenarnya.
“Boleh dibilang ini kabar kurang mengenakkan, tapi tetap harus disyukuri. Seminggu terakhir itu pas lagi mau sujud waktu salat, kan kaki harus menekuk, kok rasanya agak nyut-nyutan di sebelah kanan,” kata Aldi Taher ketika ditemui bersama sang istri, Salsabilih di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).
Hasil Pemeriksaan Rontgen dan Pergeseran Posisi Tulang
Pria kelahiran Jayapura berusia 42 tahun tersebut awalnya menduga rasa tidak nyaman pada kaki kanannya muncul akibat kelelahan usai menjalani jadwal manggung yang relatif padat. Namun, penanganan mandiri menggunakan minyak pereda nyeri tidak memberikan perbaikan signifikan.
Keputusan untuk melakukan pemeriksaan medis mendalam akhirnya membuka fakta mendasar mengenai kondisi lututnya. Foto rontgen memperlihatkan adanya pergeseran posisi pada engsel kanan.
“Pas dicek, qadarullah, dironsten ternyata tulangnya agak geser. Sendi engsel kanan dan kiri kan harusnya seimbang, nah ini yang kanan posisinya agak naik. Pas saya tanya kenapa, dokter bilang ada pengapuran,” jelasnya.
Temuan medis tersebut mengejutkan suami Salsabilih ini. Penelitian kesehatan menunjukkan bahwa pengapuran sendi (osteoartritis) tidak hanya dipicu oleh proses penuaan, tetapi juga oleh micro-trauma berulang, beban mekanis berlebih, serta kekurangan nutrisi penting seperti Vitamin D dan Kalsium.
Penjelasan dari praktisi medis turut mengonfirmasi bahwa pola hidup harian memegang peranan besar dalam kesehatan tulang.
“Dokter bilang sekarang usia enggak pengaruh, penyebabnya multifaktor. Bisa karena kecapekan, aktivitas padat, atau kurang asupan kalsium,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, pria bernama lengkap Aldiansah Taher ini mengutarakan kekhawatirannya terkait riwayat pengobatan medis yang pernah dialaminya. Sebagai seorang survivor kanker, ia menduga ada korelasinya dengan penurunan kualitas tulang yang ia alami saat ini.
Secara farmakologi, beberapa jenis obat kemoterapi memang dapat memengaruhi proses deposit kalsium dalam jaringan tulang.
“Tapi saya juga kepikiran, apa ini ada efek dari obat kemoterapi dulu yang bikin tulang keropos? Kan pernah dengar kabar begitu. Tapi ya bismillah, insyaallah baik-bye saja,” ujarnya.
Strategi Pemulihan Medis dan Perubahan Pola Hidup
Untuk memulihkan fungsi sendi agar kembali seimbang, dokter merekomendasikan tindakan fisioterapi secara berkala sebanyak dua kali dalam seminggu disertai asupan suplemen pendukung.
“Penyangga atau deker kata dokter belum perlu karena ini masih tahap awal, tapi memang harus dijaga ketat biar enggak makin keropos,” ungkapnya.
Langkah pemulihan tersebut juga diimbangi dengan pengaturan diet guna menekan potensi peradangan (inflamasi) pada jaringan sendi, serta menghindari olahraga beban tinggi (high-impact).
“Pantangannya kurangi konsumsi gula, kurangi tepung-tepungan, sama kurangi gorengan. Olahraga masih boleh tapi jangan yang berdampak berat kayak main padel atau olahraga yang loncat-loncat,” tandas Aldi Taher. (BRG/Hend)










