Jumat, 10 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Pemerintah Siapkan Aplikasi Bayar Tol Dan Berikan Sanksi yang Tidak Terdaftar

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
28 Mei 2024
in Nasional
A A
0
Pemerintah Siapkan Aplikasi Bayar Tol Dan Berikan Sanksi yang Tidak Terdaftar
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta, Pemerintah sedang menyiapkan sistem transaksi tol tanpa berhenti atau yang dikenal sebagai Multi Lane Free Flow (MLFF). Sistem ini dirancang untuk menghapuskan gerbang tol dan menggantinya dengan pembayaran melalui aplikasi pada smartphone pengguna yang terkoneksi internet. Teknologi yang akan digunakan adalah Global Navigation Satellite System (GNSS).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, penerapan sistem bayar tol tanpa berhenti akan membawa beberapa keuntungan, termasuk efisiensi waktu dan pengurangan kemacetan di gerbang tol.

“Makanya, ini kami mau mengubah sistem, perilaku juga, seperti halnya yang kemarin diluncurkan Presiden yang INA GovTech itu juga mengubah semuanya, jadi semua harus ke sana,” kata Basuki dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (28/5/2024)

Penerapan MLFF akan mengandalkan teknologi GNSS yang memungkinkan pengguna tol membayar tarif secara otomatis melalui aplikasi pada smartphone. Tarif tol akan dihitung dan dikurangi secara otomatis dari instrumen pembayaran yang terhubung dengan aplikasi tersebut.

Artikel Terkait

Perpustakaan MPR RI Gelar Literasi Kreatif, Padukan Demokrasi, Konstitusi, dan Secangkir Kopi

Sensus Ekonomi 2026 Harus Hasilkan Data Rinci untuk Perkuat Peran Ekonomi Perempuan

Silaturahmi Kebangsaan MPR RI dan Mahkamah Konstitusi Bahas Sidang Tahunan hingga Penguatan Tafsir Konstitusi

Sistem ini merupakan pengembangan dari sistem pembayaran tol yang telah ada sebelumnya. Awalnya, pembayaran tol di Indonesia dilakukan secara tunai, kemudian beralih ke sistem nontunai dengan tapping, dan saat ini sedang diubah menjadi single lane free flow (SLFF), sebagai tahap menuju MLFF yang lebih canggih dan sepenuhnya nirsentuh.

Basuki menegaskan, pemerintah akan menerapkan sanksi bagi pengendara yang tidak mendaftar pada aplikasi pembayaran tol ini, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2024 tentang Jalan Tol. Sanksi ini bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam bertransaksi di jalan tol.

Denda akan diberikan bertahap sesuai dengan Pasal 105 ayat 5 PP 23/2024, yaitu:

  • Tingkat I: Satu kali tarif tol yang harus dibayar dalam waktu 2×24 jam.
  • Tingkat II: Tiga kali tarif tol yang harus dibayar dalam waktu 10×24 jam.
  • Tingkat III: Sepuluh kali lipat tarif tol dan pemblokiran STNK jika pengendara tidak membayar denda sebelumnya dalam waktu lebih dari 10×24 jam.

Namun demikian, bagi masyarakat yang belum terdaftar dalam sistem pembayaran tol nirsentuh ini, akan dialihkan terlebih dahulu untuk menggunakan gerbang tol dengan sistem pembayaran tapping sehingga tidak ada kerugian pendapatan dari badan usaha jalan tol.

Penerapan sistem MLFF diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan berkendara di jalan tol. Dengan teknologi ini, pemerintah berharap dapat mengurangi kemacetan, meningkatkan keamanan, dan mempercepat transaksi di jalan tol, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pengguna jalan tol di Indonesia. (dni)

Topik: Aplikasi Bayar TolTol

TerkaitBerita

MPR RI
Nasional

Perpustakaan MPR RI Gelar Literasi Kreatif, Padukan Demokrasi, Konstitusi, dan Secangkir Kopi

oleh Editor : Hairul
9 Juli 2026
MPR RI
Nasional

Sensus Ekonomi 2026 Harus Hasilkan Data Rinci untuk Perkuat Peran Ekonomi Perempuan

oleh Editor : Hairul
9 Juli 2026
Silaturahmi Kebangsaan MPR RI dan Mahkamah Konstitusi Bahas Sidang Tahunan hingga Penguatan Tafsir Konstitusi
Nasional

Silaturahmi Kebangsaan MPR RI dan Mahkamah Konstitusi Bahas Sidang Tahunan hingga Penguatan Tafsir Konstitusi

oleh Editor : Affandy
9 Juli 2026
Fraksi PKS MPR RI Bahas Solusi Ekonomi Syariah untuk Perkuat Perekonomian di Era Pemerintahan Prabowo
Nasional

Fraksi PKS MPR RI Bahas Solusi Ekonomi Syariah untuk Perkuat Perekonomian di Era Pemerintahan Prabowo

oleh Editor : Affandy
9 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SINDIKAT MANCANEGARA: Sebanyak 61 WNI ditangkap di Timor Leste karena terlibat penipuan online. (Foto Ilustrasi: (c) jayzynism/Depositphotos.com)

61 WNI Ditangkap di Timor Leste Karena Terlibat Penipuan Online

10 Juli 2026
REKOR MURI: Peserta anak dalam ajang balap sepeda tanpa pedal di Metland Cikarang berada di garis start. (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

Balap Pushbike Pertama Dengan Peserta Anak Terbanyak Raih Rekor MURI

10 Juli 2026
MPR RI

Sensus Ekonomi 2026 Harus Hasilkan Data Rinci untuk Perkuat Peran Ekonomi Perempuan

9 Juli 2026
MPR RI

Perpustakaan MPR RI Gelar Literasi Kreatif, Padukan Demokrasi, Konstitusi, dan Secangkir Kopi

9 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3786 shares
    Share 1514 Tweet 947
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    508 shares
    Share 203 Tweet 127
  • Daihatsu Ayla, City Car LCGC Favorit yang Irit BBM dan Ramah di Kantong

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 Belum Dibuka, BKN Minta Calon Peserta Tunggu Pengumuman Resmi

    323 shares
    Share 129 Tweet 81
  • PPG Prajabatan 2026 Dibuka Juni: 10.000 Kuota, Link Daftar & Syarat Guru Honorer

    330 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya