BOGOR, koranindopos.com – Sebagai lembaga konservasi Taman Safari Indonesia (TSI) lebih dari 30 tahun telah menjadi leading dalam kegiatan konservasi di Indonesia maupun internasional, baik kegiatan konservasi ek-situ maupun in-situ.
Hal itu menjadikan Taman Safari Indonesia Bogor menerapkan berbagai upaya untuk melindungi lembaga konservasi termasuk upaya pencegahan dari virus PMK yang merebak belakangan ini, karena virus ini memiliki dampak tidak hanya untuk kesehatan tetapi juga perekonomian yang menyebabkan kerugian bagi para peternak dan berpengaruh terhadap ketahanan pangan.
Kasus PMK di kabupaten Bogor khususnya meningkat tajam, yang perlu diketahui virus PMK menyebar di kalangan hewan dan tidak bersifat zoonosis yaitu menyebar dari hewan ke manusia atau sebaliknya.
Virus PMK umumnya menyerang satwa yang memiliki kuku belah seperti sapi, domba dan sejenisnya dan berpotensi menular bagi manusia yang kontak langsung dengan hewan tersebut.
Upaya yang di lakukan Taman Safari Indonesia Bogor menghimbau masyarakat mengikuti aturan dari dinas peternakan agar penyebarannya dapat di minimalisir. Untuk satwa di kawasan Taman Safari Indonesia Bogor selalu dipantau dengan rutin kesehatan dan penangkarannya, juga telah mengikuti standar ketat terkait kebersihan dan sterilisasi.
Ada 6 Dokter Hewan didampingi tenaga kesehatan yang siap merawat mengawasi secara ketat dengan biosecurity dan biosafety. Juga meningkatkan kebersihan area habitat dan penangkaran satwa.
Bahkan tenaga kesehatan dan karyawan yang bertugas ketika berkerja tidak diperkenankan menggunakan baju dari rumah namun harus menggunakan seragam di ruang ganti karyawan agar menghindari kemungkinan droplet dari luar yang ada dikemeja atau celana ketika dalam perjalanan. Ketentuan bekerja menggunakan sarung tangan dan sepatu boot yang disediakan. Dan ketika masuk dipenangkaran, sepatu direndamkan kedalam kotak disenfektan yang sudah tersedia.
Pencegahan virus PMK juga kami antisipasi dengan menyediakan pakan yang sudah dijamin kebersihannya dimana pengunjung dapat memberikan langsung kepada hewan. “ Kami tidak melarang pengunjung membawa pakan yang dibeli dari pedagang diluar karena kami juga ingin memberikan dampak ekonomi kepada pedagang dan perkebunan warga sekitar. Namun kami sudah memberikan penyuluhan kepada warga dan pedagang sekitar terkait kebersihan dan kualitas pakan yang baik untuk satwa termasuk penyuluhan tentang wabah PMK sehingga bersama kita dapat mencegah penyebaran wabah ini ”. Ditegaskan Emerlado Parengkuan selaku General Manager Taman Safari Indonesia Bogor.
Kegiatan penyuluhan kepada warga sekitar rutin dilakukan oleh Taman Safari Indonesia Bogor demi mengedukasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pada tanggal 16 Juni 2022 kegiatan itu dilakukan, diharapkan semakin banyak warga yang peduli dan turut menjaga lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan khususnya pencegahan virus PMK. Peran Taman Safari Indonesia Bogor sangat terasa oleh warga sekitar. Sebagai lembaga konservasi yang memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan kebersihan dan pemeliharaan terhadap alam, karena peran pemerintah harus didukung oleh masyarakat agar terciptanya lingkungan yang sehat.(why)










