Kamis, 22 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Internasional

Pengadilan Kriminal Internasional Tak Mudah Adili Putin

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
23 Maret 2023
in Internasional
A A
0
Rusia

REUTERS/SPUTNIK KEKUATAN BESAR: Presiden Rusia Vladimir Putin.

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com– Rusia. Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Karim Khan mengatakan dunia perlu memiliki stamina untuk menegakkan hukum internasional dengan mengadili mereka yang dituduh melakukan kejahatan perang di Ukraina.

Khan juga menantang Kremlin untuk mengizinkan anak-anak Ukraina yang diculik ke Rusia untuk pulang, setelah pengadilannya mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Putin dan komisaris anak-anak Rusia, Maria Lvova-Belova, dengan alasan bahwa mereka telah mengawasi pemindahan paksa ribuan anak. ”Ini adalah saat krisis. Menurut saya itu bukan hiperbola… kita perlu memiliki stamina untuk mewujudkan keadilan,” kata Khan seperti dikutip dari The Guardian, Senin (20/3/2023).

Khan mengatakan itu adalah saat yang suram bahwa untuk pertama kalinya pemimpin negara yang merupakan anggota tetap dewan keamanan PBB didakwa dengan kejahatan perang. Bersamaan dengan Khan, Menteri Kehakiman Ukraina Denys Maliuska dan Jaksa Agung Andriy Kostin terus menuntut agar dunia terus maju dengan menuntut Putin dan sekutunya dengan kejahatan agresi.

Namun, ICC disebut tidak memiliki kekuatan untuk mengadili Rusia atas kejahatan agresi karena Rusia bukan penandatangan Statuta Roma yang mengatur pengadilan tersebut. Kendati demikian, Khan mengesampingkan argumen itu demi menjelaskan apa yang dia yakini dipertaruhkan untuk hukum internasional dan dunia di Ukraina.

Artikel Terkait

Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

Kericuhan di Prancis Terus Meluas Jelang Pemilihan Presiden

Singapura Bongkar Investigasi Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla di Indonesia

Khan mengesampingkan argumen itu demi menjelaskan apa yang dia yakini dipertaruhkan untuk hukum internasional dan dunia di Ukraina. ”Momen kebangkitan ini memiliki beberapa janji di dalamnya,” katanya.

Namun, jarang ada kepala negara yang diadili di pengadilan. Mantan Presiden Pantai Gading Laurent Gbagbo didakwa pada 2011 dengan kejahatan terhadap kemanusiaan, tetapi dibebaskan pada 2019. Putusan pengadilan mengatakan bahwa penuntutan telah gagal untuk membuktikan adanya rencana bersama dan atau kebijakan serangan berskala besar atau sistematik.

ICC juga pernah mengeluarkan surat perintah penangkapan pada 2011 untuk mantan pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang. Saat itu, Jaksa ICC Luis Moreno-Ocampo mengatakan pengadilan memiliki bukti kuat atas kejahatan termasuk penembakan warga sipil.

Namun, Muammar Gaddafi dibunuh dalam beberapa bulan setelah surat perintah dikeluarkan. Sementara terkait tuduhan terhadap Putin, ICC belum tentu mudah dibuktikan. Penyelidik perlu menunjukkan bahwa para penculik yang diduga tidak hanya mengambil anak-anak di luar kehendak mereka, tetapi mereka juga tidak bermaksud untuk mengembalikan anak-anak tersebut kepada wali sah mereka. Selain itu, Statuta Roma mensyaratkan bahwa pihak penuntut harus membuktikan bahwa “pelaku bermaksud untuk menghancurkan, seluruhnya atau sebagian, kelompok bangsa, etnis, ras atau agama itu”. (cnni/mmr)

Topik: ICCputinRusiaUkraina

TerkaitBerita

KEBAKARAN LAHAN: Petugas memadamkan api yang melahap hutan dan lahan di Kalimantan. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)
Internasional

Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

oleh Editor : Memoarto
22 Oktober 2026
KERICUHAN DI PRANCIS: Demonstran menerobos balai kota Marseille dan kantor Wali Kota Lille. Sementara kantor pariwisata di Lyon dibakar dalam demo biaya hidup di Prancis. (Foto: AFP/KIRAN RIDLEY)
Internasional

Kericuhan di Prancis Terus Meluas Jelang Pemilihan Presiden

oleh Editor : Memoarto
18 Oktober 2026
KEBAKARAN LAHAN: Petugas memadamkan api yang melahap hutan dan lahan di Kalimantan. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)
Internasional

Singapura Bongkar Investigasi Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla di Indonesia

oleh Editor : Memoarto
17 Oktober 2026
SERANGAN MILISI: Pasukan koalisi Saudi membeberkan bahwa milisi Houthi di Yaman menyerang gardu listrik di Masjid Nabawi di Madinah pada Kamis (1/10/2026). (REUTERS/SAUDI PRESS AGENCY)
Internasional

Dua WNI Terdampak Serangan Milisi Houthi di Bandara Arab Saudi

oleh Editor : Memoarto
15 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

Didimax AI Trading Assistant Bisa Digunakan Gratis, Bantu Trader Analisis Pasar

22 Oktober 2026
Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

Deus Slidetoberfest 2026 Satukan Surfing, Motor, dan Musik di Bali

22 Oktober 2026
The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

The Stained Drop™ Collection: Merangkai Cerita Keseharian dalam Ekspresi Fashion

22 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

22 Oktober 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5023 shares
    Share 2009 Tweet 1256
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya