koranindopos.com – Jakarta. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melepas 376 Pekerja Migran Indonesia (PMI). Jumlah tersebut merupakan gabungan dari tiga program pelepasan, yakni G to G Korea Selatan 257, Jerman 1 orang, dan Preliminary Education 118 orang.
Preliminary Education adalah kegiatan peningkatan kemampuan bahasa Korea, pembekalan dan informasi kepada calon PMI Korea agar mempunyai kesiapan mental, kerohanian, kepribadian, pengetahuan bekerja di Korea, tata cara keberangkatan dan kepulangan, pengiriman uang, hak dan kewajiban serta mampu mengatasi masalah.
Seremonial pelepasan PMI ke-13 sepanjang 2023 tersebut diselenggarakan di Hotel El Royale, Jalan Raya Gading Kirana, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (27/3/2023). Kepala BP2MI Benny Rhamdani memimpin langsung pelepasan ratusan pahlawan devisa tersebut. Selain Benny, tampak pula hadir pejabat tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BP2MI, Kepala BP2MI seluruh Indonesia, dan Coordinator Advisor Triple Win Neng Erlina.
Benny mengklaim, dalam sejarah penempatan PMI ke Korsel di masa kepemimpiannya lah yang terbanyak. Sebelumnya, Indonesia mengirim tujuh ribu orang. Namun, sejak era Benny, pada tahun 2022 memecahkan rekor tertinggi, yakni 11.545 orang. ”Tahun 2023 ditargetkan 18 ribu PMI untuk semua sektor,” kata Benny.
Sementara itu, Neng Erlina mengatakan, untuk PMI yang berangkat ke Jerman adalah tenaga perawat dengan waktu tugas tidak terbatas. Kali ini, BP2MI mengirim satu orang, yakni Gloria perawat perempuan lulusan S1 Universitas Indonesia. ”Sebelumnya Gloria sudah pernah bekerja sebagai perawat selama 10 tahun,” ujarnya. (wyu/mmr)










