Kamis, 12 Maret 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Kesehatan

Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional, GPFI: Fokus Jaga Keseimbangan Harga dan Keberlanjutan Industri

Admin oleh Admin
13 November 2025
in Kesehatan
0
GPFI
Share on FacebookShare on Twitter

Artikel Terkait

BPJS Kesehatan Imbau Peserta JKN Lakukan Skrining Kesehatan Sebelum Mudik Lebaran

RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT

Lewat Hari #KasihNyamannya, Vicks Baby Balm Rayakan Sentuhan Penuh Cinta untuk Si Kecil

koranindopos.com – Jakarta. Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional melalui fokus pada ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan kemandirian obat produksi dalam negeri. Penegasan ini disampaikan dalam seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional” yang diselenggarakan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional.
Pada hari yang sama, komitmen GPFI diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat umum di Graha CIMB Niaga Sudirman.
Obat memegang peran vital sebagai salah satu fondasi penting dalam sistem pelayanan kesehatan nasional yang berkelanjutan. Selama lima dasawarsa terakhir, industri farmasi nasional yang tergabung dalam GPFI telah berkontribusi menghadirkan obat-obatan berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.
Prinsip 4K menjadi pilar utama industri farmasi nasional: Ketersediaan obat di seluruh fasilitas kesehatan; Keterjangkauan harga agar obat dapat diakses semua kalangan; Kualitas yang memenuhi standar GMP-CPOB dan Farmakope Indonesia; serta Kemandirian industri agar mampu memproduksi obat di dalam negeri tanpa ketergantungan pada bahan baku impor.
Perkuat Ketahanan Kesehatan Nasional
Melalui kolaborasi berkelanjutan, GPFI berhasil menunjukkan bahwa harga obat di Indonesia mengalami penurunan hingga 50 persen selama sepuluh tahun terakhir tanpa mengorbankan mutu. Data IQVIA Kuartal II tahun 2025 menunjukkan bahwa 85 persen obat yang digunakan masyarakat Indonesia merupakan obat generik produksi dalam negeri dengan harga terjangkau.
“Industri farmasi nasional telah membuktikan bahwa obat berkualitas tidak harus mahal,” jelas Direktur Eksekutif GPFI, Drs. Elfiano Rizaldi.
Kualitas obat generik nasional juga terbukti setara dengan obat bermerek, sebagaimana hasil penelitian kolaboratif Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Imperial College London, dan Erasmus University Rotterdam. Prof. Dr. apt. Yusi Anggraini, M.Kes, Co-Principal Investigator penelitian tersebut, menegaskan bahwa perbedaan harga tidak selalu mencerminkan perbedaan kualitas.
Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), lebih dari 98 persen masyarakat Indonesia telah memperoleh akses layanan kesehatan. Industri farmasi turut berkontribusi besar terhadap perekonomian, mencapai sekitar Rp143 triliun pada tahun 2024.
Ketua Umum GPFI, Tirto Koesnadi, menyebutkan bahwa kolaborasi pemerintah dan stakeholders menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kemandirian produksi obat tertinggi di ASEAN, memenuhi lebih dari 82 persen kebutuhan obat nasional.
Meski capaian industri farmasi nasional sangat baik, GPFI mencatat masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi bersama. Harga obat yang terlalu rendah dapat menekan keberlangsungan industri farmasi. “Jika tekanan harga terus berlanjut tanpa adanya kebijakan yang seimbang, keberlanjutan industri nasional bisa terganggu,” ujar Elfiano Rizaldi.
GPFI mengajukan empat langkah kebijakan konkret:
  1. Kajian harga obat agar manfaat bisa langsung dirasakan pasien.
  2. Jalur cepat (fast track) dari BPOM untuk perubahan izin edar obat ketika bahan baku mengalami penyesuaian.
  3. Keberlanjutan program SatuSehat untuk memantau ketersediaan obat secara real-time.
  4. Usulan agar pasien rawat jalan dapat menebus resep di apotek, guna menciptakan harga yang lebih kompetitif.
“Ke depan, GPFI berharap kebijakan pemerintah dapat semakin berpihak pada penguatan industri dalam negeri dengan menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi, transfer teknologi, serta pengembangan tenaga ahli farmasi nasional,” sambung Elfiano.
Menutup paparannya, Tirto Koesnadi menekankan bahwa tantangan terbesar Indonesia bukan lagi menurunkan harga, tetapi menjaga keberlanjutan sistem farmasi nasional agar tetap kuat dan berdaya saing.
“Harga obat murah harus berjalan selaras dengan keberlanjutan industri, agar rantai pasok tetap mampu menyediakan obat esensial di seluruh Indonesia. GPFI akan terus menjadi mitra strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat Indonesia memperoleh akses terhadap obat yang aman, berkualitas, dan terjangkau, sambil memperkuat daya saing industri farmasi nasional,” tutup Tirto. (ris)
Topik: GPFI
Sebelumnya

DPR Dorong Penguatan Pendidikan Sejarah dan Kebudayaan Nasional di Tengah Arus Globalisasi

Selanjutnya

Sampai Titik Terakhirmu, Kisah Cinta Viral 300 Juta Penonton Hari Ini Tayang Perdana

TerkaitBerita

BPJS Kesehatan Imbau Peserta JKN Lakukan Skrining Kesehatan Sebelum Mudik Lebaran
Kesehatan

BPJS Kesehatan Imbau Peserta JKN Lakukan Skrining Kesehatan Sebelum Mudik Lebaran

oleh Editor : Affandy
11 Maret 2026
RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT
Kesehatan

RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT

oleh Editor : Akula
10 Maret 2026
Vicks Baby Balm
Kesehatan

Lewat Hari #KasihNyamannya, Vicks Baby Balm Rayakan Sentuhan Penuh Cinta untuk Si Kecil

oleh Editor : Hanasa
9 Maret 2026
Menkes Soroti Cyberbullying, Pemerintah Wacanakan Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kesehatan

Menkes Soroti Cyberbullying, Pemerintah Wacanakan Larangan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun

oleh Editor : Affandy
9 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Epson Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama Media, Diawali Olahraga Padel

Epson Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama Media, Diawali Olahraga Padel

11 Maret 2026
Morazen

Menikmati Dua Wajah Yogyakarta dalam Satu Perjalanan

11 Maret 2026
Bebas Penjara, Olivia Nathania Kirim Surat Terbuka: Nama Baik Saya Sudah Rusak, Sulit Cari Kerja

Bebas Penjara, Olivia Nathania Kirim Surat Terbuka: Nama Baik Saya Sudah Rusak, Sulit Cari Kerja

11 Maret 2026
Terseret dalam Gugatan Rp 8,1 Miliar Kasus CPNS Bodong, Nia Daniaty Tegaskan Tak Terlibat Masalah Olivia Nathania

Terseret dalam Gugatan Rp 8,1 Miliar Kasus CPNS Bodong, Nia Daniaty Tegaskan Tak Terlibat Masalah Olivia Nathania

11 Maret 2026

Terpopuler

  • Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur, Mobil Legendaris Keluarga Kembali Jadi Sorotan

    Toyota Kijang Super 2026 Resmi Meluncur, Mobil Legendaris Keluarga Kembali Jadi Sorotan

    348 shares
    Share 139 Tweet 87
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    532 shares
    Share 213 Tweet 133
  • Honda X-Tracker 2026: Motor Bebek Trail Rp16 Jutaan dengan ABS yang Siap Taklukkan Segala Medan

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Tuntut Keadilan, Ratusan Korban Dugaan Penipuan Timothy Ronald Geruduk Bareskrim Polri

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • RS EMC Grha Kedoya Kembangkan Diagnostik Presisi, Hadirkan Pakar Belanda untuk Bahas Teknologi PET/CT

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya