koranindopos.com – IKN, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), mengadakan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Plt. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, beserta jajaran OIKN di Istana Garuda, Kawasan IKN. Pertemuan ini merupakan yang pertama kali diterima Presiden di kantor baru tersebut.
Dalam keterangannya kepada media usai pertemuan, Menteri Basuki menyampaikan beberapa poin penting yang dibahas bersama Presiden. Salah satu poin utama adalah penekanan Presiden pada pentingnya partisipasi masyarakat dalam penataan IKN. Presiden Jokowi menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh merasa tergusur, dan jika relokasi diperlukan, mereka harus dipindahkan ke tempat yang lebih baik.
“Jadi jangan sampai masyarakat merasa tergusur. Tapi kalau bisa kalau memang harus direlokasi dicarikan tempat yang lebih baik,” ungkap Basuki.
Presiden juga menekankan perlunya pengelolaan investasi di IKN yang cepat dan efisien. Ia mengingatkan pentingnya kelengkapan perjanjian kerja sama (PKS) sebelum melakukan groundbreaking selanjutnya. Dengan PKS yang lengkap, kontribusi dari investor dapat mulai diterima dan disimpan dalam rekening sementara yang tidak akan digunakan oleh OIKN hingga saatnya tiba.
“Sehingga sekarang kalau dengan PKS mereka sudah mulai membayar kontribusi itu dan kita masukkan dalam rekening sementara yang tidak akan dipakai oleh OIKN. Belum boleh dipakai,” jelas Basuki.
Basuki juga menjelaskan peran Badan Usaha Milik Otorita (BUMO) yang akan difokuskan untuk mendukung pengembangan dan menciptakan keramaian di IKN. BUMO akan bertugas membangun fasilitas-fasilitas seperti bioskop, teater, dan kebun binatang, serta memanfaatkan infrastruktur yang sudah dibangun.
“Termasuk misalnya kebun binatang, maksudnya yang bangun kebun binatang itu ditugaskan nanti kepada BUMO. Jadi sudah lebih jelas lagi,” tambah Basuki.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, melaporkan kemajuan terkait transportasi di IKN. Ia mengungkapkan bahwa kereta api ringan (ART) telah tiba di Balikpapan dan akan memulai uji coba pada 5 Agustus 2024. Selain itu, ia membahas potensi keterlambatan pembangunan bandara IKN. Presiden menegaskan bahwa setiap proyek pembangunan di IKN harus dilakukan dengan profesional dan tidak dipaksakan.
“Itu suatu poin yang baik melegakan karena kita tidak akan melakukan satu kegiatan konstruksi yang nantinya gagal konstruksi. Itu secara profesional harus kita pertanggungjawabkan sebagai pemerintah,” ujar Budi Karya Sumadi.
Budi Karya Sumadi juga melaporkan tentang pemindahan Teluk Balikpapan dan kolaborasi untuk mengintegrasikan transportasi dari Balikpapan ke IKN. Teknologi pemantauan pergerakan juga sedang dipersiapkan untuk mendukung transportasi di kawasan IKN.
“Kita kolaborasi dari Balikpapan ke sini kami yang tanggung jawab, di dalam OIKN. Tetapi kami juga menyiapkan APMS atau teknologi pemantauan pergerakan di OIKN. Insyaallah dalam waktu dekat ini juga selesai,” jelas Presiden.
Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Pertemuan ini menandai langkah awal yang signifikan dalam pengembangan dan penataan IKN, serta komitmen pemerintah untuk memastikan partisipasi masyarakat dan pengelolaan investasi yang efisien. (hai)










