Sabtu, 19 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Pj Gubernur DKI Klaim Seriusi Kasus Baru Gagal Ginjal Akut

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
7 Februari 2023
in Megapolitan
A A
0
Gubernur DKI

//CAPTION FOTO: IST KETERANGAN PERS: Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono di Balai Kota DKI Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – JAKARTA. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono mengklaim, temuan kasus baru gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) menjadi perhatian serius. Dia mengaku telah memerintah Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI untuk segera mengatasinya.

”Ya, (untuk dua kasus) itu kami serius menangani. Tadi pagi (kemarin) saya sudah bicara dengan teman-teman Dinkes DKI untuk mengatasi dan penyebabnya apa. Kami serius tangani itu,’’ kata Heru kepada awak media di gedung DPRD DKI, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (6/2/2023).

Menurut Heru, salah satu upaya yang dilakukan Pemprov DKI adalah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Dalam hal itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Tujuannya, mengetahui penyebab kasus tersebut sama dengan tahun lalu atau tidak.

”Ya, kami koordinasi dengan Kemenkes. Pertama, penyebabnya apa. Apakah seperti yang lalu. Ada beberapa obat, ya. Saya nggak masuk ke ranah itu. Tapi, nanti dua (kasus) ini kami akan cek. Ini harus kami tangani,’’ tambahnya.

Artikel Terkait

Patahkan Dakwaan Jaksa, Tim Hukum Ungkap Richard Lee Bukan Pembuat Produk Suplemen

Doa dan Isak Tangis di Rumah Firdaus Wajidi Usai Operasi SAR Jurnalis Selat Sunda Dihentikan

Pengedar Sabu ke Tempat Hiburan Kemang Ditangkap, Sudah Beraksi 5 Tahun

Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama menuturkan, dua kasus baru tersebut ditemukan di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Dengan adanya kasus baru itu, Pemprov DKI meningkatkan kewaspadaan.

Menurut Ngabila, di antara dua kasus tersebut, satu orang meninggal dan satunya lagi sedang dirawat di rumah sakit (RS). ”Kami nggak perlu sampaikan nama RS-nya. Kan perlu menjaga privasi rumah sakitnya juga. Yang penting kan tahu kondisinya sudah lebih baik. Ada progres yang lebih baik,’’ terangnya.

Terkait waktu temuan dua kasus itu, dia mengakui baru-baru ini. ’’Keduanya ini (ditemukan) sekitar akhir Januari 2023. Terakhir temuan kasus di Jakarta kan 31 Oktober. Nah, ini baru ditemukan lagi,’’ ujarnya.

Untuk mencegah GGAPA, Ngabila menyampaikan tiga langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Yakni, memakai masker, menghindari orang yang sedang sakit, serta menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan makanan. ’’Kami juga mengimbau masyarakat agar mencegah minum obat sirup untuk sementara kecuali petunjuk dokter dan dengan cara yang tepat,’’ paparnya.

Selanjutnya, langkah pencegahan bisa dilakukan dengan deteksi dini. Jika ada gejala awal gagal ginjal akut, Ngabila mengimbau agar segera ke dokter untuk mendapat pengobatan. Gejala awal yang dimaksud adalah kencing berkurang tiba-tiba serta anak masih mengeluh sakit dan demam.

”Berpacu dengan waktu. Jangan sampai terlambat agar anak selamat. Sebagai langkah kewaspadaan, pantau kondisi anak 4–6 hari sesudah menggunakan obat sirup yang terakhir. Tetapi, jika sesudah konsumsi obat sirup kondisi anak sudah sehat, bugar, dan aktif kembali, tidak perlu khawatir. Insya Allah, aman,’’ tambahnya. (wyu/mmr).

Topik: gagal ginjal akutHeru budihartonoJAKARTAKesehatanPJ Gubernur DKI

TerkaitBerita

Patahkan Dakwaan Jaksa, Tim Hukum Ungkap Richard Lee Bukan Pembuat Produk Suplemen
Megapolitan

Patahkan Dakwaan Jaksa, Tim Hukum Ungkap Richard Lee Bukan Pembuat Produk Suplemen

oleh Editor : Akula
18 September 2026
Doa dan Isak Tangis di Rumah Firdaus Wajidi Usai Operasi SAR Jurnalis Selat Sunda Dihentikan
Megapolitan

Doa dan Isak Tangis di Rumah Firdaus Wajidi Usai Operasi SAR Jurnalis Selat Sunda Dihentikan

oleh Editor : Affandy
18 September 2026
Pengedar Sabu ke Tempat Hiburan Kemang Ditangkap, Sudah Beraksi 5 Tahun
Megapolitan

Pengedar Sabu ke Tempat Hiburan Kemang Ditangkap, Sudah Beraksi 5 Tahun

oleh Editor : Affandy
18 September 2026
Polisi Analisis CCTV untuk Ungkap Pengeroyok Fatur di Pejompongan
Megapolitan

Polisi Analisis CCTV untuk Ungkap Pengeroyok Fatur di Pejompongan

oleh Editor : Affandy
17 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

SKUAD LAMA: Pemain Spanyol, Pedro Porro, (kanan), merayakan gol bersama rekan-rekannya saat menghadapi Austria di Piala Dunia 2026 pada Jumat (3/7/2026). (Foto: (c) AP Photo/Mark J. Terrill)

Timnas Spanyol Pertahankan Pemain Eks Piala Dunia

19 September 2026
J&T Express dan Kementerian UMKM Perluas Jawara Lokal ke Empat Wilayah

J&T Express dan Kementerian UMKM Perluas Jawara Lokal ke Empat Wilayah

18 September 2026
BEI Kaji Tambah Jam Perdagangan 30 Menit, Likuiditas Dinilai Belum Signifikan

BEI Kaji Tambah Jam Perdagangan 30 Menit, Likuiditas Dinilai Belum Signifikan

18 September 2026
UNIQLO Hijab: Saat Kenyamanan Bertemu Ekspresi Diri

UNIQLO Hijab: Saat Kenyamanan Bertemu Ekspresi Diri

15 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4607 shares
    Share 1843 Tweet 1152
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Keputusan Juventus Lepas Dusan Vlahovic Dipertanyakan

    329 shares
    Share 132 Tweet 82
  • Gudang Pabrik Stretchline di Tangerang Terbakar, Api Belum Padam Setelah 3 Jam

    322 shares
    Share 129 Tweet 81
  • Lebih dari 5.000 Anak Yatim Bakal Nonton Bareng Film Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya