koranindopos.com – Jakarta. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, meminta keluarga mampu atau keluarga kaya untuk tidak mengambil beasiswa penuh LPDP. Imbauan ini disampaikan agar anggaran beasiswa dapat lebih difokuskan kepada mahasiswa berprestasi dari keluarga pra sejahtera yang membutuhkan dukungan pembiayaan secara menyeluruh.
Dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026) malam, Sudarto menegaskan bahwa pada prinsipnya LPDP memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warga negara untuk mendaftar tanpa memandang latar belakang ekonomi. Namun, ia menekankan pentingnya tanggung jawab moral bagi pendaftar yang berasal dari keluarga dengan kemampuan finansial lebih baik.
“Untuk yang (keluarga) kaya kami kasih kesempatan parsial. Ini high call untuk bapak ibu keluarga kaya mohon daftarnya yang parsial. Kami beri kesempatan,” ujar Sudarto.
Menurut Sudarto, skema beasiswa parsial menjadi solusi agar prinsip keadilan dan pemerataan tetap terjaga. Dengan memilih skema parsial, peserta dari keluarga mampu tetap dapat mengakses dukungan pendidikan dari negara, namun tidak membebani anggaran secara penuh.
Kebijakan ini diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi anak-anak cerdas dari latar belakang ekonomi pra sejahtera agar memperoleh akses pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. LPDP sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu program beasiswa strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sudarto menegaskan bahwa imbauan tersebut bukanlah bentuk pembatasan, melainkan ajakan moral. Ia menilai kesadaran kolektif dari masyarakat, khususnya kelompok mampu, sangat penting untuk menciptakan distribusi manfaat yang lebih adil.
Dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap beasiswa LPDP setiap tahun, pengelolaan anggaran yang tepat sasaran menjadi kunci utama. Pemerintah berharap, melalui partisipasi aktif dan kesadaran para pendaftar, dana pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak generasi unggul dari berbagai lapisan masyarakat.(dtk/afy)










