Koranindopos.com, JAKARTA – Seorang pria berinisial MF (24) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui sempat mengeluh sakit.
Ketua RT 010 RW 06 Kelurahan Sukabumi Utara, Slamet Syarifudin, mengatakan penemuan tersebut bermula ketika saudara korban yang berada di luar negeri berulang kali mencoba menghubungi MF melalui telepon. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat jawaban.
Merasa khawatir, saudara korban kemudian meminta bantuan seorang pengemudi ojek online (ojol) untuk mendatangi tempat tinggal MF dan memastikan kondisinya.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
“Berkisar jam 10 pagi (ojol datang). Begitu datang, ditelepon dulu, tetapi enggak diangkat juga. Akhirnya, kerja sama dengan penjaga kos untuk mendobrak pintu,” kata Slamet kepada Kompas.com saat ditemui, Senin (12/10/2026).
Setelah panggilan telepon tidak mendapat respons, pengemudi ojol bersama penjaga kos akhirnya mendobrak pintu kamar korban. Seorang penghuni kos yang berada di kamar seberang juga memberanikan diri ikut masuk.
Saat pintu berhasil dibuka, MF ditemukan dalam kondisi tubuh sudah kaku. Tubuh korban diketahui tertutup selimut tebal berwarna merah yang menutupi sebagian badannya.
“Begitu didobrak sama tukang Gojek dan penjaga kos, ada anak kos di depannya yang memberanikan diri ikut masuk. Di situ ada selimut spring bed warna merah menutupi separuh badan,” ujar Slamet.
Setelah mengetahui kondisi korban, mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Slamet selaku ketua RT setempat.
Setelah menerima laporan, Slamet meminta orang-orang yang berada di lokasi agar tidak menyentuh barang-barang di dalam kamar. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi tempat kejadian sebelum petugas melakukan pemeriksaan.
Slamet kemudian menghubungi Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhabinkamtibmas, serta pihak kepolisian untuk melaporkan penemuan jenazah tersebut.
Menurut Slamet, saat kondisi korban diperiksa oleh salah seorang penghuni kos, ditemukan cairan di sekitar bagian belakang kepala serta area mulut atau hidung korban. Selain itu, terdapat sejumlah obat-obatan di lantai kamar.
Salah satu obat yang ditemukan masih berupa cairan di dalam botol dengan isi sekitar setengahnya.
Meski demikian, temuan cairan dan obat-obatan tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan penyebab kematian MF. Penyebab pasti kematian korban juga belum diketahui berdasarkan informasi yang tersedia.
Pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang diperlukan untuk mengetahui penyebab kematian serta memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.(dhil/kmps)







