
JAKARTA, koranindopos – Setelah menjalani karantina selama lima hari, 26 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dievakuasi dari Ukraina akibat konflik dengan Rusia pada Senin (7/3) dipulangkan ke kampung halaman, Bali. Para PMI telah memperoleh surat clearance dari Satgas Covid-19 sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
”Ke-26 PMI dari Ukraina akan diantar ke Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Bali menggunakan pesawat AirAsia QZ7518, berangkat pukul 16.35 didampingi petugas UPT BP2MI Banten,” kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani pada Senin (7/3).
Nanti, lanjut Benny, setibanya di Bali para PMI akan diterima oleh Kepala UPT BP2MI Bali, Kepala Dinas ESDM dan Ketenagakerjaan Provinsi Bali, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten/Kota, KP3 Bandara Ngurah Rai, dan Polda Bali. Seluruhnya merupakan perempuan yang bekerja sebagai terapis dari Bali, dan satu orang dipulangkan ke Cilacap.
”BP2MI mengucapkan terima kasih atas segala upaya dan koordinasi yang luar biasa hingga saat ini kepada Perwakilan RI, Satgas Covid Nasional, Kementerian Luar Negeri, Pihak Otoritas Bandara, KKP Bandara, dan seluruh pihak yang telah berjasa melakukan fasilitasi karantina dan kepulangan Pekerja Migran Indonesia dari Ukraina setibanya di Indonesia,” terangnya.
Benny menyampaikan, bahwa negara bertugas memastikan perlindungan, keamanan, dan keselamatan PMI. Ini yang merupakan perintah Presiden Joko Widodo yang berpesan agar melindungi PMI dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Pemerintah akan lakukan langkah-langkah evakuasi bagi PMI untuk kasus konflik yang terjadi di Ukraina. Pada kesempatan tersebut, Benny berpesan agar para calon PMI menggunakan jalur resmi dimana negara akan memfasilitasi segala kemudahan. Hingga saat ini masih ada tiga orang yang masih menjalani karantina di Wisma Pasar Rumput dan RSDC Kemayoran. ”Satu orang PMI terkonfirmasi positif Covid-19 dan dua PMI lainnya belum mendapatkan vaksin lengkap,” paparnya.
Lebih lanjut BP2MI akan melaksanakan beberapa program untuk PMI antara lain, mengadakan prumahan untuk para PMI, kemudian membebaskan bea cukai barang yang dibawa PMI, serta fasilitasi KUR PMI di mana negara menyiapkan pinjaman dengan bunga sangat rendah dan dapat dicicil.
Saat ini, telah terdapat kemajuan dalam pelayanan PMI di Bandara Soekarno Hatta. Terdapat fast track jalur khusus PMI berikut lounge khusus yang telah tersedia, dengan fasilitas tempat mewah, AC, makan disediakan gratis, spesial untuk PMI. (wyu/mmr)









