Rabu, 3 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional Pendidikan

Raco, Guru dan Ranger Pengabdi Pulau Komodo: “Selama anak-anak di sini butuh belajar, saya akan tetap mengajar.”

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
26 Mei 2025
in Pendidikan
A A
0
Pulau Komodo
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Dalam keindahan alamnya yang mendunia, Pulau Komodo menyimpan kisah luar biasa dari seorang tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan. Namanya Raco. Beliau merupakan guru SD sekaligus ranger sambilan yang menjadi tulang punggung literasi di salah satu daerah terpencil namun memiliki pesona alam yang luar biasa di Indonesia.

Raco bukanlah lulusan universitas ketika pertama kali mengajar. Pada tahun 2002, ia baru saja menamatkan pendidikan SMA ketika SDN Pulau Komodo mengalami krisis tenaga pengajar. Saat itu, hanya ada tiga guru yang harus menangani enam kelas. Kemudian ia diminta untuk sementara mengajar di SD satu-satunya di Pulau Komodo. Tanpa pelatihan formal dan tanpa bayaran, Raco menerima tawaran itu atas dasar panggilan hati demi masa depan anak-anak di kampung halamannya.

bf980acd 6f3e 4660 a283 066f130f9d8a - Raco, Guru dan Ranger Pengabdi Pulau Komodo: "Selama anak-anak di sini butuh belajar, saya akan tetap mengajar."

“Ilmu saya saat itu terbatas, tapi saya merasa terpanggil. Kalau bukan saya, siapa lagi yang bisa bantu anak-anak belajar?” ungkapnya mengenang awal mula pengabdiannya.

Artikel Terkait

Dies Natalis ke-12 Jadi Momen i3L Perluas Peran di Dunia Pendidikan dan Riset

Perpustakaan Baru Cilegon Diharapkan Jadi Pusat Penggerak Literasi Warga

Delapan SD Jakarta-Banten Unjuk Kreativitas di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2

Setahun kemudian, Raco mulai menerima honor Rp 150 ribu setelah ia membuktikan bahwa dirinya layak menjadi seorang guru. Tanpa melihat nominal yang didapat, ia selalu mengingat pesan orang tua yang selalu menjadi sumber semangat, “Anak, hari ini kau berbuat sesuatu yang baik, kau akan dapat hasilnya nanti. Ingat kata saya!”

“Sampai hari ini saya ingat. Apa yang kau buat hari ini, kau pasti akan mendapatkan hasil yang baik. Dari situ saya coba bertahan,” lanjut Raco

Pengabdian tanpa pamrih itu tak berhenti meski tantangan datang silih berganti. Raco menyadari bahwa Ia perlu melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Kemudian Ia berkuliah di kota (Ruteng, Manggarai Timur). Meski menjalani studi, Raco tetap pulang pergi menempuh perjalanan darat dan laut demi menimba ilmu sambil terus mengajar.

“Waktu libur kuliah, saya langsung pulang ke pulau. Anak-anak di sini nggak bisa nunggu guru datang dari luar. Selama anak-anak di sini butuh belajar, saya akan tetap mengajar. Karena saya percaya, dari pulau kecil ini pun, lahir anak-anak besar untuk masa depan Indonesia,” ujarnya.

Perjuangan itu akhirnya mulai membuahkan hasil. Pada tahun 2007 akhirnya Raco resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa tes, berkat ketekunan dan dedikasinya yang tanpa batas. “Saat itu saya dipanggil oleh Pemerintah Daerah Manggarai Barat, tanpa ada tes, saya hanya dimintai beberapa persyaratan. Kemudian saya diberi hadiah istimewa yaitu NIP, saya diangkat langsung jadi PNS. Itu rezeki yang saya dapat mungkin dari apa yang disampaikan oleh orang tua saya,” kenangnya.

Sejak saat itu, ia menjadi sosok penting dalam ekosistem pendidikan Pulau Komodo, sekaligus menjalani peran sebagai ranger untuk menjaga lingkungan dan keanekaragaman hayati. Pengabdian yang luar biasa ini berlanjut hingga kini, setelah lebih dari dua dekade. Ia tetap setia mengajar di SDN Pulau Komodo, bahkan menjadi rekan sejawat bagi mantan-mantan gurunya sendiri sewaktu sekolah.

Tak hanya pengabdian di ruang kelas, dedikasi Raco terhadap pulau kelahirannya juga terlihat dari perannya sebagai ranger. Saat libur sekolah, ia membantu menjadi penjaga kawasan konservasi Komodo. Baginya, menjadi ranger bukanlah pekerjaan baru, karena sebagai orang Komodo, ia sudah terbiasa hidup berdampingan dengan satwa endemik tersebut sejak kecil.

“Komodo bagi kami bukan sekadar binatang, tapi saudara. Anak-anak di sini dari kecil sudah tahu bagaimana bersikap jika bertemu Komodo. Bahkan sebelum guru bertindak, murid sudah bisa mengusir Komodo yang masuk ke lingkungan sekolah,” jelasnya.

Pengalamannya sebagai guru sekaligus ranger memberinya sudut pandang unik dalam mendidik anak-anak. Ia tak hanya mengajarkan pelajaran sekolah, tetapi juga pengetahuan lokal, nilai-nilai konservasi, dan pentingnya menjaga warisan alam. Ia percaya bahwa pendidikan tak selalu soal teori, tetapi juga soal karakter, keberanian, dan cinta pada tanah sendiri.

Tantangan Nyata dan Harapan dari Barisan Depan

Raco menjadi salah satu dari  30 guru dan 16 manajemen sekolah yang berkesempatan mengikuti pelatihan Program Transformasi Sekolah di Manggarai Barat. Program ini merupakan kolaborasi PT Pegadaian dan PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk bersama Putera Sampoerna Foundation sebagai mitra pelaksana.

Selama pelatihan, Raco mengakui mendapat banyak manfaat baik dalam perannya sebagai guru maupun manajemen sekolah yang dapat diaplikasikan di SDN Pulau Komodo. “Menurut saya, perbedaan antara pelatihan dalam program ini dengan pelatihan lainnya sangat terasa. Biasanya, pelatihan yang kami ikuti lebih bersifat teoritis dan berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, sehingga sering kali belum benar-benar kami pahami dan sulit untuk diaplikasikan. Namun, dalam Program Transformasi Sekolah ini, kami mendapatkan pelatihan langsung dari narasumber disertai dengan umpan balik yang sangat konstruktif. Hal ini membuat kami jauh lebih memahami materi secara mendalam dan siap untuk menerapkannya di lapangan,” ujarnya.

Raco melanjutkan, “Selama beberapa bulan mengikuti program ini, kami telah mengaplikasikan banyak hal di SDN Pulau Komodo, termasuk pemanfaatan Rapor Pendidikan. Awalnya kami tidak paham cara membaca rapor pendidikan, tapi sekarang kami bisa mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan sekolah kami secara lebih objektif. Selain itu, standar-standar pembelajaran yang kami pelajari sangat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran. Yang paling baru bagi kami adalah konsep supervisi klinis, sebelumnya kami hanya mengenal supervisi akademik. Ternyata, pendekatan klinis ini sangat berguna bagi kepala sekolah dalam memahami secara lebih dalam tantangan yang dihadapi guru-guru kami.”

Kini, meski tantangan seperti minimnya literasi digital dan fasilitas teknologi pembelajaran masih menjadi persoalan di sekolahnya, Raco terus memotivasi rekan-rekannya untuk terus belajar dan beradaptasi. “Tidak ada kata terlambat. Kita sebagai guru harus terus selalu belajar dan selangkah di depan siswa,” ujarnya penuh semangat.

Kisah Raco adalah pengingat bahwa di balik ketimpangan akses pendidikan, masih ada para pengabdi yang terus menyalakan pelita harapan. Pulau Komodo bukan hanya rumah bagi komodo, tetapi juga tempat di mana seorang sosok guru sederhana dengan tekad besar membangun masa depan anak-anak Pulau Komodo.

“Terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung program ini, untuk PT Pegadaian, PT Garuda Indonesia, dan Putera Sampoerna Foundation, di mana program ini telah membantu kami untuk memajukan pendidikan di SDN Pulau Komodo. Di sini saya sebagai guru mengucapkan terima kasih atas dukungan dalam dunia pendidikan, dan berharap program ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Terima kasih, salam dari saya, Bapak Raco,” tutupnya. (ris)

Topik: Pulau Komodo

TerkaitBerita

Dies Natalis ke-12 Jadi Momen i3L Perluas Peran di Dunia Pendidikan dan Riset
Nasional

Dies Natalis ke-12 Jadi Momen i3L Perluas Peran di Dunia Pendidikan dan Riset

oleh Editor : Akula
27 Mei 2026
Perpustakaan Baru Cilegon Diharapkan Jadi Pusat Penggerak Literasi Warga
Nasional

Perpustakaan Baru Cilegon Diharapkan Jadi Pusat Penggerak Literasi Warga

oleh Editor : Akula
20 Mei 2026
Delapan SD Jakarta-Banten Unjuk Kreativitas di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2
Nasional

Delapan SD Jakarta-Banten Unjuk Kreativitas di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2

oleh Editor : Akula
19 Mei 2026
Perpusnas Jadikan HUT ke-46 sebagai Ajang Penguatan Literasi Digital dan Budaya Baca
Nasional

Perpusnas Jadikan HUT ke-46 sebagai Ajang Penguatan Literasi Digital dan Budaya Baca

oleh Editor : Akula
17 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Run for Equality

Run For Equality 2026 Hadirkan Ruang Aman dan Setara bagi Penyandang Disabilitas

2 Juni 2026
Indro Warkop Tuangkan Kerinduan kepada Rekan Seperjuangan Lewat Lagu Baru

Indro Warkop Tuangkan Kerinduan kepada Rekan Seperjuangan Lewat Lagu Baru

2 Juni 2026
Honda Racing Indonesia Sambut Musim Balap 2026 dengan Wajah Baru dan Semangat Regenerasi

Honda Racing Indonesia Sambut Musim Balap 2026 dengan Wajah Baru dan Semangat Regenerasi

2 Juni 2026
Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

2 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3368 shares
    Share 1347 Tweet 842
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Edukasi Komunitas Forex Bandung, Didimax Ingatkan Pentingnya Transaksi Mandiri Demi Keamanan Dana

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Puluhan Warga Antusias Ikuti Cek Gula Darah Gratis

    309 shares
    Share 124 Tweet 77
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya