Sabtu, 6 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Ramai Uji Laboratorium Skincare di Medsos, DPR Desak BPOM Ambil Sikap

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
30 Oktober 2024
in Nasional
A A
0
Skincare
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta, Sosok Dokter Detektif, atau dikenal sebagai ‘Doktif,’ yang aktif di media sosial dengan konten uji laboratorium mandiri terhadap berbagai produk skincare, sedang menjadi sorotan. Fenomena ini memicu respons publik luas, khususnya terkait persentase kandungan bahan aktif dan potensi zat berbahaya dalam produk skincare. Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Hutama, menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus segera menanggapi tren ini demi menjaga kepercayaan konsumen, terutama pada produk skincare lokal.

“Fenomena ini merupakan bentuk kontrol publik terhadap kebijakan yang ada, yang sah-sah saja membantu pemerintah,” ujar Surya Hutama, yang juga dikenal sebagai Uya Kuya, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan BPOM di Gedung Nusantara I, DPR RI, Jakarta. Namun, ia mengingatkan BPOM untuk segera memverifikasi validitas uji laboratorium yang dilakukan secara mandiri oleh konten kreator untuk menghindari potensi bola liar di masyarakat.

Surya Hutama mendesak BPOM agar segera memanggil beberapa konten kreator yang melakukan uji laboratorium mandiri ini, seperti ‘Dokter Detektif’ dan lainnya, untuk menanyakan validitas hasil yang mereka klaim. Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi ini dapat berdampak negatif pada tingkat kepercayaan publik terhadap produk skincare lokal. “BPOM perlu menilai apakah uji lab mereka benar-benar valid atau hanya menciptakan keresahan tanpa dasar yang kuat,” tegasnya.

Fenomena ini, menurut Surya, kerap menjadi arena perang riviu antar-konten kreator. Ia khawatir hal ini berpotensi memicu persaingan bisnis yang tidak sehat, di mana tuduhan terhadap produk skincare lokal tanpa bukti yang jelas dapat memberikan keuntungan pada produk skincare asing.

Artikel Terkait

Kemnaker dan Boga Group Kerjasama Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Lansia 80 Tahun Tewas dalam Kebakaran Permukiman Padat di Cideng Jakarta Pusat

Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

Surya menekankan bahwa jika hasil uji mandiri menunjukkan produk skincare mengandung bahan berbahaya seperti merkuri atau overclaim pada komposisi, BPOM harus segera memberikan sanksi pada produsen yang terlibat. Namun, apabila hasil uji mandiri tersebut tidak valid atau tidak sesuai dengan standar laboratorium yang diakui, BPOM diminta untuk menegur konten kreator terkait agar informasi yang disebarkan tidak meresahkan masyarakat.

“Jika hasil uji lab mandiri itu tidak valid, maka BPOM perlu menegur pembuat konten. Tapi jika terbukti ada zat berbahaya, sanksi tegas wajib diberikan kepada produsen produk,” tambah legislator dari Fraksi PAN tersebut.

Surya Hutama juga menyoroti potensi ancaman terhadap industri skincare lokal jika isu ini tidak segera diatasi. Menurutnya, serangan informasi yang belum tervalidasi mengenai keamanan skincare lokal dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat dan mendorong peralihan ke produk luar negeri. “Tanpa verifikasi yang jelas, ini bisa merugikan industri lokal dan membuka celah untuk produk asing,” tandas Surya.

Dengan maraknya fenomena uji laboratorium mandiri di media sosial, BPOM diharapkan mengambil sikap yang tegas dan proaktif agar masyarakat menerima informasi yang akurat dan kepercayaan terhadap produk lokal tetap terjaga. (hai)

Topik: BPOMDokter DetektifSkincare

TerkaitBerita

Kemnaker dan Boga Group Kerjasama Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Nasional

Kemnaker dan Boga Group Kerjasama Perluas Akses Kerja bagi Lansia

oleh Editor : Anggoro
5 Juni 2026
Lansia 80 Tahun Tewas dalam Kebakaran Permukiman Padat di Cideng Jakarta Pusat
Peristiwa

Lansia 80 Tahun Tewas dalam Kebakaran Permukiman Padat di Cideng Jakarta Pusat

oleh Editor : Affandy
5 Juni 2026
Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya
Nasional

Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

oleh Editor : Affandy
5 Juni 2026
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Mantan Wakilnya Jadi Tersangka Korupsi Program MBG
Nasional

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Mantan Wakilnya Jadi Tersangka Korupsi Program MBG

oleh Editor : Affandy
4 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

TEKNOLOGI MUTAKHIR: Seremonial peluncuran Elara Skin Indonesia di Dharmawangsa Hotel, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (4/6/2026). (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

Hadirkan Ritual Perawatan Kulit Sekelas Klinik Kecantikan di Rumah   

6 Juni 2026
KEJUTAN BESAR: Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny dikawal ketat pemain Oman. (Foto: CNNINdonesia/Adi Maulana Ibrahim)

Hajar Oman 3-0, Indonesia Naik Empat Peringkat

6 Juni 2026
Kemnaker dan Boga Group Kerjasama Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker dan Boga Group Kerjasama Perluas Akses Kerja bagi Lansia

5 Juni 2026
Pentingnya Merawat Gusi demi Kesehatan Tubuh, Dion Wiyoko Buka-bukaan Soal Alasan Takut Operasi Berbiaya Mahal

Pentingnya Merawat Gusi demi Kesehatan Tubuh, Dion Wiyoko Buka-bukaan Soal Alasan Takut Operasi Berbiaya Mahal

5 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3420 shares
    Share 1368 Tweet 855
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    397 shares
    Share 159 Tweet 99
  • Dapat Pujian dari Kepala Bappebti, Apa Kunci Sukses 27 Tahun Perjalanan Didimax?

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Demo di Kawasan Gambir Hari Ini, Polisi Siagakan 290 Personel dan Imbau Warga Hindari Titik Rawan Macet

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Puluhan Warga Antusias Ikuti Cek Gula Darah Gratis

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya