Rabu, 30 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Ramai Uji Laboratorium Skincare di Medsos, DPR Desak BPOM Ambil Sikap

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
30 Oktober 2024
in Nasional
A A
0
Skincare
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta, Sosok Dokter Detektif, atau dikenal sebagai ‘Doktif,’ yang aktif di media sosial dengan konten uji laboratorium mandiri terhadap berbagai produk skincare, sedang menjadi sorotan. Fenomena ini memicu respons publik luas, khususnya terkait persentase kandungan bahan aktif dan potensi zat berbahaya dalam produk skincare. Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Hutama, menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus segera menanggapi tren ini demi menjaga kepercayaan konsumen, terutama pada produk skincare lokal.

“Fenomena ini merupakan bentuk kontrol publik terhadap kebijakan yang ada, yang sah-sah saja membantu pemerintah,” ujar Surya Hutama, yang juga dikenal sebagai Uya Kuya, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan BPOM di Gedung Nusantara I, DPR RI, Jakarta. Namun, ia mengingatkan BPOM untuk segera memverifikasi validitas uji laboratorium yang dilakukan secara mandiri oleh konten kreator untuk menghindari potensi bola liar di masyarakat.

Surya Hutama mendesak BPOM agar segera memanggil beberapa konten kreator yang melakukan uji laboratorium mandiri ini, seperti ‘Dokter Detektif’ dan lainnya, untuk menanyakan validitas hasil yang mereka klaim. Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi ini dapat berdampak negatif pada tingkat kepercayaan publik terhadap produk skincare lokal. “BPOM perlu menilai apakah uji lab mereka benar-benar valid atau hanya menciptakan keresahan tanpa dasar yang kuat,” tegasnya.

Fenomena ini, menurut Surya, kerap menjadi arena perang riviu antar-konten kreator. Ia khawatir hal ini berpotensi memicu persaingan bisnis yang tidak sehat, di mana tuduhan terhadap produk skincare lokal tanpa bukti yang jelas dapat memberikan keuntungan pada produk skincare asing.

Artikel Terkait

KPK Sita Apartemen Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy di Tebet

Kejagung Terima 172 Perkara Karhutla hingga September 2026, 6 Kasus Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan

Polda Periksa Jubir KPK Budi Prasetyo 50 Pertanyaan

Surya menekankan bahwa jika hasil uji mandiri menunjukkan produk skincare mengandung bahan berbahaya seperti merkuri atau overclaim pada komposisi, BPOM harus segera memberikan sanksi pada produsen yang terlibat. Namun, apabila hasil uji mandiri tersebut tidak valid atau tidak sesuai dengan standar laboratorium yang diakui, BPOM diminta untuk menegur konten kreator terkait agar informasi yang disebarkan tidak meresahkan masyarakat.

“Jika hasil uji lab mandiri itu tidak valid, maka BPOM perlu menegur pembuat konten. Tapi jika terbukti ada zat berbahaya, sanksi tegas wajib diberikan kepada produsen produk,” tambah legislator dari Fraksi PAN tersebut.

Surya Hutama juga menyoroti potensi ancaman terhadap industri skincare lokal jika isu ini tidak segera diatasi. Menurutnya, serangan informasi yang belum tervalidasi mengenai keamanan skincare lokal dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat dan mendorong peralihan ke produk luar negeri. “Tanpa verifikasi yang jelas, ini bisa merugikan industri lokal dan membuka celah untuk produk asing,” tandas Surya.

Dengan maraknya fenomena uji laboratorium mandiri di media sosial, BPOM diharapkan mengambil sikap yang tegas dan proaktif agar masyarakat menerima informasi yang akurat dan kepercayaan terhadap produk lokal tetap terjaga. (hai)

Topik: BPOMDokter DetektifSkincare

TerkaitBerita

KPK Sita Apartemen Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy di Tebet
Nasional

KPK Sita Apartemen Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy di Tebet

oleh Editor : Affandy
30 September 2026
Kejagung Terima 172 Perkara Karhutla hingga September 2026, 6 Kasus Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan
Nasional

Kejagung Terima 172 Perkara Karhutla hingga September 2026, 6 Kasus Sudah Dilimpahkan ke Pengadilan

oleh Editor : Affandy
30 September 2026
JANALANI PEMERIKSAAN: Tim Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Foto Ilustrasi: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/aa)
Nasional

Polda Periksa Jubir KPK Budi Prasetyo 50 Pertanyaan

oleh Editor : Memoarto
30 September 2026
Gudang Mebel di Joglo Jakbar Terbakar, Warga Dengar Suara seperti Petasan Sebelum Api Membesar
Peristiwa

Gudang Mebel di Joglo Jakbar Terbakar, Warga Dengar Suara seperti Petasan Sebelum Api Membesar

oleh Editor : Affandy
29 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Uji Taktik Manajerial di FPL Mansion Sports 2026/27, Rebut Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah!

Uji Taktik Manajerial di FPL Mansion Sports 2026/27, Rebut Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah!

30 September 2026
Wamenkes Ungkap Rencana Sistem Rujukan BPJS Tak Lagi Berjenjang

Wamenkes Ungkap Rencana Sistem Rujukan BPJS Tak Lagi Berjenjang

30 September 2026
Harga Emas Antam Naik Rp15.000 Jadi Rp2,595 Juta per Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Naik Rp15.000 Jadi Rp2,595 Juta per Gram Hari Ini

30 September 2026
Menara Astra Pelopor Optimasi HVAC Otomatis di Jakarta

Menara Astra Pelopor Optimasi HVAC Otomatis di Jakarta

30 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4803 shares
    Share 1921 Tweet 1201
  • Raffi Ahmad Rela Gelontorkan Biaya Fantastis Puluhan Miliar Demi Hak Siar Persib dan Borneo FC di ASEAN Club Championship

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Membawa Pulang Standar Dunia ke Sekolah Menengah Kejuruan

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Timnas Garuda Libas Singapura 2-0 Tapi Belum Puncaki Klasemen

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya