koranindopos.com – Jakarta. Peristiwa tragis terjadi di Pemalang, Jawa Tengah, ketika seorang remaja perempuan berusia 13 tahun tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) Blambangan Ekspres. Kejadian ini mengakibatkan perjalanan kereta sempat terhambat sebelum akhirnya kembali berjalan normal.
Menurut laporan dari pihak kepolisian dan petugas kereta api, insiden tersebut terjadi di jalur perlintasan kereta yang tidak memiliki palang pintu. Korban diduga tidak menyadari datangnya kereta saat melintasi jalur tersebut.
“Korban sempat diperingatkan oleh warga sekitar, namun tampaknya ia tidak mendengar atau kurang memperhatikan sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari,” ujar salah satu saksi mata.
Petugas dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan kepolisian setempat segera datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan mengamankan area kejadian. Perjalanan KA Blambangan Ekspres yang sempat terganggu akhirnya dapat dilanjutkan setelah proses evakuasi selesai.
Kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti kecelakaan ini, termasuk apakah ada unsur kelalaian atau faktor lainnya. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur kereta api, terutama di daerah yang tidak memiliki palang pintu atau penjagaan resmi.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesadaran akan keselamatan di sekitar rel kereta api untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.(dhil)








