koranindopos.com – Jakarta. Pemerintah terus menggenjot pelaksanaan program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional. Menariknya, dalam proses penyediaan bahan baku untuk program ini, ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut dilibatkan sebagai pemasok utama. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menjamin ketersediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi yang berdampak langsung pada pelaku usaha lokal.
Menurut laporan dari Kementerian Koperasi dan UKM, sebanyak 5.000 UMKM telah bergabung dalam rantai pasok bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis. UMKM yang terlibat tersebar di berbagai sektor pangan, mulai dari peternakan ayam dan telur, pertanian sayuran dan buah-buahan, hingga pengolahan bahan makanan.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, menyatakan bahwa keterlibatan UMKM dalam program ini merupakan bentuk konkret dari strategi hilirisasi pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan. “Program ini memberi peluang bagi UMKM untuk mendapatkan pasar yang jelas dan berkelanjutan, sekaligus menjamin suplai bahan baku yang sehat dan bergizi,” ujar Teten.
Lebih lanjut, Teten menambahkan bahwa program makan bergizi gratis akan menyasar pelajar PAUD hingga jenjang Sekolah Dasar (SD) di seluruh Indonesia. Pemerintah pun tengah mematangkan skema distribusi dan pembayaran kepada para pelaku UMKM agar program berjalan lancar dan efisien.
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci kesuksesan program ini. Pemerintah daerah, dinas pendidikan, serta Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan turut bersinergi untuk memastikan kualitas bahan pangan dan menu yang diberikan sesuai standar gizi yang dianjurkan.
Dengan keterlibatan UMKM secara langsung, program makan bergizi gratis diharapkan tidak hanya mampu menurunkan angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi anak bangsa, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dari hulu ke hilir.(dhil)










